Mabuk Cinta Halal

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Tuesday, August 11, 2009

Life is Beautiful?

Hanya Tuhan yang memahami perasaan ini...sungguh...inilah stress yang paling teruk saya rasakan sejak bekerja, melebihi stress sewaktu melalui housemanship. Siapalah tidak stress melakukan oncall setiap hari, berselang aktif dan pasif, tidak cukup tidur pada sebelah malamnya tetapi tiada peluang berehat pada hari berikutnya, bekerja pula dalam suasana teman sekerja yang berkapasiti kurang dari kita, pasti semua beban tertumpu pada kita. Kalau sewaktu houseman, kita hanya diarah dan jarang membuat keputusan, kini nyawa pesakit dalam percaturan kita, kita terpaksa membuat keputusan yang bijak. Lebih menyedihkan ialah pesakit yang sedaya upaya diselamatkan, gagal bertahan. Pengubat hati hanyalah dengan kembali menyedari bahawa, apalah upaya kita berbanding Dia?

Saya jadi agresif, easily irritated, sinis. Sudahlah penat yang terlalu, insan sekitar pula seolah tidak bekerjasama. Mana tidaknya, kebanyakan staf sengaja merujuk pada saya untuk apa pun padahal saya bukanlah oncall aktif. Biasanya saya tidak marah, tetap memberikan pandangan sehingga ditegur oleh jururawat yang membantu saya; "Yalah kitak, siapa nyuruh bait gilak..semua orang mok refer ngan kitak." Tetapi dek terlalu penat, saya tegur dengan tegas; "Tolong rujuk pada yang oncall aktif!"

Pesakit yang pelbagai ragam juga 'kena'. Ibu bapa kepada bayi yang menolak untuk admission pada hari sebelum nya untuk rawatan jaundice, datang pada keesokan hari dengan serum bilirubin yang semakin tinggi, juga saya tegur sinis; "Tu lah..degil.. Semalam suruh masuk wad tak nak..."

Setiap hari saya mendesak Pengarah Hospital menggesa pihak HQ menghantar tenaga tambahan. Namun, jawapannya masih tertangguh-tangguh. Ya Allah, saya perlukan kekuatan extra di jiwa saya, jika tidak saya pasti rapuh...

Saya sedih kerana tidak terdaya memberikan perkhidmatan yang terbaik dalam keletihan fizikal dan minda saya. Saya bimbang jika berlaku mismanagement kepada pesakit jika saya terlalu stress. Saya bimbang impak keadaan ini kepada pesakit saya.

Saya mengadu kepada Allah atas ketidakadilan sistem ini terhadap saya. Ya Allah, dunia ini tidak adil, Engkau sahaja Yang Maha Adil... Mungkin hubunganku terlalu rapuh dengan-Mu hingga rapuh jua imanku menghadapi ujian kecil ini.

Saya mengadu kepada mak setiap kali bercakap di telefon, dan mak seperti biasa menasihatkan; "Letih macam ne pun, jangan sampai marah orang. Kalau tak suka, diam saja." Oh ibuku...kaulah cahaya hatiku.

Saya mengadu pada Shazni yang menelefon tiba-tiba seolah-olah tahu-tahu sahaja ada 'badai' yang melanda emosi saya. Terima kasih ya sahabatku atas sokongan mu...

Saya ingin melihat kehidupan ini sebagai suatu yang indah...agar saya bersabar melaluinya...

Hey baby, don't forget,
Live a life with no regrets,
You know you got to love this life,
Love your life,
How can you be blue,
When the world awaits for you,
Lovin' your life,
Life, life, life is beautiful,
Love your life.






Dan saya mahu melalui hidup di dunia ini untuk mengumpul bekal untuk ke 'sana'....

Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra'd, Ayat 26: "Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)."


Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Al-Baqorah: Ayat 200-202)

Kata bijak pandai: "Beramallah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok."

Jadi, janganlah kamu bersedih sangat wahai diri....

Sunday, August 09, 2009

Why Be A Doctor?

I begin my words with the name of Allah, the Most Gracious and the Most Merciful.

I have been preparing this article for about a month in respond to a request from a friend, who wants me to share about a life as a muslimah doctor. After a stressful week running the hospital and outpatient department (OPD) with only two of us around, finally I finished writing this articles. Hopefully it will be beneficial for me and anybody who wish to be a doctor.





When I was a little child, I’ve dreamed of being a teacher after seen my dedicated teachers working hard to educate me. I was once dreamed to be a tailor after seen my mother sewed my dress beautifully. I was once dreamed to be an architect after I saw amazingly built building.

Then my dream changed when I grew up, when I started to ‘know’ Islam better through usrah and started to learn what the purpose of life is. With the encouragement from my ustazah also naqibah, I plan to take medicine for the sake of Islam.


INTENTION

I’ve always ask myself from the beginning, why I want to be a doctor?

The Prophet Muhammad, sallallahu 'alayhi wasallam, say:
"Actions are (judged) by motives (niyyah), so each man will have what he intended. Thus, he whose migration (hijrah) was to Allah and His Messenger, his migration is to Allah and His Messenger; but he whose migration was for some worldly thing he might gain, or for a wife he might marry, his migration is to that for which he migrated." [Al-Bukhari & Muslim]

Making a decision to take medicine as a profession is an important decision in somebody’s life. I always remember what my medical school dean, Prof Mazidah told us when I was in my first year of medicine:

“If you want to be a doctor just to please your parents, just forget it. If you want to be a doctor to earn lot of money, just forget it because you will be paid with the amount that is not worth it with your workload. If you want to be a doctor because you think that you’ll be popular, forget it because people might not appreciate you.”

I know that I should always renew my intention; I want to be a doctor for the sake of Allah. I want to be a doctor to help people by healing their pain, as a person who helps people will be blessed by Allah. I want to be a doctor to fulfill the fardu kifayah need in our community. I want to be a doctor to help in developing medicine knowledge among muslims.


REQUIREMENT

To be a doctor, you need to get a good result in your SPM, enter matriculation or pre-medical program or pass your STPM (in sciece site), and then obtain a M.D or MBBS degree from any university that had been accredited by the government. Any medical school required you to complete at least 5 years of undergraduate study, but you might be extended 6 months to 2 years if you fail on your exam. The reason of such strict system in medicine is to make sure that you are graduated as a good and safe doctor for the public.

Apart from a good medical knowledge and skills in medicine, you should have extra criteria to be a good doctor which are; have extra patience, have a good public relation and communication skills, flexible, compassionate but firm.



HARDSHIP IN BECOMING A DOCTOR

When talking about hardship of being a doctor, it comes back to your intention. A good intention will help you to face all the obstacles during your carrier. As a doctor, you will not have enough rest and sleep, sometimes missed your meal, limited time for your personal matter, especially during your housemanship (first year of working). Sometimes you need to do on-call every other day, working 30 days non-stop in a month with limited days for your emergency leave, sick leave or maternity leave.

You need to have a very understanding family because you will have limited time to spend with them. You need to sacrifice your rest and manage your time wisely.

The tougher task is when dealing with people; you might sometimes be scolded by your seniors, tortured by your own colleagues, and cursed by patients and their relatives. You will face many kind of patients; fussy, angry, too many request, dependent and sometimes obsess. These kinds of attitude need to be overcomed with extra patience and calm. Sometimes you might be failed to face it especially when you are too tired, too hungry or in stress.


MUSLIMAH DOCTOR

Being a muslimah doctor, you sometimes have to face the situation that tests your faith and principles. During your very busy day with only 15 minutes time of rest, you need to skip your meal to perform you prayer. Sometimes you need to assist a long operation that you need to jama’ your prayer. The other thing is to maintain your hijab in operation theatre (OT) as hijab is not provided as one of OT attire and some medical centre does not allow you to enter OT with your own hijab. As a muslimah doctor, you need to act wisely with your source and local settings to make sure you’re not going against your religion in doing your job.


CONCLUSION


Being a good muslim doctor required a true intention, good knowledge and soft skills, strong physical and mental fitness, and a very big sacrifice. I end this article with a question: Are you willing to sacrifice to be a doctor? If you are, you will be a good one, Insya-Allah.

Wallahua’lam.

Tuesday, July 28, 2009

Senangkanlah Hatimu

This poem is perfectly written and gently motivate me about life. Used to hear it everyday in IKIM.fm before. Please appreciate it! Thank you Allah for everything...

Senangkanlah Hatimu

(Oleh Al-Anisah Mai) dipetik dalam Prof. Dr. Hamka (1996). Tasawuf Moden. Kuala Lumpur: Darul Nu’man. Halaman 337-343.

Kalau engkau kaya, senangkanlah hatimu! Kerana dihadapanmu terbentang kesempatan untuk menunaikan yang sulit-sulit. Segala perbuatanmu dihargai orang, engkau beroleh pujian di mana-mana. Engkau menjadi mulia, tegakmu teguh. Di hadapan engkau terhampar permaidani kepujian, sebab itu engkau beroleh kebebasan dan kemerdekaan.

Jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Kerana engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang selalu menimpa orang kaya. Senangkanlah hatimu kerana tiada orang yang akan hasad dan dengki kepada engkau lagi,lantaran kemiskinanmu. Kefakiran dan kemiskinan adalah nikmat, yang tidak ada jalan bagi orang lain buat kecil hati, dan tidak ada pintu bagi kebencian.

Kalau engkau dermawan, senangkanlah hatimu! Kerana dengan kedermawanan engkau dapat mengisi tangan yang kosong, telah dapat menutup tubuh yang bertelanjang, engkau tegakkan orang yang telah hampir roboh. Dengan sebab itu engkau telah menuruti perintah hatimu dan engkau beroleh bahagia: Berpuluh bahkan beratus makhluk Tuhan akan menghantarkan pujian kepada Tuhan lantaran pertolonganmu. Kesenangan hatimu yang tadinya cuma satu, sekarang akan berlipat ganda, sebab banyak orang yang telah mengecap nikmatnya.

Kalau engkau tidak kuasa jadi dermawan, itupun senangkan pulalah hatimu! Sebab engkau tidak akan bertemu dengan suatu penyakit yang selalu menular kepada masyarakat manusia, iaitu tiada membalas guna, penghilangkan jasa. Mereka ambil kebaikan budi dan kedermawananmu itu jadi senjata untuk menjatuhkan tuduhan-tuduhan yang rendah. Saat yang demikian pasti datang kepada tiap-tiap dermawan, yang menyebabkan hati kerapkali patah dan badan kerapkali lemah, sehingga hilang kepercayaan kepada segenap manusia, disangka manusia tidak pembalas guna. Padahal langkah belum sampai lagi kepada puncak kebahagiaan dan beroleh ampunan dari Tuhan.

Kalau engkau masih muda remaja senangkanlah hatimu! Kerana pohon pengharapanmu masih subur, dahan-dahannya masih rendang dan rimbun. Tujuan kenang-kenangan masih jauh.Sebab umurmu masih muda, mudahlah bagimu menjadikan mimpi menjadi kenyataan yang sebenarnya.

Kalau engkau telah tua, senangkan pulalah hatimu! Kerana engkau telah terlepas dari medan pertempuran dan perjuangan yang sengit, dan engkau telah beroleh beberapa ilmu yang berguna di dalam sekolah hidup. Engkau telah tahu firasat, mengerti gerak geri manusia dan tahu ke mana tujuan jalan yang ditempuhnya. Oleh sebab itu segala pekerjaan yang engkau kerjakan itu kalau engkau suka lebih banyak akan membawa faedah dan lebih banyak tersingkir daripada bahaya. Satu detik daripada umurmu di masa tua, lebih mahal harganya daripada bertahun-tahun di zaman muda, sebab semuanya telah engkau lalui dengan pandangan yang terang dan pengalaman yang pahit.

Kalau engkau dari turunan yang mulia-mulia, tenangkanlah hatimu! Kerana dirimu tergambar dan terpeta di dalam hati tiap-tiap sahabat itu. Kalau engkau memang di dalam kalangan sahabat yang banyak itu, lazat rasanya kemenangan dan kalau kalah tidak begitu terasa. Lantaran banyaknya orang yang menghargai dan memperhatikan engkau, engkau dapatlah insaf, tandanya dirimu mahal dan timbanganmu berat.Yang penting adalah engkau dapat keluar dari penyakit mementingkan diri seorang, memandang hanya engkau yang benar, lalu masuk ke dalam daerah yang baru, iaitu mengakui bahawa ada lagi orang lain yang pintar, yang berfikir dan kuasa menimbang.

Jika musuhmu banyak, senangkan pulalah hatimu! Kerana musuh-musuh itu ialah anak tangga untuk mencapai kedudukan yang tinggi. Banyak musuh menjadi bukti atas sulitnya pekerjaan yang engkau kerjakan.Tiap-tiap bertambah maki celanya kepada engkau, atau hasad dengkinya, atau mulutnya yang kotor atau perangainya yang keji, bertambahlah teguhnya pendirianmu bahawa engkau bukan barang murah, tetapi barang mahal, dari celaannya yang benar-benar mengenai kesalahanmu, engkau dapat beroleh pelajaran. Mula-mula maksudnya hendak meracunimu dengan serangan-serangannya
yang kejam dan keji, maka oleh engkau sendiri, engkau saring racun itu dan engkau ambil untuk pengubat dirimu mana yang berfaedah, engkau buangkan mana yang salah. Ingatlah: Pernahkah seekor burung helang yang terbang membubung tinggi memperdulikan halangan burung layang-layang yang menghalanginya?

Kalau badanmu sihat, senangkanlah hatimu! Tandanya telah ternyata pada dirimu kekayaan Tuhan dan kemuliaan nikmatNya, lantaran badan yang sihat, mudahlah engkau mendaki bukit kesusahan dan menempuh padang kesulitan.

Kalau engkau sakit, senangkan pulalah hatimu! Kerana sudah ternyata bahawa dirimu adalah medan tempat perjuangan di antara dua alam yang dijadikan Tuhan iaitu kesihatan dan kesakitan. Kemenangan akan terjadi kepada salah satu yang kuat, kesembuhan mesti datang sesudah perjuangan itu, baik kesembuhan dunia ataupun kesembuhan yang sejati.

Kalau engkau menjadi orang luar biasa, senangkan hatimu! Kerana pada tubuhmu terdapat cahaya yang terang-benderang tandanya Tuhan selalu melihat engkau dengan tenang sehingga menimbulkan kesuburan dalam fikiranmu, dilihatNya otakmu sehingga cerdas, dilihatNya matamu sehingga jadi azimat, dilihatNya suaramu sehingga jadi sihir. Bagi orang lain, perkataan dan tiap-tiap suku kalimat yang keluar dari mulutnya hanya menjadi tanda bahawa dia hidup saja. Tapi bagi dirimu sendiri menjadi cahaya yang berapi dan bersemangat, boleh meninggikan, boleh memuliakan dan menghinakan, sehingga bolehlah engkau berkuasa berkata kepada alam: “Adalah”, sehingga diapun “ada”.

Kalau engakau dilupakan orang, kurang dikenal, senangkan pulalah hatimu! Kerana lidah tidak banyak yang mencelamu mulut tidak banyak mencacatkanmu, tidak ada orang lain yang dengki kepadamu, tak ada orang yang meniatkan jatuhmu, mata tak banyak memandangmu. Itu, dihadapanmu ada puncak bukit dan engkaupun salah seorang dari anggota masyarakatmu. Rumah batu yang indah, berdiri di atas kumpulan tanah dan pasir-pasir yang kecil. Dengan demikian itu, engkau akan merasai kesenangan hati yang kerapkali tidak didapat oleh yang bibirnya tak pernah merasai air hidup dan rohnya tak pernah mandi di dalam kolam ilham.

Kalau sahabatmu setia kepadamu, tenangkanlah hatimu! Kerana pertukaran siang dan malam telah menganugerahi engkau kekayaan yang paling kekal.

Kalau kawanmu khianat, senangkan juga hatimu! Sebab kalau kawan-kawan yang khianat itu mungkir dan meninggalkan engkau, tandanya dia telah memberikan jalan yang lapang buat engkau.

Kalau tanah airmu dijajah atau dirimu diperhambakan, senangkanlah hatimu! Sebab penjajahan dan perhambaan membuka jalan bagi bangsa yang terjajah atau diri yang diperhamba kepada perjuangan melepaskan diri dari belenggu. Itulah perjuangan yang menentukan hidup atau mati, dan itulah yang meninggalkan nilai. Ketahuilah bahawa tidaklah didapat suatu bangsa yang terus menerus dijajah.

Jika engkau dari bangsa merdeka, senangkanlah hatimu! Sebab engkau duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan bangsa-bangsa yang lain, ada bagimu kesempatan mencari kekuatan baru. Kemerdekaan itu mesti diisi dengan bahan-bahan yang baik, dan bagimu terbuka kesempatan yang seluas-luasnya untuk itu.

Kalau engkau hidup dalam kalangan orang-orang yang kenal akan diri dan cita-cita engkau, senangkan hatimu! Kerana di sana engkau dapat mengusahakan tenaga muda
setiap hari, dan kekuatan pun bertambah, roh serta semangat menjadi baru. Engkau bertambah subur dan tegak, menaungi lautan dan daratan.

Kalau engkau hidup dalam kalangan masyarakat yang masih rendah, yang tidak mengerti bagaimana menghargai cita-cita orang, sehingga engkau merasa ’sial-dangkal’, maka senangkanlah hatimu! Kerana dengan sebab itu engkau beroleh kesempatan jadi burung, lebih tinggi terbangmu daripada orang-orang yang patah sayap itu. Engkau boleh melayang ke suatu langit khayal, untuk mengubati fikiranmu yang gelisah, untuk melepaskan dahaga jiwamu.

Kalau engkau dicintai orang dan mencintai, senangkanlah hatimu! Tandanya hidupmu telah berharga, tandanya engkau telah masuk daftar orang yang terpilih. Tuhan telah memperlihatkan belas kasihan-Nya kepadamu lantaran pergaduhan hati sesama makhluk. Dua jiwa di seberang masyrik dan maghrib telah terkongkong di bawah satu perasaan di dalam lindungan Tuhan. Di sanalah waktunya engkau mengetahui rahsia perjalanan matahari di dalam falak, ketika fajarnya dan terbenamnya, tandanya Tuhan telah membisikkan ketelingamu nyanyian alam ini. Lantaran yang demikian dua jiwa berenang di langit khayal, di waktu orang lain terbenam. Keduanya berdiam di dalam kesukaan dan ketenteraman, bersenda gurau di waktu bersunggguh-sungguh.

Jika engkau mencinta tetapi cintamu tidak terbalas, senangkanlah hatimu! Kerana sesungguhnya orang yang mengusir akan jatuh kasihan dan ingin kembali kepada orang yang diusirnya itu setelah ia jauh dari matanya, dia akan cinta, cinta yang lebih tinggi darjatnya daripada cinta lantaran hawa. Terpencil jauh membawa keuntungan insaf, kebencian meruncingkan cita-cita dan membersihkan perbuatan. Sehingga lantaran itu hati akan bersih laksana bejana kaca yang penuh berisi air khulud, air kekal yang dianugerahkan Tuhan. Dengan sebab itu, engkau akan beroleh juga kelak tempat merupakan cinta itu, kalau tak ada pada insan, akan ada pada yang lebih kekal daripada insan. Bersedialah menerima menyuburkan cinta, walau bagaimana besarnya tanggunganmu, kerana cinta memberi dan menerima, cinta itu gelisah tetapi membawa tenteram. Cinta mesti lalu di hadapanmu, sayang engkau tak tahu bila lalunya. Hendaklah engkau menjadi orang besar, yang sanggup memikul cinta yang besar. Kalau tak begitu, engkau akan beroleh cinta yang rendah dan murah, engkau menjadi pencium bumi, engkau akan jatuh ke bawah, tak jadi naik ke dalam benteng yang kuat dan teguh, benteng yang gagah perkasa yang sukar tertempat oleh manusia biasa. Kerana tugu cita-cita hidup ini berdiri di seberang kekuasaan dan kemelaratan yang diletakkan oleh kerinduan kita sendiri.

Merasa tenteramlah selalu, senangkanlah hatimu atas semua keadaanmu, kerana pintu bahagia dan ketenteraman itu amat banyak tak terbilang kesulitan perjalanan hidup kian minit, kian baru.

Merasa senanglah selalu!

Merasa tenteramlah!

Cemburu Tandanya...

Respon kepada soalan Adik Anonymous:

“Saya nak minta pandangan dari akak cara untuk mengelakkan cemburu. Sejak akhir-akhir ini perasaan cemburu terhadap orang di sekeliling saya termasuk teman rapat saya sering timbul. Saya merasakan diri saya tak sebaik mereka. Kadang-kadang saya tidak bertegur sapa hanya kerana soal cemburu.”



Perkongsian untuk direnungkan bersama:

Sebagai manusia biasa yang serba kekurangan, kita kadang-kadang dilanda rasa cemburu apabila melihat seseorang punya kelebihan berbanding kita. Rasa cemburu kadang-kadang mengabui mata hingga kita melihat diri kita sebagai orang yang serba kurang dan orang lain sentiasa lebih dari kita.

Saya pernah rasa cemburu pada teman yang keputusan peperiksaannya lebih cemerlang daripada saya. Cemburu itu membuatkan saya menangis kerana merasa kalah dan terus mendorong saya berusaha keras menyaingi mereka.

Saya pernah rasa cemburu pada teman yang punya keluarga yang kaya raya. Saya mencemburui mereka kerana bisa memiliki pakaian yang cantik dan baru, mencemburui mereka kerana memiliki barangan yang berjenama, mencemburui mereka kerana berpeluang memiliki apa sahaja yang diingini.

Saya pernah rasa cemburu pada teman yang punya wajah cantik dan diminati ramai. Yang sentiasa mendapat pujian dan perhatian. Tetapi saya tiada daya dalam menambah kecantikan saya kerana saya telah dilahirkan dengan rupa saya yang begini.

Itu kisah saya dahulu, sebelum saya kenal agama, sebelum saya pasti tujuan hakiki hidup ini. Persoalannya, di manakah duduknya rasa cemburu kita? Apakah rasa cemburu kita sekadar suatu rasa yang berlalu di hati kemudian hilang atau ia menghantui pemikiran hingga menyebabkan jiwa tertekan dan iman berkurang?

Rasa cemburu jika dibiarkan menguasai diri boleh melarat kepada kedengkian. Untuk menangani secebis perasaan ini, kita haruslah mempunyai ilmu tentangnya. Kita perlu faham akan besarnya bahaya kedengkian agar dapat meletakkan rasa iri dan cemburu kita pada tempat yang sebetulnya.

Rasulullah bersabda bermaksud: “Takutlah kamu semua akan sifat dengki sebab sesungguhnya dengki itu memakan segala kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (Riwayat Abu Daud daripada Abi Hurairah)





Menurut Imam Al-Ghazali, dengki itu ada tiga macam:

Pertama; menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang dan digantikan kepadanya.

Kedua; menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang sekalipun ia tidak dapat menggantikannya, baik kerana merasa mustahil dirinya akan dapat menggantikannya atau memang kurang senang memperolehinya atau sebab lain. Asal orang itu jatuh, ia gembira. Ini lebih jahat daripada dengki yang pertama.

Ketiga; tidak ingin kalau kenikmatan orang lain itu hilang tetapi ia benci kalau orang itu mendapat kenikmatan lebih daripada kenikmatan yang dimilikinya.
Dengki hanya dimiliki orang yang berjiwa rendah dan sifat itu mendorongnya berangan-angan kosong untuk mendapatkan kenikmatan yang dimiliki orang lain.


Dalam Islam, rasa dengki dan iri hanya dibolehkan dalam dua perkara:

Ibn Masud meriwayatkan, Rasulullah ada bersabda bermaksud: “Tidak digalakkan adanya perasaan iri hati melainkan pada dua keadaan. Pertama, keadaan orang yang dikurniakan Allah harta benda dan membelanjakannya kepada perkara kebajikan. Kedua keadaan orang yang dikurniakan ilmu pengetahuan Agama lalu ia beramal dengannya dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Tarmizi)

Begitulah agama Islam yang mulia menasihati kita tentang dengki. Setelah memahami semuanya, tanyalah dirimu, apakah rasa cemburumu di luar atau di dalam lingkungan dua perkara yang dibenarkan agama. Jika tidak, hapuskanlah rasa cemburumu itu.

Namun begitu, rasa cemburu kadang kala hadir juga. Bagaimanakah kita dapat menanganinya? Bagi menjawab soalan adik Anonymous, antara tips menangani sifat cemburu ialah:

1. Merasa qanaah (cukup) dengan apa yang dikurniakan Allah kepadamu. Sentiasa merasakan rezeki yang dikurniakan Allah dalam bentuk apa pun adalah yang telah ditetapkan buat kita dan adalah yang terbaik untuk kita. Merasai berpada dan syukur atas nikmat yang diberi mendatangkan rasa lapang dan redha dalam menerimanya.

2. Menjadikan rasa cemburu sebagai sesuatu yang positif iaitu menjadikan ia dorongan untuk berusaha bersungguh-sungguh memperbaiki serta memajukan diri. Menjadikan ia sebagai satu motivasi untuk berlumba-lumba membuat kebaikan (fastabiqul khoirat) terutamanya dalam menuntut ilmu untuk meningkatkan darjat diri di sisi Allah.

3. Katakan pada diri bahawa aku adalah yang terbaik, aku diciptakan cukup sempurna. Mempercayai bahawa setiap orang punya kelebihan tersendiri. Mungkin anda tidak cantik, tetapi anda bijak belajar. Mungkin anda tidak bijak belajar, tetapi anda punyai kemahiran berniaga atau memasak. Mungkin anda miskin, tetapi anda sempurna anggota. Tinggal sahaja anda menggilap segala kelebihan yang Allah berikan kepada anda untuk mencemerlangkan diri. Buangkan rasa rendah diri yang melemahkan semangat anda.

4. Melihat sesuatu hikmah di sebalik kekurangan yang dimiliki dan mensyukurinya. Anda mungkin miskin tetapi anda punyai keluarga yang bahagia. Anda mungkin anak yatim tetapi anda punyai kasih sayang dari teman-teman serta mampu pergi ke sekolah. Anda mungkin tidak cantik tetapi anda selamat dari kedengkian manusia. Anda mungkin tidak miliki segala yang anda ingini, tetapi anda juga tidak kurang sifat berbanding insan lain yang lebih malang nasibnya daripada anda.

5. Tips ulama dalam menghadapi rasa cemburu ialah melihat orang yang di bawah anda dalam perkara duniawi, tetapi melihat orang yang di atas anda dalam perkara agama.

Kunci kepada mengatasi rasa cemburu ini adalah meyakini bahawa dunia ini bersifat sementara dan hanyalah ladang untuk akhirat. Apalah guna kita menyesakkan hati dengan kedengkian dan cemburu sedangkan nilai dunia di sisi Allah adalah lebih kecil dari sebelah sayap lalat.

Wallahua'lam. Buat Adik Anonymous, semoga perkongsian ini ada manfaatnya dan menjadi muhasabah untuk kita bersama.

Monday, July 27, 2009

Ngiling Bidai

Malam minggu yang lepas, saya dijemput menghadiri majlis penutupan gawai (Malam Ngiling Bidai) anjuran Kelab Perubatan di tempat saya bertugas. Sebenarnya saya kurang gemar dengan mana-mana majlis yang saya jangka banyak aktiviti yang lagho seperti berkaraoke, tari menari dan yang serupa dengannya. Namun,atas dasar meraikan rakan setugas, memenuhi jemputan dan mahu belajar budaya masyarakat lain, saya gagahkan jua menghadirinya. Apatah lagi sebahagian besar kakitangan hospital dari suku kaum Dayak. Siapa tahu, ada ruang untuk sedikit dakwah.

Saya diminta merasmikan majlis kerana pengarah hospital tidak hadir pada majlis berkenaan. Dalam ucapan perasmian, sempat juga saya berpesan tentang kepentingan perpaduan dan silaturrahim serta menasihatkan agar rakan-rakan yang bukan muslim tidak minum minuman keras berlebihan dan tidak memandu di bawah pengaruh alkohol untuk mengelakkan kemalangan. Meskipun pesanan saya disampaikan dalam gurauan bersahaja, saya sangat berharap semoga ada yang masuk ke hati. Upacara perasmian disempurnakan dengan menyumpit belon. Pertama kali saya menyumpit, terus mengenai sasaran. Rasa lucu dan 'excited' sedikit dengan pengalaman itu.




Makanan disediakan oleh katering muslim dan tuak mahupun arak yang dibawa pihak penganjur tidak diletakkan di meja yang sama, cuma 'disembunyikan' di bahagian pengerusi majlis. Ironinya, bila majlis makan malam bermula ada pula upacara membaca doa makan. Saya melihat dari sudut positif, mereka sangat menghormati agama Islam. Saya mensyukurinya.

Lucunya ada juga yang berani 'request' untuk saya berkaraoke menghiburkan semua yang hadir. Saya menggeleng sambil tersenyum, membayangkan saya naik ke pentas menyanyikan lagu Sepohon Kayu. Saya mengelak sambil berfikir-fikir alasan untuk 'lari'. Sempat juga saya berimaginasi saya memberi ceramah tentang aurat wanita kepada rakan-rakan bukan muslim jika saya dipaksa juga menyanyi. Namun mereka dengan mudahnya menerima penolakan saya. Mungkin mereka juga tidak terbayangkan bagaimana saya akan menyanyi dan menari di hadapan orang ramai.

Saya tidak senang berlama-lama di majlis tersebut. Alhamdulillah, panggilan telefon dari rakan yang bertugas oncall meminta bantuan untuk membuat prosedur di wad 'menyelamatkan' saya. Saya mohon izin balik selepas itu.

Sejak bekerja, banyak perkara yang dilalui menguji pendirian diri. Kadang-kadang kita tersepit dalam perkara sebegini. Saya tertanya-tanya pada diri. Bagaimana ya?

Kasihan Jagat...

Saya baru selesai makan tengahari bersama teman sekerja di bilik rawatan. Tiba-tiba ada panggilan telefon dari operator bertanyakan saya, "Doktor, kenak cermin belakang kereta kitak pecah?" Saya terkejut beruk (kata orang) sambil bertanya berkali-kali, "Benar kah?" kurang percaya bercampur andaian kalau-kalau beliau bergurau atau ingin mengenakan saya.

Saya bergegas ke tempat parkir kereta, menuju ke arah Jagat (kereta saya dinamakan demikian oleh adik kesayangan saya kerana perawakan nya yang nampak gagah perkasa, hehe), menyaksikan cermin belakang yang retak kecil-kecil keseluruhannya. Bermacam-macam spekulasi yang saya buat, mengandaikan ada batu yang menghentam cermin belakang ketika pekerja memotong rumput dengan mesin pemotong rumput di tepi jalan berhampiran. Sempat juga saya mengingati kembali adakah saya menyakiti hati sesiapa hari ini hingga disabotaj kereta saya (rasa macam drama Melayu pulak). Tetapi melihat kepada keadaan keretakan tersebut, tidak mungkin kereta saya dipukul objek keras.

Saya menghubungi rakan yang bertugas di Bahagian Trafik IPD Betong yang dengan senang hati membantu. Sebentar kemudian dua orang anggota polis dari IPD tiba, melihat-lihat dan membuat kesimpulan bahawa keretakan kereta saya disebabkan pemanasan melampau. Ganas sungguh kepanasan ini, terkejut saya. Masakan cermin kereta boleh pecah kerana panas, tak pernah saya terfikir. Katanya, disebabkan cuaca terlampau panas dan saya tidak merenggangkan cermin tingkap, udara panas terperangkap dan menyebabkan cermin pecah. Wah, ilmu baru dan pengajaran berharga.

Dengan bantuan warga kakitangan hospital yang baik budi, kaca-kaca dibersihkan dan tingkap belakang kereta saya ditutup dengan plastik tebal lutsinar. Cukuplah untuk beberapa hari sebelum saya membawanya ke Perodua untuk dibaiki.

Sedih sedikit, maklumlah kereta baru sahaja berusia 4 bulan. Tetapi, saya berfikir-fikir, mencari hikmah, mengharap moga-moga musibah ini menjadi kaffarah dosa-dosa yang yang tak terkira banyaknya. Mencari-cari hikmah kalau-kalau itu adalah teguran dari-Nya atas kelalaian dan kesombongan saya.

Teman saya berkata, "Jangan sedih, at least kitak masih ada kereta. Orang lain sekda kereta terpaksa jalan kaki. Sedih agik..." Saya menyambut nasihatnya dengan anggukan, senyuman tanda setuju. "Alhamdulillah..." bisik hati saya.

Pasti ada insan lain yang lebih teruji dan derita dari kita. Maka senyumlah....

Saturday, July 18, 2009

Belasungkawa




"Assalamualaikum. Ustaz Awg Pon telah kembali ke rahmatullah. Innalillah....Al-Fatihah." Mesej dari Sham pada maghrib semalam megejutkan saya. Saya baca berulangkali untuk memastikannya. Sejurus mesej dari beberapa sahabiyah lain masuk mengkhabarkan berita yang sama. Saya dan sahabat berkongsi kesedihan atas pemergiannya tapi akur bahawa tiap-tiap yang bernyawa pasti kembali pada-Nya.

Ustaz Awang Pon saya kenali sejak menuntut di UNIMAS dan aktif dalam PERKEPIS. Yang tutur kata nya lembut menyejuk jiwa. Rendah dirinya meski pada yang lebih muda. Yang tidak putus bertanya khabar. Yang tidak jemu mencurah ilmu dan hikmah dalam menyampai nasihat. Yang sifat kasih sayang nya terjelma dalam setiap tindakannya. Sungguh, kebaikan sedemikian hanya mampu lahir dari jiwanya yang bersih.

Kali terakhir saya bertemu beliau beberapa hari selepas pemergian arwah ayah saya awal bulan April 2008. Beliau yang rendah hati menghadiri majlis tahlil arwah ayah saya bersama isterinya Auntie Husna. Meski kesihatannya juga kurang baik, beliau memandu sendiri dalam kepayahan mencari rumah saya. Begitulah dia menghargai orang lain tanpa mengira siapa.

Kali terakhir saya berbual dengan beliau pula dua bulan lepas melalui panggilan telefon saya untuk bertanya khabarnya. Ketika itu beliau berada di rumah anaknya Syifa' untuk menjalani rawatan. Suaranya seperti biasa dan perbualan kami saya singkatkan lantaran tidak mahu mengganggu rehatnya.

Terkilan kerana tidak sempat bertemunya di saat-saat kesakitannya. Besar jasanya dalam penyebaran dakwah di Sarawak. Semoga Allah menempatkannya di kalangan orang yang dicintai-Nya, dibalas dengan kebaikan yang berpanjangan, dan dimasukkan ke syurga-Nya. Amin...

Friday, July 10, 2009

Kenapa Beralasan?

Ada orang berusaha sehabis daya, tenaga, masa, jua harta cuba mencapai apa yang dicita. Ada orang pula mencipta pelbagai alasan untuk ‘lari’ dari tanggungjawab dan tuntutan. Betullah kata pepatah: HENDAK SERIBU DAYA, TAK HENDAK SERIBU DALIH. Yang menariknya orang yang berusaha bersungguh-sungguh itu, selalu nya meraih kebahagiaan. Orang yang sering beralasan dari tanggungjawab pula sering diburu resah dan dosa.

* * * * *

HENDAK SERIBU DAYA, MAHU SERIBU CARA:

Ketika balik dari ‘review’ pesakit di ward sekitar waktu maghrib suatu hari, mata saya menangkap kelibat sesuatu bergerak-gerak di hadapan pintu Dewan Bedah. Setelah saya amati, rupa-rupanya seorang lelaki sedang bangkit dari pergerakan rukuk nya lantas iktidal dan bersujud. Teringat pula surau yang ditutup kebelakangan ini kerana bangunan yang menempatkan surau dikuarantin untuk ‘standby’ kes H1N1.

Teringat pula seorang pakcik yang menghamparkan kain di sisi katilnya untuk alas tempat solatnya ketika sedang dirawat di hospital untuk sakit asma yang teruk. Walaupun terpaksa berkongsi ruang yang sempit ditambah pula keadaan yang tidak sihat, beliau masih mampu mengerjakan solat berdiri.

Seorang pakcik yang telah lumpuh kedua kakinya akibat kecederaan tulang belakang lebih sepuluh tahun lepas telah dimasukkan ke wad kerana disyaki menghidap peritonitis. Dalam sakit dan lumpuhnya, sempat juga beliau menunaikan solat zuhur di atas kerusi rodanya dengan bantuan ahli keluarganya.

Subhanallah, alhamdulillah…bisik saya di dalam hati. Terdetik rasa kagum dan syukur pada hamba-hamba Allah tersebut yang tetap istiqomah menyembah-Nya walau di mana.





TAK HENDAK SERIBU DALIH:

“Saya tak dapat solat sebab badan saya kotor, najis…” alasan seorang hamba Allah apabila diajak solat subuh sekali ketika singgah dalam perjalanan.

“Susah lah nak pakai mekap balik kalau muka dah basah kena air wudhu’,” ujar seorang wanita memberi alasan kenapa tidak solat zuhur semasa rehat tengahari di pejabatnya.

“Tak ada tempat solat di tempat kerja saya, macam mana nak solat?” ujar seorang lagi.

“Saya sibuk sangat hari ni, tak sempat nak sembahyang!” kata seorang pula.

“Saya tak ada telekung, tak dapatlah solat,” ujar seorang wanita.

“Saya nak solat, tapi hati saya belum terbuka,” ujar seseorang yang entah bila hatinya akan terbuka.

* * * * *


Benarlah firman Allah: “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`.” (Surah Al-Baqorah: Ayat 45)

Maha Suci Allah, dengan tuntutan wajibnya solat, Allah memberi rukhsoh atau keringanan bagi hamba-Nya dalam melaksanakannya. Ada rukhsoh ketika sakit, di mana dibenarkan solat mengikut kadar kemampuan; jika tidak mampu berdiri tegak, boleh saja solat duduk ataupun baring, mengikut isyarat mata, malah hati sekalipun. Ada rukhsoh ketika perang yang dinamakan solat khauf. Ada juga rukhsoh ketika musafir dan keadaan tertentu, di mana dibenarkan jama’ juga qosar.

Solat pula tidak terhad tempatnya di masjid atau musolla. Boleh saja solat di dalam kenderaan jika keadaan mendesak, boleh saja solat di tanah lapang beralaskan rumput yang bersih, dan tak salah jika solat di tepi jalan. Juga tidak semestinya memakai telekung atau ketayap atau beralas sejadah baru bisa solat, cukuplah dengan pakaian menutup aurat dan di tempat bersih, boleh saja kita bersolat. Juga tidak perlu masa yang lama hingga sejam dua untuk solat, jika terlalu sibuk sekalipun, lima ke sepuluh minit juga sempat solat.

Hanya satu yang tidak dibenarkan; TIDAK SOLAT!





Maka kenapa kita masih beralasan? Apakah kita lebih uzur berbanding seorang tua yang lumpuh, lebih sibuk daripada seorang Nabi yang membawa risalah agama, dan mekap di muka lebih penting dari melaksanakan perintah Allah?

Tepuk dada, tanyalah iman...


“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Surah Huud: Ayat 114)

Wednesday, July 08, 2009

PPSMI dimansuhkan mulai 2012

malaysiakini.com

8 July 2009, kemaskini 5.05pm

Dasar kontroversi Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) dimansuhkan sepenuhnya tiga tahun lagi, demikian diumumkan menteri pelajaran.

Tan Sri Muhyiddin Yassin itu berkata di sekolah kebangsaan, bahasa Melayu akan menggantikan bahasa Inggeris untuk mengajar dua matapelajaran itu.

Sementara sekolah jenis kebangsaan Cina dan Tamil akan menggunakan bahasa ibunda masing-masing, tambahnya.

Pemansuhan itu dijalankan berperingkat-peringkat sehingga semua pelajar yang terlibat dengan dasar itu tamat peringkat masing-masing pada 2014.

Dasar yang diperkenalkan sejak 2003 itu mendapat semakin banyak bantahan, khususnya sejak awal tahun ini apabila sekumpulan aktivis bahasa berjaya menggerakkan ribuan orang berarak ke Istana Negara.

Dalam sidang media khas di Putrajaya, Muhyiddin berkata kabinet hari ini meluluskan cadangan strategi kementeriannya untuk memartabatkan bahasa Melayu dan memantapkan pengajaran bahasa Inggeris.

"Strategi ini dirangka berdasarkan hasil kajian dan pemantauan yang telah dilakukan oleh Kementerian Pelajaran mengenai PPSMI sejak dasar ini mula dilaksanakan pada 2003," katanya.

Muhyiddin menyebut beberapa kelemahan besar dalam PPSMI yang mendesak kerajaan mengembalikan dasar bahasa pengantar untuk pengajaran dua subjek teknikal itu.


Rentetan pelaksanaan PPSMI

Julai 2002 - Mesyuarat khas jemaah menteri, waktu itu perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, meluluskan dasar baru Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI)

Januari 2003 - Dasar ini diperkenalkan berperingkat-peringkat dengan dimulai Tahun 1 untuk peringkat sekolah rendah, Tingkatan 1 dan Tingkatan 6 Rendah untuk sekolah menengah

Januari 2007 - Pelaksanaan penuh PPSMI untuk peringkat sekolah menengah

Januari 2008 - Pelaksanaan penuh PPSMI untuk peringkat sekolah rendah

Mac 2009 - Lebih 8,000 menyertai demonstrasi membantah PPSMI dengan berarak ke Istana Negara. Ia didukung Gerakan Mansuhkan PPSMI (GMP) yang diketuai oleh Datuk A Samad Said dan Datuk Dr Hassan Ahmad.

Mac 2009 - Satu kajian mendapati PPSMI hanya berjaya meningkatkan empat peratus penguasaan bahasa Inggeris tetapi sebaliknya mengurangkan minat untuk mempelajari Sains dan Matematik.

Kajian 53 pakar bahasa itu, merumuskan dasar kontroversi tersebut "menimbulkan kerugian berganda kepada kepada murid, terutama kepada 75 peratus murid yang tergolong dalam kategori (pencapaian) sederhana dan lemah dalam tiga mata pelajaran terbabit, Bahasa Inggeris, Sains dan Matematik."

Mei 2009 - Kesemua lima Sasterawan Negara yang masih hidup menolak dasar ini - sekali gus mencipta rekod sejarah budayawan menentang dasar kerajaan tersebut.

Jun 2009 - Ketua Pemuda Umno, Khairy Jamaluddin Abu Bakar turut mempertikaikan dasar tersebut dengan memberi amaran "jangan jadikan pelajar bahan ujian" dasar yang "jelas mempunyai pelbagai kelemahan ketara."

Menteri Besar Johor, Datuk Abdul Ghani Othman pula berkata "salah, tidak beretika dan tidak rasional jika dasar pendidikan negara diputuskan melalui prasangka, emosi, persepsi dan andaian individu-individu tertentu yang tidak mempunyai kepakaran dalam bidang pendidikan sebenarnya."

Julai 2009 - Menteri Pelajaran, Tan Sri Muhyiddin Yassin, mengumumkan dasar PPSMI dimansuhkan sepenuhnya pada 2012.

Sunday, July 05, 2009

Carilah Redha Tuhan

Muhasabahku dalam meniti hidup yang penuh warna:

Tidak semua manusia akan berpuas hati dengan keputusan mahupun tindakan kita. Apa yang kita lakukan, di hadapan atau di belakang kita kadang-kadang akan menerima kritikan orang lain. Jika tindakan kita benar atau haq, manusia yang anti kepada kebenaran akan mengkritik kita. Apatah lagi jika tindakan kita batil, tentulah lebih ramai yang membencinya.

Orang yang memegang jawatan teratas sering dikritik. Ada suara-suara yang mempertikaikan keputusan; dianggap tidak adil, berat sebelah, tidak bertimbang rasa. Bila kita cuba menyenangkan hati suatu pihak, ada pihak lain pula yang akan marah. Ada kalanya kita menegur kesalahan dengan niat untuk memperbaiki keadaan, tetapi dianggap pula menunjuk pandai dan cerewet lantaran sikap sesetengah pihak yang tidak mahu menerima teguran.

Apa pun kritikan orang pada kita, janganlah cepat melatah, malah jadikanlah ia sebagai muhasabah diri. Mungkin ada tindakan kita yang menzalimi orang lain juga kurang tepat di sisi syara’, maka perbaikilah dan cerahilah.

Jika orang mengkritik kita padahal urusan kita telah dilaksanakan sebaiknya, bersabarlah dan berlapang dada. Beserahlah segalanya pada Allah, moga-moga kita dijauhi dari kezaliman dan dibukakan hati mereka yang mengkritik itu untuk menerima kebenaran.

Kata Imam Syafie: “Sampai bila-bila pun kita tidak mampu dan akan mencapai kesemua redha manusia.”


Maka berbuatlah sesuatu hanya kerana Allah, kerana jika kita melakukan sesuatu semata-mata kerana-Nya, kita akan melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya dan terlepas dari belenggu resah mencari redha manusia.


CARILAH REDHA TUHAN

Carilah redha Tuhan, kita tidak akan kecewa
Carilah redha Tuhan, kelak kita akan tenang
Jangan cari redha manusia, kita akan kecewa
Suka manusia kepada kita bukan berpanjangan
Adakala dia suka kepada kita, sukanya pura-pura
Suatu hari nanti akan nyata juga
Adakalanya redhanya kepada kita, di waktu kita senang
Setelah kita susah, kita dibuang dan ditendang
Janganlah membuat sesuatu kerana keredhaan manusia
Kerana manusia ramai yang tidak mengenang jasa

Buatlah sesuatu untuk keredhaan Tuhan
Manusia suka atau benci tak usah dipedulikan
Yang penting kita buat itu Tuhan suka
Yang penting usaha kita itu Tuhan redha
Dengan manusia tak usah ambil kira
Manusia hendak puji atau manusia hendak caci itu soal dia
Yang penting apa kata Tuhan
Keredhaan Tuhan itu penting
Redha-nya adalah balasan
Balasan-nya adalah berkekalan

Monday, June 15, 2009

Pengguguran

“Makcik, saya terpaksa mengesahkan anak makcik tidak layak mengikuti pengajian di IPT bagi pemeriksaan kesihatan ini kerana dia mengandung,” saya memulakan bicara brhati-hati selepas bertanya sedikit sejarah calon. Calon tersebut ditemani oleh ibunya yang lengkap bertudung. Sebelumnya saya telah dimaklumkan tentang kes tersebut oleh Pembantu Perubatan lantas saya membuat panggilan ke Bahagian Hal Ehal Pelajar IPT berkenaan. Setelah bercakap dengan pegawai bertugas, saya dimaklumkan bahawa calon yang mengandung tidak dibenarkan mendaftar pengajian kerana dibimbangi mengganggu pelajaran.

“Tapi doktor, anak saya memang nak sangat sambung belajar. Biar lah saya ikhtiar cara lain dahulu sebelum dia mendaftar,” rayu makcik tersebut. Saya memahami kekecewaannya bila mendapat tahu si anak yang dijaga bagai menatang minyak yang penuh tiba-tiba hamil di luar nikah.

“Ikhtiar macam mana maksud makcik?” saya bertanya mendapatkan kepastian.

“Makcik dah belanja banyak untuk bayar yuran anak makcik. Biarlah makcik ikhtiar cara lain dulu doktor…” wanita yang saya kira sebaya ibu saya itu merayu lagi.

“Ikhtiar macam mana makcik? Nak gugurkan kandungan?” saya merasakan suara saya mula berubah bila melemparkan soalan ini.

“Ya doktor…” balasnya perlahan. Menyirap darah saya mendengar jawapannya lalu pantas saya menjawab, “Makcik tahu tak berdosa menggugurkan kandungan? Dah lah berdosa, salah pulak dari segi undang-undang.”



Apakah Pengguguran?

Pengguguran (bahasa Inggeris: abortion) merupakan penyingkiran atau pengeluaran embrio atau fetus dari uterus ibu , dan mengakibatkan kematian embrio atau fetus itu.

Berikut merupakan istilah-istilah perubatan untuk mengkategorikan pengguguran:

• Pengguguran spontan (keguguran): Kematian atau penyingkiran bayi dari rahim akibat trauma tak sengaja atau sebab semula jadi. Keguguran sebagini boleh disebabkan replikasi kromosom tidak betul, atau faktor persekitaran lain.

• Pengguguran aruhan Pematian atau penyingkiran bayi dari rahim yang dilakukan dengan sengaja oleh manusia sendiri. Pengguguran seperti ini boleh dikategorikan kepada:
o Pengguguran terapeutik: Pengguguran yang dilakukan bagi:
 Menyelamatkan nyawa wanita yang hamil
 Memelihara kesihatan fizikal atau mental wanita
 Menghentikan kehamilan yang akan melahirkan bayi yang mempunyai gangguan kongenital yang membawa maut atau keadaan tak sihat yang teruk
 Mengurangkan jumlah fetus secara berpilih, untuk mengurangkan risiko kesihatan yang berkaitan dengan kehamilan berganda.

o Pengguguran elektif: Pengguguran untuk sebab-sebab lain.
Perkataan "pengguguran" sendiri selalunya dikaitkan dengan pengguguran aruhan.



Apakah Hukum Menggugurkan Kandungan?

Hukum Menggugurkan Janin dalam keadaannya yang berbeza :

1. JANIN mengidap Penyakit yang ringan (tidak mengakibatkan kematian) yang boleh diubati.
Hukumnya : HARAM sebelum 4 bulan dan selepas

2. JANIN mengidap kecacatan ringan yang tidak boleh diubati tetapi ia boleh hidup. Seperti Buta, Cacat sebelah tangan, atau kedua-duanya, cata kaki, kurang jari dan sebagainya .
Hukumnya : HARAM jika umur janin melebihi 4 bulan, HARUS kiranya umur bayi di bawah 4 bulan.

3. JANIN mengidap Kecacatan yang Serius yang membawa kematian . seperti tiada kepala, tiada paru2 dan sebagainya
Hukumnya : Biasanya janin akan gugur dengan sendirinya. Tiada hukum.

4. JANIN mengalami kecacatan anggota yang membawa akan membawa kematian sejurus selepas dilahirkan.
Hukumnya : Terdapat perbezaan pandangan ulama':
a) HARUS sebelum 4 bulan, Haram selepas 4 Bulan.
b) HARUS walaupun selepas 4 bulan, dengan syarat, Keyakinan tinggi hasil analisa Doktor2 pakar.

5. JANIN menghidapi penyakit AIDS.
Hukumnya : HARUS sebelum 4 bulan , Haram selepas 4 Bulan.

6. JANIN yang terhasil akibat dirogol
Hukumnya : HARUS digugurkan hanya sebelum 4 Bulan.

7. JANIN yang sihat @ sakit @ cacat tetapi nyawa Ibu terancam kiranya janin dilahirkan.
Hukumnya : HARUS gugur janin samada sebelum atau selepas 4 bulan, kerana nyawa Ibu diutamakan dalam hal ini.


Firman Allah yang bermaksud: "Dan janganlah kamu membunuh nyawa manusia yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar (di sisi syarak)." (Surah Al-An'am : 151)



Pengguguran Dari Aspek Undang-undang:

“Kanun Keseksaan” seksyen 312 di bawah tajuk “menyebabkan keguguran” menyatakan bahawa “barang siapa dengan sengaja menyebabkan seseorang perempuan yang hamil gugur hendaklah jika keguguran itu tidak disebabkan dengan suci hati bagi maksud menyelamatkan nyawa perempuan itu diseksa dengan penjara selama tempoh yang boleh sampai tiga tahun, atau dengan denda, atau dengan kedua-duanya, dan jika perempuan itu mengandung anak yang telah bersifat, hendaklah diseksa dengan penjara selama tempoh yang boleh sampai tujuh tahun, dan bolehlah juga dikenakan denda.”



“Tapi doktor…anak saya memang nak sangat sambung belajar…lagi pun yuran semua dah dibayar,” rayu nya lagi. Apa yang boleh saya buat pada rayuannya?

“Makcik, yuran tu, makcik boleh uruskan dengan pihak IPT, minta penangguhan dulu. Bila anak makcik dah bersalin nanti, bolehlah dia belajar semula,” saya memberi cadangan.

“Jangan sesekali digugurkan bayi tu makcik. Kalaupun masalah selesai untuk jangka masa pendek, tapi dosa dan penyesalannya seumur hidup. Apa yang telah berlaku semuanya takdir, jangan bertindak tidak betul. Kalaupun tak takut dengan undang-undang, takutlah dengan Allah. Kalau tak takut juga dengan Allah, terpulang lah pada makcik,” saya membalas dengan suara bergetar, jawapan yang agak keras saya rasakan.

Saya menyudahkan mengisi borang pemeriksaan kesihatan itu dengan hati penuh kekesalan jua tak sudah mendoakan agar mereka tidak meneruskan niat yang kejam itu.

Bukan sekali saya bertemu pelajar beragama Islam yang hamil di luar nikah, tetapi baru pertama kali terang-terangan saya diberitahu bahawa mereka ingin menggugurkan kandungan. Minggu sebelumnya saya merawat beberapa pesakit lelaki bujang yang dijangkiti penyakit kelamin akibat melanggan pelacur. Sedihnya memikirkan pada usia seawal 19 tahun mereka telah melakukan zina. Apalah yang harus saya nasihati selain mengingatkan mereka kesan buruk seks rambang dari segi kesihatan juga diselitkan sedikit nasihat agama selain mengalakkan mereka agar mendirikan perkahwinan.

Terfikir juga andaikata hukum hudud dilaksanakan, pasti ramai yang disebat dan direjam sampai mati atas dosa zina mereka. Tetapi, siapa lah saya untuk menghukum.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Surah Al-Israa’: Ayat 32)


Teman-teman, apakah peranan kita?


Sumber:
http://www.e-fatwa.gov.my

http://ms.wikipedia.org/wiki/Pengguguran

http://islamictazkirah.blogspot.com/2009/05/hukum-menggugurkan-janin.html

Sunday, June 14, 2009

Merinduinya




Sentiasa di hatiku, satu nama, satu wajah yang besar jasa jua kasihnya hingga mampu ku berdiri di tempatku kini. Beliau telah pergi dan pemergiannya melukakan, tapi doa jua ingatanku tetap berterusan. Moga redha Allah menemaninya di sana. Selamat Hari Bapa buat beliau sentiasa selamanya.


Al-Fadhil Ustaz Dr. Fathi Yakan Wafat




www.ikhwan-jor.com mengkhabarkan berita yang cukup meruntun jiwa, pulangnya Dr. Fathi Yakan ke pangkuan Allah Taala pada awal hari ini. Beliau meninggal pada usia 76 tahun lantaran sakit.

Berita ini diterima selepas zuhur tadi yang juga disiarkan di aljazeera.net, qudspress.com dan lain-lain. Beritanya adalah seperti berikut:

Pada pagi sabtu, Dr Fathi Yakan telah meninggal dunia di hospital di Lubnan setelah dimasukkan ke hospital beberapa hari yang lepas kerana menghadapi masalah kesihatan yang teruk. Beliau telah menghembuskan nafasnya terakhir ketika mencapai umur 76 tahun di hospital.

Pihak hospital telah menyatakan bahawa beliau terkena serangan angin ahmar pada otaknya sehingga menyebabkan beliau telah mati klinikal (clinical death). Namun pihak perubatan dan pihak keluarga enggan mencabut alat bantuan hayat dari tubuh beliau.

Siapa yang tidak kenal Dr. Fathi Yakan. Kitab karangannya yang terkenal Apa Erti Saya Menganut Islam (atau lebih terkenal dengan panggilan 'Maza Yakni') menjadi rujukan kebanyakan kumpulan usrah pelbagai wadah.

Kini beliau sudah pergi meninggalkan kita. Permata dakwah ini sudah tiada. Moga-moga akan lahir lebih ramai tokoh dakwah sehebat Dr Fathi Yakan. Ulama agung yang mampu menjulang martabat Islam setinggi-tingginya.


Profil Dr Fathi Yakan

Dr Fathi Yakan ialah ulama dan pendakwah Islam yang terkemuka. Beliau dilahirkan di Tarablas pada tahun 1933 dan telah mendapat ijazah kedoktoran dalam pengajian Islam dan Bahasa Arab. Beliau telah terlibat dengan kerja-kerja Islam sejak tahun 50an dan telah menubuhkan Jamaah Islam pada awal 60an. Beliau telah menjawat ketua umum di dalam Jamaah Islam sehinggalah pada tahun 1992.

Pada tahun tersebut beliau telah bertanding dan telah memenangi kerusi parlimen. Beliau kekal sehinggalah pada tahun 1996. Di tahun-tahun kebelakangan ini beliau telah mengetuai jabhah Islami. Beliau telah mengambil peranan penting untuk menghentikan peperangan Mukhayyam Narul Barid di utara Lubnan diantara Tentera Lubnan dan Jamaah Fathul Islami pd tahun 2007.

Beliau telah banyak mengarang buku di antaranya Maza Ya'ni Intiami lil Islam, al-Mutasiqituna Fala Toriq Da'wah, Kaifu Nadwu lil Islam dan lain-lain yang melebihi 35 buah buku.


(Disalin daripada tamanulama.blogspot.com)

Saturday, June 06, 2009

RAPUH




Tuhan, betapa aku merasakan rapuhnya diriku: Rapuh imanku ditunduk nafsuku, rapuh akhlakku dicalar amarahku, rapuh ibadahku disibukkan duniaku. Betapa aku merasakan terlalu jauh langkahku tersasar dari-Mu, hingga jarang aku merasa lazat ibadahku. Sungguh telah terhijab hatiku dari cinta-Mu, hingga tidak ku rasa berdosa melanggar perintah-Mu. Begitu kotornya akan jiwaku, hingga terlalai dalam urusan duniawiku.

Tuhan, alangkah maha besar kasih sayang-Mu, terusan menyapa dengan hidayah-Mu sedangkan aku penuh berdosa melupakan-Mu. Sungguh terlalu hebat kasih sayang-Mu terusan mendetikkan insaf dalam hatiku, sedangkan aku sering ‘berlari’ menjauhi-Mu. Begitu luasnya pengampunan-Mu mengatasi murka-Mu, sedangkan aku begitu sombong menghamparkan dosaku.

Tuhan, Kau bahkan lebih tahu bahawa aku berbuat dosa bukanlah kerana mencabar kekuasaan-Mu, bukan pula kerana ingin menentang kehebatan-Mu, tetapi kerana kelemahanku melawan pengaruh hawa nafsuku. Maka Kau hulurkanlah tirai-Mu menutupi keaibanku, dan ampunilah dosa-dosaku Ya Tuhan.

Tuhan, Kau pandulah langkahku agar tak tersasar dari jalan-Mu. Kau suluhlah jalanku agar terang hatiku menuju cinta-Mu. Kau pimpinlah, tunjukilah serta berikan taufiq padaku untuk selalu mengharapkan-Mu, menjadikan-Mu tujuanku, meletakkan-Mu sebagai harapanku dan menjadikan redha-Mu matlamatku.


RAPUH (OPICK)

Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidup

Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padaMu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu
Dalam dadaku harap hanya
DiriMu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padaMu

Tuesday, August 11, 2009

Life is Beautiful?

Hanya Tuhan yang memahami perasaan ini...sungguh...inilah stress yang paling teruk saya rasakan sejak bekerja, melebihi stress sewaktu melalui housemanship. Siapalah tidak stress melakukan oncall setiap hari, berselang aktif dan pasif, tidak cukup tidur pada sebelah malamnya tetapi tiada peluang berehat pada hari berikutnya, bekerja pula dalam suasana teman sekerja yang berkapasiti kurang dari kita, pasti semua beban tertumpu pada kita. Kalau sewaktu houseman, kita hanya diarah dan jarang membuat keputusan, kini nyawa pesakit dalam percaturan kita, kita terpaksa membuat keputusan yang bijak. Lebih menyedihkan ialah pesakit yang sedaya upaya diselamatkan, gagal bertahan. Pengubat hati hanyalah dengan kembali menyedari bahawa, apalah upaya kita berbanding Dia?

Saya jadi agresif, easily irritated, sinis. Sudahlah penat yang terlalu, insan sekitar pula seolah tidak bekerjasama. Mana tidaknya, kebanyakan staf sengaja merujuk pada saya untuk apa pun padahal saya bukanlah oncall aktif. Biasanya saya tidak marah, tetap memberikan pandangan sehingga ditegur oleh jururawat yang membantu saya; "Yalah kitak, siapa nyuruh bait gilak..semua orang mok refer ngan kitak." Tetapi dek terlalu penat, saya tegur dengan tegas; "Tolong rujuk pada yang oncall aktif!"

Pesakit yang pelbagai ragam juga 'kena'. Ibu bapa kepada bayi yang menolak untuk admission pada hari sebelum nya untuk rawatan jaundice, datang pada keesokan hari dengan serum bilirubin yang semakin tinggi, juga saya tegur sinis; "Tu lah..degil.. Semalam suruh masuk wad tak nak..."

Setiap hari saya mendesak Pengarah Hospital menggesa pihak HQ menghantar tenaga tambahan. Namun, jawapannya masih tertangguh-tangguh. Ya Allah, saya perlukan kekuatan extra di jiwa saya, jika tidak saya pasti rapuh...

Saya sedih kerana tidak terdaya memberikan perkhidmatan yang terbaik dalam keletihan fizikal dan minda saya. Saya bimbang jika berlaku mismanagement kepada pesakit jika saya terlalu stress. Saya bimbang impak keadaan ini kepada pesakit saya.

Saya mengadu kepada Allah atas ketidakadilan sistem ini terhadap saya. Ya Allah, dunia ini tidak adil, Engkau sahaja Yang Maha Adil... Mungkin hubunganku terlalu rapuh dengan-Mu hingga rapuh jua imanku menghadapi ujian kecil ini.

Saya mengadu kepada mak setiap kali bercakap di telefon, dan mak seperti biasa menasihatkan; "Letih macam ne pun, jangan sampai marah orang. Kalau tak suka, diam saja." Oh ibuku...kaulah cahaya hatiku.

Saya mengadu pada Shazni yang menelefon tiba-tiba seolah-olah tahu-tahu sahaja ada 'badai' yang melanda emosi saya. Terima kasih ya sahabatku atas sokongan mu...

Saya ingin melihat kehidupan ini sebagai suatu yang indah...agar saya bersabar melaluinya...

Hey baby, don't forget,
Live a life with no regrets,
You know you got to love this life,
Love your life,
How can you be blue,
When the world awaits for you,
Lovin' your life,
Life, life, life is beautiful,
Love your life.






Dan saya mahu melalui hidup di dunia ini untuk mengumpul bekal untuk ke 'sana'....

Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra'd, Ayat 26: "Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)."


Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Al-Baqorah: Ayat 200-202)

Kata bijak pandai: "Beramallah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok."

Jadi, janganlah kamu bersedih sangat wahai diri....

Sunday, August 09, 2009

Why Be A Doctor?

I begin my words with the name of Allah, the Most Gracious and the Most Merciful.

I have been preparing this article for about a month in respond to a request from a friend, who wants me to share about a life as a muslimah doctor. After a stressful week running the hospital and outpatient department (OPD) with only two of us around, finally I finished writing this articles. Hopefully it will be beneficial for me and anybody who wish to be a doctor.





When I was a little child, I’ve dreamed of being a teacher after seen my dedicated teachers working hard to educate me. I was once dreamed to be a tailor after seen my mother sewed my dress beautifully. I was once dreamed to be an architect after I saw amazingly built building.

Then my dream changed when I grew up, when I started to ‘know’ Islam better through usrah and started to learn what the purpose of life is. With the encouragement from my ustazah also naqibah, I plan to take medicine for the sake of Islam.


INTENTION

I’ve always ask myself from the beginning, why I want to be a doctor?

The Prophet Muhammad, sallallahu 'alayhi wasallam, say:
"Actions are (judged) by motives (niyyah), so each man will have what he intended. Thus, he whose migration (hijrah) was to Allah and His Messenger, his migration is to Allah and His Messenger; but he whose migration was for some worldly thing he might gain, or for a wife he might marry, his migration is to that for which he migrated." [Al-Bukhari & Muslim]

Making a decision to take medicine as a profession is an important decision in somebody’s life. I always remember what my medical school dean, Prof Mazidah told us when I was in my first year of medicine:

“If you want to be a doctor just to please your parents, just forget it. If you want to be a doctor to earn lot of money, just forget it because you will be paid with the amount that is not worth it with your workload. If you want to be a doctor because you think that you’ll be popular, forget it because people might not appreciate you.”

I know that I should always renew my intention; I want to be a doctor for the sake of Allah. I want to be a doctor to help people by healing their pain, as a person who helps people will be blessed by Allah. I want to be a doctor to fulfill the fardu kifayah need in our community. I want to be a doctor to help in developing medicine knowledge among muslims.


REQUIREMENT

To be a doctor, you need to get a good result in your SPM, enter matriculation or pre-medical program or pass your STPM (in sciece site), and then obtain a M.D or MBBS degree from any university that had been accredited by the government. Any medical school required you to complete at least 5 years of undergraduate study, but you might be extended 6 months to 2 years if you fail on your exam. The reason of such strict system in medicine is to make sure that you are graduated as a good and safe doctor for the public.

Apart from a good medical knowledge and skills in medicine, you should have extra criteria to be a good doctor which are; have extra patience, have a good public relation and communication skills, flexible, compassionate but firm.



HARDSHIP IN BECOMING A DOCTOR

When talking about hardship of being a doctor, it comes back to your intention. A good intention will help you to face all the obstacles during your carrier. As a doctor, you will not have enough rest and sleep, sometimes missed your meal, limited time for your personal matter, especially during your housemanship (first year of working). Sometimes you need to do on-call every other day, working 30 days non-stop in a month with limited days for your emergency leave, sick leave or maternity leave.

You need to have a very understanding family because you will have limited time to spend with them. You need to sacrifice your rest and manage your time wisely.

The tougher task is when dealing with people; you might sometimes be scolded by your seniors, tortured by your own colleagues, and cursed by patients and their relatives. You will face many kind of patients; fussy, angry, too many request, dependent and sometimes obsess. These kinds of attitude need to be overcomed with extra patience and calm. Sometimes you might be failed to face it especially when you are too tired, too hungry or in stress.


MUSLIMAH DOCTOR

Being a muslimah doctor, you sometimes have to face the situation that tests your faith and principles. During your very busy day with only 15 minutes time of rest, you need to skip your meal to perform you prayer. Sometimes you need to assist a long operation that you need to jama’ your prayer. The other thing is to maintain your hijab in operation theatre (OT) as hijab is not provided as one of OT attire and some medical centre does not allow you to enter OT with your own hijab. As a muslimah doctor, you need to act wisely with your source and local settings to make sure you’re not going against your religion in doing your job.


CONCLUSION


Being a good muslim doctor required a true intention, good knowledge and soft skills, strong physical and mental fitness, and a very big sacrifice. I end this article with a question: Are you willing to sacrifice to be a doctor? If you are, you will be a good one, Insya-Allah.

Wallahua’lam.

Tuesday, July 28, 2009

Senangkanlah Hatimu

This poem is perfectly written and gently motivate me about life. Used to hear it everyday in IKIM.fm before. Please appreciate it! Thank you Allah for everything...

Senangkanlah Hatimu

(Oleh Al-Anisah Mai) dipetik dalam Prof. Dr. Hamka (1996). Tasawuf Moden. Kuala Lumpur: Darul Nu’man. Halaman 337-343.

Kalau engkau kaya, senangkanlah hatimu! Kerana dihadapanmu terbentang kesempatan untuk menunaikan yang sulit-sulit. Segala perbuatanmu dihargai orang, engkau beroleh pujian di mana-mana. Engkau menjadi mulia, tegakmu teguh. Di hadapan engkau terhampar permaidani kepujian, sebab itu engkau beroleh kebebasan dan kemerdekaan.

Jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Kerana engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang selalu menimpa orang kaya. Senangkanlah hatimu kerana tiada orang yang akan hasad dan dengki kepada engkau lagi,lantaran kemiskinanmu. Kefakiran dan kemiskinan adalah nikmat, yang tidak ada jalan bagi orang lain buat kecil hati, dan tidak ada pintu bagi kebencian.

Kalau engkau dermawan, senangkanlah hatimu! Kerana dengan kedermawanan engkau dapat mengisi tangan yang kosong, telah dapat menutup tubuh yang bertelanjang, engkau tegakkan orang yang telah hampir roboh. Dengan sebab itu engkau telah menuruti perintah hatimu dan engkau beroleh bahagia: Berpuluh bahkan beratus makhluk Tuhan akan menghantarkan pujian kepada Tuhan lantaran pertolonganmu. Kesenangan hatimu yang tadinya cuma satu, sekarang akan berlipat ganda, sebab banyak orang yang telah mengecap nikmatnya.

Kalau engkau tidak kuasa jadi dermawan, itupun senangkan pulalah hatimu! Sebab engkau tidak akan bertemu dengan suatu penyakit yang selalu menular kepada masyarakat manusia, iaitu tiada membalas guna, penghilangkan jasa. Mereka ambil kebaikan budi dan kedermawananmu itu jadi senjata untuk menjatuhkan tuduhan-tuduhan yang rendah. Saat yang demikian pasti datang kepada tiap-tiap dermawan, yang menyebabkan hati kerapkali patah dan badan kerapkali lemah, sehingga hilang kepercayaan kepada segenap manusia, disangka manusia tidak pembalas guna. Padahal langkah belum sampai lagi kepada puncak kebahagiaan dan beroleh ampunan dari Tuhan.

Kalau engkau masih muda remaja senangkanlah hatimu! Kerana pohon pengharapanmu masih subur, dahan-dahannya masih rendang dan rimbun. Tujuan kenang-kenangan masih jauh.Sebab umurmu masih muda, mudahlah bagimu menjadikan mimpi menjadi kenyataan yang sebenarnya.

Kalau engkau telah tua, senangkan pulalah hatimu! Kerana engkau telah terlepas dari medan pertempuran dan perjuangan yang sengit, dan engkau telah beroleh beberapa ilmu yang berguna di dalam sekolah hidup. Engkau telah tahu firasat, mengerti gerak geri manusia dan tahu ke mana tujuan jalan yang ditempuhnya. Oleh sebab itu segala pekerjaan yang engkau kerjakan itu kalau engkau suka lebih banyak akan membawa faedah dan lebih banyak tersingkir daripada bahaya. Satu detik daripada umurmu di masa tua, lebih mahal harganya daripada bertahun-tahun di zaman muda, sebab semuanya telah engkau lalui dengan pandangan yang terang dan pengalaman yang pahit.

Kalau engkau dari turunan yang mulia-mulia, tenangkanlah hatimu! Kerana dirimu tergambar dan terpeta di dalam hati tiap-tiap sahabat itu. Kalau engkau memang di dalam kalangan sahabat yang banyak itu, lazat rasanya kemenangan dan kalau kalah tidak begitu terasa. Lantaran banyaknya orang yang menghargai dan memperhatikan engkau, engkau dapatlah insaf, tandanya dirimu mahal dan timbanganmu berat.Yang penting adalah engkau dapat keluar dari penyakit mementingkan diri seorang, memandang hanya engkau yang benar, lalu masuk ke dalam daerah yang baru, iaitu mengakui bahawa ada lagi orang lain yang pintar, yang berfikir dan kuasa menimbang.

Jika musuhmu banyak, senangkan pulalah hatimu! Kerana musuh-musuh itu ialah anak tangga untuk mencapai kedudukan yang tinggi. Banyak musuh menjadi bukti atas sulitnya pekerjaan yang engkau kerjakan.Tiap-tiap bertambah maki celanya kepada engkau, atau hasad dengkinya, atau mulutnya yang kotor atau perangainya yang keji, bertambahlah teguhnya pendirianmu bahawa engkau bukan barang murah, tetapi barang mahal, dari celaannya yang benar-benar mengenai kesalahanmu, engkau dapat beroleh pelajaran. Mula-mula maksudnya hendak meracunimu dengan serangan-serangannya
yang kejam dan keji, maka oleh engkau sendiri, engkau saring racun itu dan engkau ambil untuk pengubat dirimu mana yang berfaedah, engkau buangkan mana yang salah. Ingatlah: Pernahkah seekor burung helang yang terbang membubung tinggi memperdulikan halangan burung layang-layang yang menghalanginya?

Kalau badanmu sihat, senangkanlah hatimu! Tandanya telah ternyata pada dirimu kekayaan Tuhan dan kemuliaan nikmatNya, lantaran badan yang sihat, mudahlah engkau mendaki bukit kesusahan dan menempuh padang kesulitan.

Kalau engkau sakit, senangkan pulalah hatimu! Kerana sudah ternyata bahawa dirimu adalah medan tempat perjuangan di antara dua alam yang dijadikan Tuhan iaitu kesihatan dan kesakitan. Kemenangan akan terjadi kepada salah satu yang kuat, kesembuhan mesti datang sesudah perjuangan itu, baik kesembuhan dunia ataupun kesembuhan yang sejati.

Kalau engkau menjadi orang luar biasa, senangkan hatimu! Kerana pada tubuhmu terdapat cahaya yang terang-benderang tandanya Tuhan selalu melihat engkau dengan tenang sehingga menimbulkan kesuburan dalam fikiranmu, dilihatNya otakmu sehingga cerdas, dilihatNya matamu sehingga jadi azimat, dilihatNya suaramu sehingga jadi sihir. Bagi orang lain, perkataan dan tiap-tiap suku kalimat yang keluar dari mulutnya hanya menjadi tanda bahawa dia hidup saja. Tapi bagi dirimu sendiri menjadi cahaya yang berapi dan bersemangat, boleh meninggikan, boleh memuliakan dan menghinakan, sehingga bolehlah engkau berkuasa berkata kepada alam: “Adalah”, sehingga diapun “ada”.

Kalau engakau dilupakan orang, kurang dikenal, senangkan pulalah hatimu! Kerana lidah tidak banyak yang mencelamu mulut tidak banyak mencacatkanmu, tidak ada orang lain yang dengki kepadamu, tak ada orang yang meniatkan jatuhmu, mata tak banyak memandangmu. Itu, dihadapanmu ada puncak bukit dan engkaupun salah seorang dari anggota masyarakatmu. Rumah batu yang indah, berdiri di atas kumpulan tanah dan pasir-pasir yang kecil. Dengan demikian itu, engkau akan merasai kesenangan hati yang kerapkali tidak didapat oleh yang bibirnya tak pernah merasai air hidup dan rohnya tak pernah mandi di dalam kolam ilham.

Kalau sahabatmu setia kepadamu, tenangkanlah hatimu! Kerana pertukaran siang dan malam telah menganugerahi engkau kekayaan yang paling kekal.

Kalau kawanmu khianat, senangkan juga hatimu! Sebab kalau kawan-kawan yang khianat itu mungkir dan meninggalkan engkau, tandanya dia telah memberikan jalan yang lapang buat engkau.

Kalau tanah airmu dijajah atau dirimu diperhambakan, senangkanlah hatimu! Sebab penjajahan dan perhambaan membuka jalan bagi bangsa yang terjajah atau diri yang diperhamba kepada perjuangan melepaskan diri dari belenggu. Itulah perjuangan yang menentukan hidup atau mati, dan itulah yang meninggalkan nilai. Ketahuilah bahawa tidaklah didapat suatu bangsa yang terus menerus dijajah.

Jika engkau dari bangsa merdeka, senangkanlah hatimu! Sebab engkau duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan bangsa-bangsa yang lain, ada bagimu kesempatan mencari kekuatan baru. Kemerdekaan itu mesti diisi dengan bahan-bahan yang baik, dan bagimu terbuka kesempatan yang seluas-luasnya untuk itu.

Kalau engkau hidup dalam kalangan orang-orang yang kenal akan diri dan cita-cita engkau, senangkan hatimu! Kerana di sana engkau dapat mengusahakan tenaga muda
setiap hari, dan kekuatan pun bertambah, roh serta semangat menjadi baru. Engkau bertambah subur dan tegak, menaungi lautan dan daratan.

Kalau engkau hidup dalam kalangan masyarakat yang masih rendah, yang tidak mengerti bagaimana menghargai cita-cita orang, sehingga engkau merasa ’sial-dangkal’, maka senangkanlah hatimu! Kerana dengan sebab itu engkau beroleh kesempatan jadi burung, lebih tinggi terbangmu daripada orang-orang yang patah sayap itu. Engkau boleh melayang ke suatu langit khayal, untuk mengubati fikiranmu yang gelisah, untuk melepaskan dahaga jiwamu.

Kalau engkau dicintai orang dan mencintai, senangkanlah hatimu! Tandanya hidupmu telah berharga, tandanya engkau telah masuk daftar orang yang terpilih. Tuhan telah memperlihatkan belas kasihan-Nya kepadamu lantaran pergaduhan hati sesama makhluk. Dua jiwa di seberang masyrik dan maghrib telah terkongkong di bawah satu perasaan di dalam lindungan Tuhan. Di sanalah waktunya engkau mengetahui rahsia perjalanan matahari di dalam falak, ketika fajarnya dan terbenamnya, tandanya Tuhan telah membisikkan ketelingamu nyanyian alam ini. Lantaran yang demikian dua jiwa berenang di langit khayal, di waktu orang lain terbenam. Keduanya berdiam di dalam kesukaan dan ketenteraman, bersenda gurau di waktu bersunggguh-sungguh.

Jika engkau mencinta tetapi cintamu tidak terbalas, senangkanlah hatimu! Kerana sesungguhnya orang yang mengusir akan jatuh kasihan dan ingin kembali kepada orang yang diusirnya itu setelah ia jauh dari matanya, dia akan cinta, cinta yang lebih tinggi darjatnya daripada cinta lantaran hawa. Terpencil jauh membawa keuntungan insaf, kebencian meruncingkan cita-cita dan membersihkan perbuatan. Sehingga lantaran itu hati akan bersih laksana bejana kaca yang penuh berisi air khulud, air kekal yang dianugerahkan Tuhan. Dengan sebab itu, engkau akan beroleh juga kelak tempat merupakan cinta itu, kalau tak ada pada insan, akan ada pada yang lebih kekal daripada insan. Bersedialah menerima menyuburkan cinta, walau bagaimana besarnya tanggunganmu, kerana cinta memberi dan menerima, cinta itu gelisah tetapi membawa tenteram. Cinta mesti lalu di hadapanmu, sayang engkau tak tahu bila lalunya. Hendaklah engkau menjadi orang besar, yang sanggup memikul cinta yang besar. Kalau tak begitu, engkau akan beroleh cinta yang rendah dan murah, engkau menjadi pencium bumi, engkau akan jatuh ke bawah, tak jadi naik ke dalam benteng yang kuat dan teguh, benteng yang gagah perkasa yang sukar tertempat oleh manusia biasa. Kerana tugu cita-cita hidup ini berdiri di seberang kekuasaan dan kemelaratan yang diletakkan oleh kerinduan kita sendiri.

Merasa tenteramlah selalu, senangkanlah hatimu atas semua keadaanmu, kerana pintu bahagia dan ketenteraman itu amat banyak tak terbilang kesulitan perjalanan hidup kian minit, kian baru.

Merasa senanglah selalu!

Merasa tenteramlah!

Cemburu Tandanya...

Respon kepada soalan Adik Anonymous:

“Saya nak minta pandangan dari akak cara untuk mengelakkan cemburu. Sejak akhir-akhir ini perasaan cemburu terhadap orang di sekeliling saya termasuk teman rapat saya sering timbul. Saya merasakan diri saya tak sebaik mereka. Kadang-kadang saya tidak bertegur sapa hanya kerana soal cemburu.”



Perkongsian untuk direnungkan bersama:

Sebagai manusia biasa yang serba kekurangan, kita kadang-kadang dilanda rasa cemburu apabila melihat seseorang punya kelebihan berbanding kita. Rasa cemburu kadang-kadang mengabui mata hingga kita melihat diri kita sebagai orang yang serba kurang dan orang lain sentiasa lebih dari kita.

Saya pernah rasa cemburu pada teman yang keputusan peperiksaannya lebih cemerlang daripada saya. Cemburu itu membuatkan saya menangis kerana merasa kalah dan terus mendorong saya berusaha keras menyaingi mereka.

Saya pernah rasa cemburu pada teman yang punya keluarga yang kaya raya. Saya mencemburui mereka kerana bisa memiliki pakaian yang cantik dan baru, mencemburui mereka kerana memiliki barangan yang berjenama, mencemburui mereka kerana berpeluang memiliki apa sahaja yang diingini.

Saya pernah rasa cemburu pada teman yang punya wajah cantik dan diminati ramai. Yang sentiasa mendapat pujian dan perhatian. Tetapi saya tiada daya dalam menambah kecantikan saya kerana saya telah dilahirkan dengan rupa saya yang begini.

Itu kisah saya dahulu, sebelum saya kenal agama, sebelum saya pasti tujuan hakiki hidup ini. Persoalannya, di manakah duduknya rasa cemburu kita? Apakah rasa cemburu kita sekadar suatu rasa yang berlalu di hati kemudian hilang atau ia menghantui pemikiran hingga menyebabkan jiwa tertekan dan iman berkurang?

Rasa cemburu jika dibiarkan menguasai diri boleh melarat kepada kedengkian. Untuk menangani secebis perasaan ini, kita haruslah mempunyai ilmu tentangnya. Kita perlu faham akan besarnya bahaya kedengkian agar dapat meletakkan rasa iri dan cemburu kita pada tempat yang sebetulnya.

Rasulullah bersabda bermaksud: “Takutlah kamu semua akan sifat dengki sebab sesungguhnya dengki itu memakan segala kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (Riwayat Abu Daud daripada Abi Hurairah)





Menurut Imam Al-Ghazali, dengki itu ada tiga macam:

Pertama; menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang dan digantikan kepadanya.

Kedua; menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang sekalipun ia tidak dapat menggantikannya, baik kerana merasa mustahil dirinya akan dapat menggantikannya atau memang kurang senang memperolehinya atau sebab lain. Asal orang itu jatuh, ia gembira. Ini lebih jahat daripada dengki yang pertama.

Ketiga; tidak ingin kalau kenikmatan orang lain itu hilang tetapi ia benci kalau orang itu mendapat kenikmatan lebih daripada kenikmatan yang dimilikinya.
Dengki hanya dimiliki orang yang berjiwa rendah dan sifat itu mendorongnya berangan-angan kosong untuk mendapatkan kenikmatan yang dimiliki orang lain.


Dalam Islam, rasa dengki dan iri hanya dibolehkan dalam dua perkara:

Ibn Masud meriwayatkan, Rasulullah ada bersabda bermaksud: “Tidak digalakkan adanya perasaan iri hati melainkan pada dua keadaan. Pertama, keadaan orang yang dikurniakan Allah harta benda dan membelanjakannya kepada perkara kebajikan. Kedua keadaan orang yang dikurniakan ilmu pengetahuan Agama lalu ia beramal dengannya dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Tarmizi)

Begitulah agama Islam yang mulia menasihati kita tentang dengki. Setelah memahami semuanya, tanyalah dirimu, apakah rasa cemburumu di luar atau di dalam lingkungan dua perkara yang dibenarkan agama. Jika tidak, hapuskanlah rasa cemburumu itu.

Namun begitu, rasa cemburu kadang kala hadir juga. Bagaimanakah kita dapat menanganinya? Bagi menjawab soalan adik Anonymous, antara tips menangani sifat cemburu ialah:

1. Merasa qanaah (cukup) dengan apa yang dikurniakan Allah kepadamu. Sentiasa merasakan rezeki yang dikurniakan Allah dalam bentuk apa pun adalah yang telah ditetapkan buat kita dan adalah yang terbaik untuk kita. Merasai berpada dan syukur atas nikmat yang diberi mendatangkan rasa lapang dan redha dalam menerimanya.

2. Menjadikan rasa cemburu sebagai sesuatu yang positif iaitu menjadikan ia dorongan untuk berusaha bersungguh-sungguh memperbaiki serta memajukan diri. Menjadikan ia sebagai satu motivasi untuk berlumba-lumba membuat kebaikan (fastabiqul khoirat) terutamanya dalam menuntut ilmu untuk meningkatkan darjat diri di sisi Allah.

3. Katakan pada diri bahawa aku adalah yang terbaik, aku diciptakan cukup sempurna. Mempercayai bahawa setiap orang punya kelebihan tersendiri. Mungkin anda tidak cantik, tetapi anda bijak belajar. Mungkin anda tidak bijak belajar, tetapi anda punyai kemahiran berniaga atau memasak. Mungkin anda miskin, tetapi anda sempurna anggota. Tinggal sahaja anda menggilap segala kelebihan yang Allah berikan kepada anda untuk mencemerlangkan diri. Buangkan rasa rendah diri yang melemahkan semangat anda.

4. Melihat sesuatu hikmah di sebalik kekurangan yang dimiliki dan mensyukurinya. Anda mungkin miskin tetapi anda punyai keluarga yang bahagia. Anda mungkin anak yatim tetapi anda punyai kasih sayang dari teman-teman serta mampu pergi ke sekolah. Anda mungkin tidak cantik tetapi anda selamat dari kedengkian manusia. Anda mungkin tidak miliki segala yang anda ingini, tetapi anda juga tidak kurang sifat berbanding insan lain yang lebih malang nasibnya daripada anda.

5. Tips ulama dalam menghadapi rasa cemburu ialah melihat orang yang di bawah anda dalam perkara duniawi, tetapi melihat orang yang di atas anda dalam perkara agama.

Kunci kepada mengatasi rasa cemburu ini adalah meyakini bahawa dunia ini bersifat sementara dan hanyalah ladang untuk akhirat. Apalah guna kita menyesakkan hati dengan kedengkian dan cemburu sedangkan nilai dunia di sisi Allah adalah lebih kecil dari sebelah sayap lalat.

Wallahua'lam. Buat Adik Anonymous, semoga perkongsian ini ada manfaatnya dan menjadi muhasabah untuk kita bersama.

Monday, July 27, 2009

Ngiling Bidai

Malam minggu yang lepas, saya dijemput menghadiri majlis penutupan gawai (Malam Ngiling Bidai) anjuran Kelab Perubatan di tempat saya bertugas. Sebenarnya saya kurang gemar dengan mana-mana majlis yang saya jangka banyak aktiviti yang lagho seperti berkaraoke, tari menari dan yang serupa dengannya. Namun,atas dasar meraikan rakan setugas, memenuhi jemputan dan mahu belajar budaya masyarakat lain, saya gagahkan jua menghadirinya. Apatah lagi sebahagian besar kakitangan hospital dari suku kaum Dayak. Siapa tahu, ada ruang untuk sedikit dakwah.

Saya diminta merasmikan majlis kerana pengarah hospital tidak hadir pada majlis berkenaan. Dalam ucapan perasmian, sempat juga saya berpesan tentang kepentingan perpaduan dan silaturrahim serta menasihatkan agar rakan-rakan yang bukan muslim tidak minum minuman keras berlebihan dan tidak memandu di bawah pengaruh alkohol untuk mengelakkan kemalangan. Meskipun pesanan saya disampaikan dalam gurauan bersahaja, saya sangat berharap semoga ada yang masuk ke hati. Upacara perasmian disempurnakan dengan menyumpit belon. Pertama kali saya menyumpit, terus mengenai sasaran. Rasa lucu dan 'excited' sedikit dengan pengalaman itu.




Makanan disediakan oleh katering muslim dan tuak mahupun arak yang dibawa pihak penganjur tidak diletakkan di meja yang sama, cuma 'disembunyikan' di bahagian pengerusi majlis. Ironinya, bila majlis makan malam bermula ada pula upacara membaca doa makan. Saya melihat dari sudut positif, mereka sangat menghormati agama Islam. Saya mensyukurinya.

Lucunya ada juga yang berani 'request' untuk saya berkaraoke menghiburkan semua yang hadir. Saya menggeleng sambil tersenyum, membayangkan saya naik ke pentas menyanyikan lagu Sepohon Kayu. Saya mengelak sambil berfikir-fikir alasan untuk 'lari'. Sempat juga saya berimaginasi saya memberi ceramah tentang aurat wanita kepada rakan-rakan bukan muslim jika saya dipaksa juga menyanyi. Namun mereka dengan mudahnya menerima penolakan saya. Mungkin mereka juga tidak terbayangkan bagaimana saya akan menyanyi dan menari di hadapan orang ramai.

Saya tidak senang berlama-lama di majlis tersebut. Alhamdulillah, panggilan telefon dari rakan yang bertugas oncall meminta bantuan untuk membuat prosedur di wad 'menyelamatkan' saya. Saya mohon izin balik selepas itu.

Sejak bekerja, banyak perkara yang dilalui menguji pendirian diri. Kadang-kadang kita tersepit dalam perkara sebegini. Saya tertanya-tanya pada diri. Bagaimana ya?

Kasihan Jagat...

Saya baru selesai makan tengahari bersama teman sekerja di bilik rawatan. Tiba-tiba ada panggilan telefon dari operator bertanyakan saya, "Doktor, kenak cermin belakang kereta kitak pecah?" Saya terkejut beruk (kata orang) sambil bertanya berkali-kali, "Benar kah?" kurang percaya bercampur andaian kalau-kalau beliau bergurau atau ingin mengenakan saya.

Saya bergegas ke tempat parkir kereta, menuju ke arah Jagat (kereta saya dinamakan demikian oleh adik kesayangan saya kerana perawakan nya yang nampak gagah perkasa, hehe), menyaksikan cermin belakang yang retak kecil-kecil keseluruhannya. Bermacam-macam spekulasi yang saya buat, mengandaikan ada batu yang menghentam cermin belakang ketika pekerja memotong rumput dengan mesin pemotong rumput di tepi jalan berhampiran. Sempat juga saya mengingati kembali adakah saya menyakiti hati sesiapa hari ini hingga disabotaj kereta saya (rasa macam drama Melayu pulak). Tetapi melihat kepada keadaan keretakan tersebut, tidak mungkin kereta saya dipukul objek keras.

Saya menghubungi rakan yang bertugas di Bahagian Trafik IPD Betong yang dengan senang hati membantu. Sebentar kemudian dua orang anggota polis dari IPD tiba, melihat-lihat dan membuat kesimpulan bahawa keretakan kereta saya disebabkan pemanasan melampau. Ganas sungguh kepanasan ini, terkejut saya. Masakan cermin kereta boleh pecah kerana panas, tak pernah saya terfikir. Katanya, disebabkan cuaca terlampau panas dan saya tidak merenggangkan cermin tingkap, udara panas terperangkap dan menyebabkan cermin pecah. Wah, ilmu baru dan pengajaran berharga.

Dengan bantuan warga kakitangan hospital yang baik budi, kaca-kaca dibersihkan dan tingkap belakang kereta saya ditutup dengan plastik tebal lutsinar. Cukuplah untuk beberapa hari sebelum saya membawanya ke Perodua untuk dibaiki.

Sedih sedikit, maklumlah kereta baru sahaja berusia 4 bulan. Tetapi, saya berfikir-fikir, mencari hikmah, mengharap moga-moga musibah ini menjadi kaffarah dosa-dosa yang yang tak terkira banyaknya. Mencari-cari hikmah kalau-kalau itu adalah teguran dari-Nya atas kelalaian dan kesombongan saya.

Teman saya berkata, "Jangan sedih, at least kitak masih ada kereta. Orang lain sekda kereta terpaksa jalan kaki. Sedih agik..." Saya menyambut nasihatnya dengan anggukan, senyuman tanda setuju. "Alhamdulillah..." bisik hati saya.

Pasti ada insan lain yang lebih teruji dan derita dari kita. Maka senyumlah....

Sunday, July 19, 2009

La tas'aluni

Sungguh menyentuh hati....subhanallah...

Saturday, July 18, 2009

Belasungkawa




"Assalamualaikum. Ustaz Awg Pon telah kembali ke rahmatullah. Innalillah....Al-Fatihah." Mesej dari Sham pada maghrib semalam megejutkan saya. Saya baca berulangkali untuk memastikannya. Sejurus mesej dari beberapa sahabiyah lain masuk mengkhabarkan berita yang sama. Saya dan sahabat berkongsi kesedihan atas pemergiannya tapi akur bahawa tiap-tiap yang bernyawa pasti kembali pada-Nya.

Ustaz Awang Pon saya kenali sejak menuntut di UNIMAS dan aktif dalam PERKEPIS. Yang tutur kata nya lembut menyejuk jiwa. Rendah dirinya meski pada yang lebih muda. Yang tidak putus bertanya khabar. Yang tidak jemu mencurah ilmu dan hikmah dalam menyampai nasihat. Yang sifat kasih sayang nya terjelma dalam setiap tindakannya. Sungguh, kebaikan sedemikian hanya mampu lahir dari jiwanya yang bersih.

Kali terakhir saya bertemu beliau beberapa hari selepas pemergian arwah ayah saya awal bulan April 2008. Beliau yang rendah hati menghadiri majlis tahlil arwah ayah saya bersama isterinya Auntie Husna. Meski kesihatannya juga kurang baik, beliau memandu sendiri dalam kepayahan mencari rumah saya. Begitulah dia menghargai orang lain tanpa mengira siapa.

Kali terakhir saya berbual dengan beliau pula dua bulan lepas melalui panggilan telefon saya untuk bertanya khabarnya. Ketika itu beliau berada di rumah anaknya Syifa' untuk menjalani rawatan. Suaranya seperti biasa dan perbualan kami saya singkatkan lantaran tidak mahu mengganggu rehatnya.

Terkilan kerana tidak sempat bertemunya di saat-saat kesakitannya. Besar jasanya dalam penyebaran dakwah di Sarawak. Semoga Allah menempatkannya di kalangan orang yang dicintai-Nya, dibalas dengan kebaikan yang berpanjangan, dan dimasukkan ke syurga-Nya. Amin...

Friday, July 10, 2009

Kenapa Beralasan?

Ada orang berusaha sehabis daya, tenaga, masa, jua harta cuba mencapai apa yang dicita. Ada orang pula mencipta pelbagai alasan untuk ‘lari’ dari tanggungjawab dan tuntutan. Betullah kata pepatah: HENDAK SERIBU DAYA, TAK HENDAK SERIBU DALIH. Yang menariknya orang yang berusaha bersungguh-sungguh itu, selalu nya meraih kebahagiaan. Orang yang sering beralasan dari tanggungjawab pula sering diburu resah dan dosa.

* * * * *

HENDAK SERIBU DAYA, MAHU SERIBU CARA:

Ketika balik dari ‘review’ pesakit di ward sekitar waktu maghrib suatu hari, mata saya menangkap kelibat sesuatu bergerak-gerak di hadapan pintu Dewan Bedah. Setelah saya amati, rupa-rupanya seorang lelaki sedang bangkit dari pergerakan rukuk nya lantas iktidal dan bersujud. Teringat pula surau yang ditutup kebelakangan ini kerana bangunan yang menempatkan surau dikuarantin untuk ‘standby’ kes H1N1.

Teringat pula seorang pakcik yang menghamparkan kain di sisi katilnya untuk alas tempat solatnya ketika sedang dirawat di hospital untuk sakit asma yang teruk. Walaupun terpaksa berkongsi ruang yang sempit ditambah pula keadaan yang tidak sihat, beliau masih mampu mengerjakan solat berdiri.

Seorang pakcik yang telah lumpuh kedua kakinya akibat kecederaan tulang belakang lebih sepuluh tahun lepas telah dimasukkan ke wad kerana disyaki menghidap peritonitis. Dalam sakit dan lumpuhnya, sempat juga beliau menunaikan solat zuhur di atas kerusi rodanya dengan bantuan ahli keluarganya.

Subhanallah, alhamdulillah…bisik saya di dalam hati. Terdetik rasa kagum dan syukur pada hamba-hamba Allah tersebut yang tetap istiqomah menyembah-Nya walau di mana.





TAK HENDAK SERIBU DALIH:

“Saya tak dapat solat sebab badan saya kotor, najis…” alasan seorang hamba Allah apabila diajak solat subuh sekali ketika singgah dalam perjalanan.

“Susah lah nak pakai mekap balik kalau muka dah basah kena air wudhu’,” ujar seorang wanita memberi alasan kenapa tidak solat zuhur semasa rehat tengahari di pejabatnya.

“Tak ada tempat solat di tempat kerja saya, macam mana nak solat?” ujar seorang lagi.

“Saya sibuk sangat hari ni, tak sempat nak sembahyang!” kata seorang pula.

“Saya tak ada telekung, tak dapatlah solat,” ujar seorang wanita.

“Saya nak solat, tapi hati saya belum terbuka,” ujar seseorang yang entah bila hatinya akan terbuka.

* * * * *


Benarlah firman Allah: “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`.” (Surah Al-Baqorah: Ayat 45)

Maha Suci Allah, dengan tuntutan wajibnya solat, Allah memberi rukhsoh atau keringanan bagi hamba-Nya dalam melaksanakannya. Ada rukhsoh ketika sakit, di mana dibenarkan solat mengikut kadar kemampuan; jika tidak mampu berdiri tegak, boleh saja solat duduk ataupun baring, mengikut isyarat mata, malah hati sekalipun. Ada rukhsoh ketika perang yang dinamakan solat khauf. Ada juga rukhsoh ketika musafir dan keadaan tertentu, di mana dibenarkan jama’ juga qosar.

Solat pula tidak terhad tempatnya di masjid atau musolla. Boleh saja solat di dalam kenderaan jika keadaan mendesak, boleh saja solat di tanah lapang beralaskan rumput yang bersih, dan tak salah jika solat di tepi jalan. Juga tidak semestinya memakai telekung atau ketayap atau beralas sejadah baru bisa solat, cukuplah dengan pakaian menutup aurat dan di tempat bersih, boleh saja kita bersolat. Juga tidak perlu masa yang lama hingga sejam dua untuk solat, jika terlalu sibuk sekalipun, lima ke sepuluh minit juga sempat solat.

Hanya satu yang tidak dibenarkan; TIDAK SOLAT!





Maka kenapa kita masih beralasan? Apakah kita lebih uzur berbanding seorang tua yang lumpuh, lebih sibuk daripada seorang Nabi yang membawa risalah agama, dan mekap di muka lebih penting dari melaksanakan perintah Allah?

Tepuk dada, tanyalah iman...


“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Surah Huud: Ayat 114)

Wednesday, July 08, 2009

PPSMI dimansuhkan mulai 2012

malaysiakini.com

8 July 2009, kemaskini 5.05pm

Dasar kontroversi Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) dimansuhkan sepenuhnya tiga tahun lagi, demikian diumumkan menteri pelajaran.

Tan Sri Muhyiddin Yassin itu berkata di sekolah kebangsaan, bahasa Melayu akan menggantikan bahasa Inggeris untuk mengajar dua matapelajaran itu.

Sementara sekolah jenis kebangsaan Cina dan Tamil akan menggunakan bahasa ibunda masing-masing, tambahnya.

Pemansuhan itu dijalankan berperingkat-peringkat sehingga semua pelajar yang terlibat dengan dasar itu tamat peringkat masing-masing pada 2014.

Dasar yang diperkenalkan sejak 2003 itu mendapat semakin banyak bantahan, khususnya sejak awal tahun ini apabila sekumpulan aktivis bahasa berjaya menggerakkan ribuan orang berarak ke Istana Negara.

Dalam sidang media khas di Putrajaya, Muhyiddin berkata kabinet hari ini meluluskan cadangan strategi kementeriannya untuk memartabatkan bahasa Melayu dan memantapkan pengajaran bahasa Inggeris.

"Strategi ini dirangka berdasarkan hasil kajian dan pemantauan yang telah dilakukan oleh Kementerian Pelajaran mengenai PPSMI sejak dasar ini mula dilaksanakan pada 2003," katanya.

Muhyiddin menyebut beberapa kelemahan besar dalam PPSMI yang mendesak kerajaan mengembalikan dasar bahasa pengantar untuk pengajaran dua subjek teknikal itu.


Rentetan pelaksanaan PPSMI

Julai 2002 - Mesyuarat khas jemaah menteri, waktu itu perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, meluluskan dasar baru Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI)

Januari 2003 - Dasar ini diperkenalkan berperingkat-peringkat dengan dimulai Tahun 1 untuk peringkat sekolah rendah, Tingkatan 1 dan Tingkatan 6 Rendah untuk sekolah menengah

Januari 2007 - Pelaksanaan penuh PPSMI untuk peringkat sekolah menengah

Januari 2008 - Pelaksanaan penuh PPSMI untuk peringkat sekolah rendah

Mac 2009 - Lebih 8,000 menyertai demonstrasi membantah PPSMI dengan berarak ke Istana Negara. Ia didukung Gerakan Mansuhkan PPSMI (GMP) yang diketuai oleh Datuk A Samad Said dan Datuk Dr Hassan Ahmad.

Mac 2009 - Satu kajian mendapati PPSMI hanya berjaya meningkatkan empat peratus penguasaan bahasa Inggeris tetapi sebaliknya mengurangkan minat untuk mempelajari Sains dan Matematik.

Kajian 53 pakar bahasa itu, merumuskan dasar kontroversi tersebut "menimbulkan kerugian berganda kepada kepada murid, terutama kepada 75 peratus murid yang tergolong dalam kategori (pencapaian) sederhana dan lemah dalam tiga mata pelajaran terbabit, Bahasa Inggeris, Sains dan Matematik."

Mei 2009 - Kesemua lima Sasterawan Negara yang masih hidup menolak dasar ini - sekali gus mencipta rekod sejarah budayawan menentang dasar kerajaan tersebut.

Jun 2009 - Ketua Pemuda Umno, Khairy Jamaluddin Abu Bakar turut mempertikaikan dasar tersebut dengan memberi amaran "jangan jadikan pelajar bahan ujian" dasar yang "jelas mempunyai pelbagai kelemahan ketara."

Menteri Besar Johor, Datuk Abdul Ghani Othman pula berkata "salah, tidak beretika dan tidak rasional jika dasar pendidikan negara diputuskan melalui prasangka, emosi, persepsi dan andaian individu-individu tertentu yang tidak mempunyai kepakaran dalam bidang pendidikan sebenarnya."

Julai 2009 - Menteri Pelajaran, Tan Sri Muhyiddin Yassin, mengumumkan dasar PPSMI dimansuhkan sepenuhnya pada 2012.

Sunday, July 05, 2009

Carilah Redha Tuhan

Muhasabahku dalam meniti hidup yang penuh warna:

Tidak semua manusia akan berpuas hati dengan keputusan mahupun tindakan kita. Apa yang kita lakukan, di hadapan atau di belakang kita kadang-kadang akan menerima kritikan orang lain. Jika tindakan kita benar atau haq, manusia yang anti kepada kebenaran akan mengkritik kita. Apatah lagi jika tindakan kita batil, tentulah lebih ramai yang membencinya.

Orang yang memegang jawatan teratas sering dikritik. Ada suara-suara yang mempertikaikan keputusan; dianggap tidak adil, berat sebelah, tidak bertimbang rasa. Bila kita cuba menyenangkan hati suatu pihak, ada pihak lain pula yang akan marah. Ada kalanya kita menegur kesalahan dengan niat untuk memperbaiki keadaan, tetapi dianggap pula menunjuk pandai dan cerewet lantaran sikap sesetengah pihak yang tidak mahu menerima teguran.

Apa pun kritikan orang pada kita, janganlah cepat melatah, malah jadikanlah ia sebagai muhasabah diri. Mungkin ada tindakan kita yang menzalimi orang lain juga kurang tepat di sisi syara’, maka perbaikilah dan cerahilah.

Jika orang mengkritik kita padahal urusan kita telah dilaksanakan sebaiknya, bersabarlah dan berlapang dada. Beserahlah segalanya pada Allah, moga-moga kita dijauhi dari kezaliman dan dibukakan hati mereka yang mengkritik itu untuk menerima kebenaran.

Kata Imam Syafie: “Sampai bila-bila pun kita tidak mampu dan akan mencapai kesemua redha manusia.”


Maka berbuatlah sesuatu hanya kerana Allah, kerana jika kita melakukan sesuatu semata-mata kerana-Nya, kita akan melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya dan terlepas dari belenggu resah mencari redha manusia.


CARILAH REDHA TUHAN

Carilah redha Tuhan, kita tidak akan kecewa
Carilah redha Tuhan, kelak kita akan tenang
Jangan cari redha manusia, kita akan kecewa
Suka manusia kepada kita bukan berpanjangan
Adakala dia suka kepada kita, sukanya pura-pura
Suatu hari nanti akan nyata juga
Adakalanya redhanya kepada kita, di waktu kita senang
Setelah kita susah, kita dibuang dan ditendang
Janganlah membuat sesuatu kerana keredhaan manusia
Kerana manusia ramai yang tidak mengenang jasa

Buatlah sesuatu untuk keredhaan Tuhan
Manusia suka atau benci tak usah dipedulikan
Yang penting kita buat itu Tuhan suka
Yang penting usaha kita itu Tuhan redha
Dengan manusia tak usah ambil kira
Manusia hendak puji atau manusia hendak caci itu soal dia
Yang penting apa kata Tuhan
Keredhaan Tuhan itu penting
Redha-nya adalah balasan
Balasan-nya adalah berkekalan

Monday, June 15, 2009

Pengguguran

“Makcik, saya terpaksa mengesahkan anak makcik tidak layak mengikuti pengajian di IPT bagi pemeriksaan kesihatan ini kerana dia mengandung,” saya memulakan bicara brhati-hati selepas bertanya sedikit sejarah calon. Calon tersebut ditemani oleh ibunya yang lengkap bertudung. Sebelumnya saya telah dimaklumkan tentang kes tersebut oleh Pembantu Perubatan lantas saya membuat panggilan ke Bahagian Hal Ehal Pelajar IPT berkenaan. Setelah bercakap dengan pegawai bertugas, saya dimaklumkan bahawa calon yang mengandung tidak dibenarkan mendaftar pengajian kerana dibimbangi mengganggu pelajaran.

“Tapi doktor, anak saya memang nak sangat sambung belajar. Biar lah saya ikhtiar cara lain dahulu sebelum dia mendaftar,” rayu makcik tersebut. Saya memahami kekecewaannya bila mendapat tahu si anak yang dijaga bagai menatang minyak yang penuh tiba-tiba hamil di luar nikah.

“Ikhtiar macam mana maksud makcik?” saya bertanya mendapatkan kepastian.

“Makcik dah belanja banyak untuk bayar yuran anak makcik. Biarlah makcik ikhtiar cara lain dulu doktor…” wanita yang saya kira sebaya ibu saya itu merayu lagi.

“Ikhtiar macam mana makcik? Nak gugurkan kandungan?” saya merasakan suara saya mula berubah bila melemparkan soalan ini.

“Ya doktor…” balasnya perlahan. Menyirap darah saya mendengar jawapannya lalu pantas saya menjawab, “Makcik tahu tak berdosa menggugurkan kandungan? Dah lah berdosa, salah pulak dari segi undang-undang.”



Apakah Pengguguran?

Pengguguran (bahasa Inggeris: abortion) merupakan penyingkiran atau pengeluaran embrio atau fetus dari uterus ibu , dan mengakibatkan kematian embrio atau fetus itu.

Berikut merupakan istilah-istilah perubatan untuk mengkategorikan pengguguran:

• Pengguguran spontan (keguguran): Kematian atau penyingkiran bayi dari rahim akibat trauma tak sengaja atau sebab semula jadi. Keguguran sebagini boleh disebabkan replikasi kromosom tidak betul, atau faktor persekitaran lain.

• Pengguguran aruhan Pematian atau penyingkiran bayi dari rahim yang dilakukan dengan sengaja oleh manusia sendiri. Pengguguran seperti ini boleh dikategorikan kepada:
o Pengguguran terapeutik: Pengguguran yang dilakukan bagi:
 Menyelamatkan nyawa wanita yang hamil
 Memelihara kesihatan fizikal atau mental wanita
 Menghentikan kehamilan yang akan melahirkan bayi yang mempunyai gangguan kongenital yang membawa maut atau keadaan tak sihat yang teruk
 Mengurangkan jumlah fetus secara berpilih, untuk mengurangkan risiko kesihatan yang berkaitan dengan kehamilan berganda.

o Pengguguran elektif: Pengguguran untuk sebab-sebab lain.
Perkataan "pengguguran" sendiri selalunya dikaitkan dengan pengguguran aruhan.



Apakah Hukum Menggugurkan Kandungan?

Hukum Menggugurkan Janin dalam keadaannya yang berbeza :

1. JANIN mengidap Penyakit yang ringan (tidak mengakibatkan kematian) yang boleh diubati.
Hukumnya : HARAM sebelum 4 bulan dan selepas

2. JANIN mengidap kecacatan ringan yang tidak boleh diubati tetapi ia boleh hidup. Seperti Buta, Cacat sebelah tangan, atau kedua-duanya, cata kaki, kurang jari dan sebagainya .
Hukumnya : HARAM jika umur janin melebihi 4 bulan, HARUS kiranya umur bayi di bawah 4 bulan.

3. JANIN mengidap Kecacatan yang Serius yang membawa kematian . seperti tiada kepala, tiada paru2 dan sebagainya
Hukumnya : Biasanya janin akan gugur dengan sendirinya. Tiada hukum.

4. JANIN mengalami kecacatan anggota yang membawa akan membawa kematian sejurus selepas dilahirkan.
Hukumnya : Terdapat perbezaan pandangan ulama':
a) HARUS sebelum 4 bulan, Haram selepas 4 Bulan.
b) HARUS walaupun selepas 4 bulan, dengan syarat, Keyakinan tinggi hasil analisa Doktor2 pakar.

5. JANIN menghidapi penyakit AIDS.
Hukumnya : HARUS sebelum 4 bulan , Haram selepas 4 Bulan.

6. JANIN yang terhasil akibat dirogol
Hukumnya : HARUS digugurkan hanya sebelum 4 Bulan.

7. JANIN yang sihat @ sakit @ cacat tetapi nyawa Ibu terancam kiranya janin dilahirkan.
Hukumnya : HARUS gugur janin samada sebelum atau selepas 4 bulan, kerana nyawa Ibu diutamakan dalam hal ini.


Firman Allah yang bermaksud: "Dan janganlah kamu membunuh nyawa manusia yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar (di sisi syarak)." (Surah Al-An'am : 151)



Pengguguran Dari Aspek Undang-undang:

“Kanun Keseksaan” seksyen 312 di bawah tajuk “menyebabkan keguguran” menyatakan bahawa “barang siapa dengan sengaja menyebabkan seseorang perempuan yang hamil gugur hendaklah jika keguguran itu tidak disebabkan dengan suci hati bagi maksud menyelamatkan nyawa perempuan itu diseksa dengan penjara selama tempoh yang boleh sampai tiga tahun, atau dengan denda, atau dengan kedua-duanya, dan jika perempuan itu mengandung anak yang telah bersifat, hendaklah diseksa dengan penjara selama tempoh yang boleh sampai tujuh tahun, dan bolehlah juga dikenakan denda.”



“Tapi doktor…anak saya memang nak sangat sambung belajar…lagi pun yuran semua dah dibayar,” rayu nya lagi. Apa yang boleh saya buat pada rayuannya?

“Makcik, yuran tu, makcik boleh uruskan dengan pihak IPT, minta penangguhan dulu. Bila anak makcik dah bersalin nanti, bolehlah dia belajar semula,” saya memberi cadangan.

“Jangan sesekali digugurkan bayi tu makcik. Kalaupun masalah selesai untuk jangka masa pendek, tapi dosa dan penyesalannya seumur hidup. Apa yang telah berlaku semuanya takdir, jangan bertindak tidak betul. Kalaupun tak takut dengan undang-undang, takutlah dengan Allah. Kalau tak takut juga dengan Allah, terpulang lah pada makcik,” saya membalas dengan suara bergetar, jawapan yang agak keras saya rasakan.

Saya menyudahkan mengisi borang pemeriksaan kesihatan itu dengan hati penuh kekesalan jua tak sudah mendoakan agar mereka tidak meneruskan niat yang kejam itu.

Bukan sekali saya bertemu pelajar beragama Islam yang hamil di luar nikah, tetapi baru pertama kali terang-terangan saya diberitahu bahawa mereka ingin menggugurkan kandungan. Minggu sebelumnya saya merawat beberapa pesakit lelaki bujang yang dijangkiti penyakit kelamin akibat melanggan pelacur. Sedihnya memikirkan pada usia seawal 19 tahun mereka telah melakukan zina. Apalah yang harus saya nasihati selain mengingatkan mereka kesan buruk seks rambang dari segi kesihatan juga diselitkan sedikit nasihat agama selain mengalakkan mereka agar mendirikan perkahwinan.

Terfikir juga andaikata hukum hudud dilaksanakan, pasti ramai yang disebat dan direjam sampai mati atas dosa zina mereka. Tetapi, siapa lah saya untuk menghukum.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Surah Al-Israa’: Ayat 32)


Teman-teman, apakah peranan kita?


Sumber:
http://www.e-fatwa.gov.my

http://ms.wikipedia.org/wiki/Pengguguran

http://islamictazkirah.blogspot.com/2009/05/hukum-menggugurkan-janin.html

Sunday, June 14, 2009

Merinduinya




Sentiasa di hatiku, satu nama, satu wajah yang besar jasa jua kasihnya hingga mampu ku berdiri di tempatku kini. Beliau telah pergi dan pemergiannya melukakan, tapi doa jua ingatanku tetap berterusan. Moga redha Allah menemaninya di sana. Selamat Hari Bapa buat beliau sentiasa selamanya.


Al-Fadhil Ustaz Dr. Fathi Yakan Wafat




www.ikhwan-jor.com mengkhabarkan berita yang cukup meruntun jiwa, pulangnya Dr. Fathi Yakan ke pangkuan Allah Taala pada awal hari ini. Beliau meninggal pada usia 76 tahun lantaran sakit.

Berita ini diterima selepas zuhur tadi yang juga disiarkan di aljazeera.net, qudspress.com dan lain-lain. Beritanya adalah seperti berikut:

Pada pagi sabtu, Dr Fathi Yakan telah meninggal dunia di hospital di Lubnan setelah dimasukkan ke hospital beberapa hari yang lepas kerana menghadapi masalah kesihatan yang teruk. Beliau telah menghembuskan nafasnya terakhir ketika mencapai umur 76 tahun di hospital.

Pihak hospital telah menyatakan bahawa beliau terkena serangan angin ahmar pada otaknya sehingga menyebabkan beliau telah mati klinikal (clinical death). Namun pihak perubatan dan pihak keluarga enggan mencabut alat bantuan hayat dari tubuh beliau.

Siapa yang tidak kenal Dr. Fathi Yakan. Kitab karangannya yang terkenal Apa Erti Saya Menganut Islam (atau lebih terkenal dengan panggilan 'Maza Yakni') menjadi rujukan kebanyakan kumpulan usrah pelbagai wadah.

Kini beliau sudah pergi meninggalkan kita. Permata dakwah ini sudah tiada. Moga-moga akan lahir lebih ramai tokoh dakwah sehebat Dr Fathi Yakan. Ulama agung yang mampu menjulang martabat Islam setinggi-tingginya.


Profil Dr Fathi Yakan

Dr Fathi Yakan ialah ulama dan pendakwah Islam yang terkemuka. Beliau dilahirkan di Tarablas pada tahun 1933 dan telah mendapat ijazah kedoktoran dalam pengajian Islam dan Bahasa Arab. Beliau telah terlibat dengan kerja-kerja Islam sejak tahun 50an dan telah menubuhkan Jamaah Islam pada awal 60an. Beliau telah menjawat ketua umum di dalam Jamaah Islam sehinggalah pada tahun 1992.

Pada tahun tersebut beliau telah bertanding dan telah memenangi kerusi parlimen. Beliau kekal sehinggalah pada tahun 1996. Di tahun-tahun kebelakangan ini beliau telah mengetuai jabhah Islami. Beliau telah mengambil peranan penting untuk menghentikan peperangan Mukhayyam Narul Barid di utara Lubnan diantara Tentera Lubnan dan Jamaah Fathul Islami pd tahun 2007.

Beliau telah banyak mengarang buku di antaranya Maza Ya'ni Intiami lil Islam, al-Mutasiqituna Fala Toriq Da'wah, Kaifu Nadwu lil Islam dan lain-lain yang melebihi 35 buah buku.


(Disalin daripada tamanulama.blogspot.com)

Saturday, June 06, 2009

RAPUH




Tuhan, betapa aku merasakan rapuhnya diriku: Rapuh imanku ditunduk nafsuku, rapuh akhlakku dicalar amarahku, rapuh ibadahku disibukkan duniaku. Betapa aku merasakan terlalu jauh langkahku tersasar dari-Mu, hingga jarang aku merasa lazat ibadahku. Sungguh telah terhijab hatiku dari cinta-Mu, hingga tidak ku rasa berdosa melanggar perintah-Mu. Begitu kotornya akan jiwaku, hingga terlalai dalam urusan duniawiku.

Tuhan, alangkah maha besar kasih sayang-Mu, terusan menyapa dengan hidayah-Mu sedangkan aku penuh berdosa melupakan-Mu. Sungguh terlalu hebat kasih sayang-Mu terusan mendetikkan insaf dalam hatiku, sedangkan aku sering ‘berlari’ menjauhi-Mu. Begitu luasnya pengampunan-Mu mengatasi murka-Mu, sedangkan aku begitu sombong menghamparkan dosaku.

Tuhan, Kau bahkan lebih tahu bahawa aku berbuat dosa bukanlah kerana mencabar kekuasaan-Mu, bukan pula kerana ingin menentang kehebatan-Mu, tetapi kerana kelemahanku melawan pengaruh hawa nafsuku. Maka Kau hulurkanlah tirai-Mu menutupi keaibanku, dan ampunilah dosa-dosaku Ya Tuhan.

Tuhan, Kau pandulah langkahku agar tak tersasar dari jalan-Mu. Kau suluhlah jalanku agar terang hatiku menuju cinta-Mu. Kau pimpinlah, tunjukilah serta berikan taufiq padaku untuk selalu mengharapkan-Mu, menjadikan-Mu tujuanku, meletakkan-Mu sebagai harapanku dan menjadikan redha-Mu matlamatku.


RAPUH (OPICK)

Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidup

Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padaMu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu
Dalam dadaku harap hanya
DiriMu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padaMu