Monday, April 20, 2009
Are My Intentions Alright?
Waking up in the morning, gotta make my prayer
Am I really gonna' make it, when there is no one there?
Taking trips to the masjid (mosque), even when it's tough
Am I going for the sake of Allah? Am I showing off?
Gonna' get me the knowledge, gonna study Islam
Am I going just to build my ego? so they call me “the Man”?
Does it matter if the people respect me, when its not for Allah?
When I know anytime He can take me, without one real du'a (prayer)
Does it matter if they say I'm a big shot?
when I get no reward for my deeds
And I'm dragged on the Day of Resurrection
Cause of the folks that I wanted to please
Plus I know that Allah has the power
To raise me up in their eyes if it need be
I should always make my intentions, for my Lord, Allah completely
Are my Intentions alright?
Am I doing for Allah?
When I'm looking deep, deep down inside
Do I have the right niyyah?
Wearing thoubs with a kufi, kufi
Miswaks leather socks like the old days
Am I trying to follow the Prophet? or am I seeking praise?
Giving talks on Islam to people
I'd be quoting Hadith and Qur'an
Am I speaking so they like how I'm speaking? and they say I'm “the Bomb”
Donating to Islamic centers, giving money so the Deen can grow
Am I giving for the sake of Allah? or is it for show?
Many times I have found my intentions
Are not what I want them to be
I know I start on the right direction
But Shaitan starts talking to me
And I forget that without my niyyah, I'm just wasting my time
My intentions cannot bring the reward, when they're out of line
So I pray to Allah to help me, to do everything for Him only
Doesn't matter if the people despise me
Cause with Allah I can never be lonely
Yah Allah, accept this niyyah
Coming from young Muslims striving to be believers
So on the day, our deeds You'll measure. Know we only did this strictly for Your pleasure, Your pleasure
Your mercy, Your ajur (reward), Your Jannah (heaven), forever and ever and ever
And reward us for those who listen
Heeded to the message, changing their condition
And know that everything up until this point I've ever written
I submit as my repentance
And if its blessings You're sending my way
I beg You hold them to the judgement day
so maybe in Jannah you can look back and say...it was a lovely day, a lovely, a lovely day, yes a lovely day
Are my intentions, alright, am I doing for Allah
When I am looking deep deep down inside, do I have the right niyyah (intention)?
Are my Intentions alright?
Am I doing for Allah?
When I'm looking deep, deep down inside
Do I have the right niyyah?
Sunday, April 12, 2009
Senyumlah Dalam Keletihanmu...
Dedikasi buat adikku yang letih...
"Kak, saya rasa letih sangat," adu seorang adik yang keletihan selepas berprogram, ditambah pula tugasan kuliah yang membebankan. Seluruh tubuhnya keletihan dan mula mengalami gejala seperti sakit dada dan rasa lemah hingga hampir-hampir tidak mampu meneruskan tugasannya pada hari tersebut.
"Akak rasa awak stress lah," kata saya membuat 'diagnosis' selepas mendengar simptom-simptom yang diceritakannya.
"Give your body a break. All work and no play makes Jack a dull boy," saya memetik kata pepatah Inggeris.
“Rehatlah, bercuti untuk dirimu sendiri. Antara sebab-sebab futur ialah keletihan yang melampau,” saya menyambung lagi.
“Ya lah, saya rasa hidup saya ni untuk program, kerja dan thesis saja kak…” luahnya lagi, mungkin baru menyedari betapa letihnya hidupnya.
“Selain rehat, cuba ambil supplement kesihatan untuk menambahkan tenaga,” sambung saya lagi. Teringat pengalaman saya yang selalu letih di zaman belajar, dapat saya atasi dengan pengambilan supplement.

“Dan janganlah lupa berdoa. Pagi tadi akak dengar ceramah ustaz kat dalam TV, katanya Rasulullah pernah mengajarkan satu ayat kepada Muadz Bin Jabal bagaimana untuk mengatasi masalah lemah dan berhutang. Ayat ini dengan izin Allah, jika diamalkan, sekiranya kita berhutang sebanyak manapun nescaya Allah mudahkan bagi kita untuk menyelesaikannya,” kata saya.
Ayat tersebut ialah ayat ke 26 Surah Ali Imran yang bermaksud: “Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kepada temanku yang sedih, kecewa, tertekan, ketahuilah jalan perjuangan pastinya penuh kepenatan, kesusahan dan tekanan yang tak terjangkakan. Aku juga tak terkecuali melalui saat keletihan itu hingga kini. Namun, yakinlah kasih-Nya tetap menemani dalam keletihanmu, bantuan-Nya tetap menyusuli selepas kesusahanmu, dan kemanisan pasti akan dirasai selepas rasa tertekanmu. Bukankah Allah telah berjanji bahawa selepas kesusahan akan ada kesenangan.
“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah: Ayat 5-6)
“Ya Allah, aku bermohon perlindungan-Mu dari rasa sedih dan dukacita, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat lemah dan malas, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, dan aku bermohon perlindungan-Mu dari beban hutang dan penindasan manusia. Amin..”
Senyumlah dalam keletihanmu. Semoga langkah kita sentiasa kuat menyusuri jalan yang meletihkan ini. Untuk motivasi, renungilah kata-kata hikmah dari Saidina Umar Al-Khattab:
“Jika kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan, ketahuilah bahawa keletihan itu akan hilang sedang kebaikan itu akan berkekalan.”
"Kak, saya rasa letih sangat," adu seorang adik yang keletihan selepas berprogram, ditambah pula tugasan kuliah yang membebankan. Seluruh tubuhnya keletihan dan mula mengalami gejala seperti sakit dada dan rasa lemah hingga hampir-hampir tidak mampu meneruskan tugasannya pada hari tersebut.
"Akak rasa awak stress lah," kata saya membuat 'diagnosis' selepas mendengar simptom-simptom yang diceritakannya.
"Give your body a break. All work and no play makes Jack a dull boy," saya memetik kata pepatah Inggeris.
“Rehatlah, bercuti untuk dirimu sendiri. Antara sebab-sebab futur ialah keletihan yang melampau,” saya menyambung lagi.
“Ya lah, saya rasa hidup saya ni untuk program, kerja dan thesis saja kak…” luahnya lagi, mungkin baru menyedari betapa letihnya hidupnya.
“Selain rehat, cuba ambil supplement kesihatan untuk menambahkan tenaga,” sambung saya lagi. Teringat pengalaman saya yang selalu letih di zaman belajar, dapat saya atasi dengan pengambilan supplement.

“Dan janganlah lupa berdoa. Pagi tadi akak dengar ceramah ustaz kat dalam TV, katanya Rasulullah pernah mengajarkan satu ayat kepada Muadz Bin Jabal bagaimana untuk mengatasi masalah lemah dan berhutang. Ayat ini dengan izin Allah, jika diamalkan, sekiranya kita berhutang sebanyak manapun nescaya Allah mudahkan bagi kita untuk menyelesaikannya,” kata saya.
Ayat tersebut ialah ayat ke 26 Surah Ali Imran yang bermaksud: “Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kepada temanku yang sedih, kecewa, tertekan, ketahuilah jalan perjuangan pastinya penuh kepenatan, kesusahan dan tekanan yang tak terjangkakan. Aku juga tak terkecuali melalui saat keletihan itu hingga kini. Namun, yakinlah kasih-Nya tetap menemani dalam keletihanmu, bantuan-Nya tetap menyusuli selepas kesusahanmu, dan kemanisan pasti akan dirasai selepas rasa tertekanmu. Bukankah Allah telah berjanji bahawa selepas kesusahan akan ada kesenangan.
“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah: Ayat 5-6)
“Ya Allah, aku bermohon perlindungan-Mu dari rasa sedih dan dukacita, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat lemah dan malas, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, dan aku bermohon perlindungan-Mu dari beban hutang dan penindasan manusia. Amin..”
Senyumlah dalam keletihanmu. Semoga langkah kita sentiasa kuat menyusuri jalan yang meletihkan ini. Untuk motivasi, renungilah kata-kata hikmah dari Saidina Umar Al-Khattab:
“Jika kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan, ketahuilah bahawa keletihan itu akan hilang sedang kebaikan itu akan berkekalan.”
Saturday, April 04, 2009
I'm Calling You
I'm Calling You - OUTLANDISH
I'm callin' U
With all my goals, my very soul
Ain't fallin' through
I'm in need of U
The trust in my faith
My tears and my ways is drowning so
I cannot always show it
But don't doubt my love
I'm callin' U
With all my time and all my fights
In search for the truth
Tryin'a reach U
See the worth of my sweat
My house and my bed
Am lost in sleep
I will not be false in who I am
As long as I breathe
Oh, no, no
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
My One & Only
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
all I need in my life
I'm callin' U
When all my joy
And all my love is feelin' good
Cuz it's due to U
See the time of my life
My days and my nights
so it's alright
Cuz at the end of the day
I still got enough for me and my
I'm callin' U
When all my keys
And all my bizz
Runs all so smooth
I'm thankin' U
See the halves in my life
My patience, my wife
With all that I know
Oh, take no more than I deserve
Still need to learn more
Oh, no, no
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
My One & Only
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
all I need in my life
Our relationship, so complex
Found U while I was headed straight for hell in quest
You have no one to compare to
'Cause when I lie to myself it ain't hidden from U
I guess I'm thankful
Word on the street is U changed me
It shows in my behaviour
Past present future
Lay it all out
Found my call in your house
And let the whole world know what this love is about
Yo te quiero, te extraño, te olvido
Aunque nunca me has faltado, siempre estas conmigo
Por las veces que he fallado y las heridas tan profundas
Mejor tarde que nunca para pedirte mil disculpas
Estoy gritando callado yo te llamo, te escucho, lo intento
De ti yo me alimento
Cuando el aire que respiro es violento y turbulento
Yo te olvido, te llamo, te siento
[Translation:]
I love you, I miss you, I forget you
Even though you never let me down and always are by my side
For all the times I've failed and hurt you deeply
Better later than never to give you a 1000 apologies
I'm shouting silently, callin' you, I'm listening to you, I'm tryin'
You nourish me
When the air that I breathe is violent and turbulent
I'm forgettin' you, I'm callin' you, I'm feelin' you
Oh, no, no
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
My One & Only
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U...
oh, no, no
i don't need nobody
& i don't fear nobody
I don't call nobody but you
MY one and only
I don't need nobody
& i don't fear nobody
I don't nobody but you
all i need in my lifee
Wednesday, April 01, 2009
APRIL FOOL
Teringat lagi semasa di sekolah menengah bagaimana adik-adik junior sebilik yang mengenakan teman-teman dengan menconteng muka mereka sewaktu tidur pada tarikh 1 April. Bila saya tanya dan tegur mereka menjawab, "APRIL FOOL!!!"
Saya juga pernah dikenakan dan ditipu sewaktu matrikulasi oleh rakan sebilik yang gemar membuat lawak APRIL FOOL. Aduh, sakitnya hati diperbodohkan begitu. Akibatnya teman yang mengenakan saya mendapat ceramah percuma tentang kebodohan dan kejahilan APRIL FOOL.

"Eh..hari tok APRIL FOOL lah.." kata teman sekerja saya hari ini.
"Only fools celebrate APRIL FOOL!" kata saya selamba.
Teman sekerja saya tersengih sambil berkata, "Mulut...sik ada insurans.." Saya tertawa sahaja..hehehe...
Saya juga pernah dikenakan dan ditipu sewaktu matrikulasi oleh rakan sebilik yang gemar membuat lawak APRIL FOOL. Aduh, sakitnya hati diperbodohkan begitu. Akibatnya teman yang mengenakan saya mendapat ceramah percuma tentang kebodohan dan kejahilan APRIL FOOL.

"Eh..hari tok APRIL FOOL lah.." kata teman sekerja saya hari ini.
"Only fools celebrate APRIL FOOL!" kata saya selamba.
Teman sekerja saya tersengih sambil berkata, "Mulut...sik ada insurans.." Saya tertawa sahaja..hehehe...
Cintai Mereka, Jangan Disakiti Hatinya...
Macam-macam yang dibualkan dengan Mak dalam perjalanan dari Sri Aman ke Kuching sambil memandu kereta kelisa saya yang baru keluar dari bengkel. Entah bagaimana perbualan tiba-tiba sampai pada topik anak-ibu bapa. Kata mak, sedikit rasa terkilan di sudut hati seorang ibu atau bapa pada anaknya, biarpun tidak terzahir dengan kata-kata dan riak muka bisa mendatangkan bala pada si anak.
Mak mula bercerita tentang kisah benar yang berlaku pada saudaranya di kampung:
“Pernah Si Fulan yang sik puas hati ngan bapak nya yang suka molah maksiat. Nya nasihat bapaknya, disuruh bapak nya bertaubat, sembahyang, jangan molah benda jaik. Bapaknya sik jawab apa-apa..sikda melawan balit, nya diam jak. Sik lamak lepas ya hidup Si Fulan yang senang tiba-tiba jadi susah, semua kerja nya sik menjadi. Lepas beberapa tahun, Si Fulan sik tahan hidup susah macam ya, akhirnya nya mintak ampun benar-benar ngan bapaknya. Sik lamak lepas ya, hidupnya jadi senang macam biasa.” Panjang lebar cerita Mak.
Terus sahaja saya teringat cerita seorang kawan semasa di kampus yang pernah meluahkan kekecewaannya tentang ayahnya yang tidak pernah solat. Dia lantas mengambil tindakan menulis surat lalu menyampaikan sendiri ke tangan ayahnya dengan tujuan memberi nasihat agar ayahnya bersolat. Ayahnya diam membisu tanpa sebarang respons. Sangka teman saya itu, pasti dia telah berjaya mengetuk pintu hati ayahnya untuk kembali kepada Allah.
Tidak lama selepas itu, teman saya tersebut mendatangi saya lagi setelah keputusan End of Block Exam diumumkan. Katanya dia gagal dan terpaksa mengulang tahun pengajian. Saya cuba memberi kata perangsang dan semangat. Teman saya menyambung lagi, “Saya dah cakap kat ayah saya tentang kegagalan saya, awak nak tahu apa ayah saya jawab?” Saya terdiam, menanti sambungan ceritanya. “Itulah balasan kau, kerana sakitkan hati ayah.” Terdiam saya mendengarnya.
Saya terfikir, masakan si ayah sanggup mendoakan keburukan untuk anak, pasti tidak mungkin, tetapi sedikit rasa sakit hati nya atas sikap si anak sahaja sudah cukup untuk mengundang kemurkaan Allah hingga hilang barokah dalam hidup seorang anak.
Si anak yang memahami Islam, yang penuh rasa tulus mengharapkan kebahagian kedua orang tuanya kadang-kadang teruji dengan sikap mereka yang tidak taat pada suruhan Allah serta gemar berbuat maksiat. Si anak yang memahami kepentingan da’wah kadang-kadang lancar dan lantang menghulur nasihat tanpa berfikir adab yang terbaik untuk menyampaikannya hingga mendatangkan rasa terkilan di hati orang tua nya. Apakah si anak yakin bahawa kewajipan dakwahnya telah terlaksana dengan cara yang terbaik?
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Surah Al-Isra: Ayat 23)

Jika berkata “ah” sahaja kepada kedua ibu bapa sudah dilarang Allah, masakan menengking ibu bapa dan menyakiti hati mereka dibenarkan-Nya? Semua anak pasti menginginkan yang terbaik untuk ibu bapa, tetapi janganlah merasa megah dengan ilmu dan kelebihan yang ada hingga ada sedetik rasa sombong di hati terhadap keduanya. Rasa sombong ini akhirnya terjelma dari tindakan dan akibatnya menyakiti hati insan yang telah melahirkan, membesarkan dan berkorban segalanya untuk kita.
Jadikanlah teladan akan kisah pemuda yang diangkat darjat di akhirat sebagai jiran Nabi Musa a.s di syurga kerana memuliakan kedua ibu bapanya yang ditukarkan rupa menjadi babi oleh Allah akibat dosa besar mereka.
Jadikanlah sempadan akan kisah Al-Qomah, lelaki ahli ibadah yang mengalami kesukaran sakaratul maut kerana menyinggung perasaan seorang ibu dengan melebihkan si isterinya. Beliau akhirnya mampu melafazkan syahadah dan menghembuskan nafas akhirnya setelah mendapat kemaafan dari ibunya.
Nasihatilah ibu dan ayah dengan cara yang terbaik serta penuh hikmah kerana pendekatan dakwah terhadap keduanya pasti jauh berbeza daripada dakwah terhadap orang biasa yang kita hadapi dalam masyarakat. Betulkanlah niat untuk menasihati keduanya kerana rasa cinta pada mereka dan mengharapkan kebaikan untuk mereka, bukan kerana merasa diri lebih berilmu dan lebih betul daripada kedua orang tua.
Kaedah menasihati ibu bapa:
• Mengunakan pendekatan orang tengah yang dipercayai dan dihormati oleh ibu bapa kita. Contohnya Imam, orang alim yang dihormati dan baik akhlaknya. Ini kerana, secara logiknya seseorang pasti lebih mudah menerima nasihat daripada orang yang dihormatinya dan lebih tinggi kedudukan daripadanya.
• Menasihati sendiri dengan cara yang berkias lagi lemah lembut bergantung pada sifat ibu bapa yang kita fahami. Ini boleh dilakukan melalui cara memuji dan memujuk. Ibu bapa pasti gembira menerima pujian daripada seorang anak. Ibu bapa yang mudah tersentuh dengan sifat manja si anak pula, mudah dinasihati dengan cara memujuk.
• Melalui pemberian hadiah yang menunjukkan ingatan si anak pada ibu bapa dan dalam masa yang sama menjadi isyarat bahawa si anak mengharapkan perubahannya. Contohnya menghadiahkan sejadah pada ayah yang meninggalkan solat atau menghadiahkan tudung pada ibu yang tidak menutup aurat.
• Sentiasa mendoakan kedua orang tua dalam setiap doa yang dilafazkan. Berdoa, berdoa dan berdoa tanpa rasa jemu. Tanamkan pada diri bahawa doa anak yang soleh pasti dimakbulkan Allah.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah Luqman: Ayat 14-15)
Taatilah keduanya selagi tidak menyebabkan kita menderhakai Allah. Cintailah keduanya dengan hati yang putih suci. Layanilah keduanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Jangan sakiti hatinya, kerana syurga kita terletak pada nya….
Lakukanlah segalanya penuh rasa cinta demi mengharap cinta Sang Pencipta.
Mak mula bercerita tentang kisah benar yang berlaku pada saudaranya di kampung:
“Pernah Si Fulan yang sik puas hati ngan bapak nya yang suka molah maksiat. Nya nasihat bapaknya, disuruh bapak nya bertaubat, sembahyang, jangan molah benda jaik. Bapaknya sik jawab apa-apa..sikda melawan balit, nya diam jak. Sik lamak lepas ya hidup Si Fulan yang senang tiba-tiba jadi susah, semua kerja nya sik menjadi. Lepas beberapa tahun, Si Fulan sik tahan hidup susah macam ya, akhirnya nya mintak ampun benar-benar ngan bapaknya. Sik lamak lepas ya, hidupnya jadi senang macam biasa.” Panjang lebar cerita Mak.
Terus sahaja saya teringat cerita seorang kawan semasa di kampus yang pernah meluahkan kekecewaannya tentang ayahnya yang tidak pernah solat. Dia lantas mengambil tindakan menulis surat lalu menyampaikan sendiri ke tangan ayahnya dengan tujuan memberi nasihat agar ayahnya bersolat. Ayahnya diam membisu tanpa sebarang respons. Sangka teman saya itu, pasti dia telah berjaya mengetuk pintu hati ayahnya untuk kembali kepada Allah.
Tidak lama selepas itu, teman saya tersebut mendatangi saya lagi setelah keputusan End of Block Exam diumumkan. Katanya dia gagal dan terpaksa mengulang tahun pengajian. Saya cuba memberi kata perangsang dan semangat. Teman saya menyambung lagi, “Saya dah cakap kat ayah saya tentang kegagalan saya, awak nak tahu apa ayah saya jawab?” Saya terdiam, menanti sambungan ceritanya. “Itulah balasan kau, kerana sakitkan hati ayah.” Terdiam saya mendengarnya.
Saya terfikir, masakan si ayah sanggup mendoakan keburukan untuk anak, pasti tidak mungkin, tetapi sedikit rasa sakit hati nya atas sikap si anak sahaja sudah cukup untuk mengundang kemurkaan Allah hingga hilang barokah dalam hidup seorang anak.
Si anak yang memahami Islam, yang penuh rasa tulus mengharapkan kebahagian kedua orang tuanya kadang-kadang teruji dengan sikap mereka yang tidak taat pada suruhan Allah serta gemar berbuat maksiat. Si anak yang memahami kepentingan da’wah kadang-kadang lancar dan lantang menghulur nasihat tanpa berfikir adab yang terbaik untuk menyampaikannya hingga mendatangkan rasa terkilan di hati orang tua nya. Apakah si anak yakin bahawa kewajipan dakwahnya telah terlaksana dengan cara yang terbaik?
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Surah Al-Isra: Ayat 23)

Jika berkata “ah” sahaja kepada kedua ibu bapa sudah dilarang Allah, masakan menengking ibu bapa dan menyakiti hati mereka dibenarkan-Nya? Semua anak pasti menginginkan yang terbaik untuk ibu bapa, tetapi janganlah merasa megah dengan ilmu dan kelebihan yang ada hingga ada sedetik rasa sombong di hati terhadap keduanya. Rasa sombong ini akhirnya terjelma dari tindakan dan akibatnya menyakiti hati insan yang telah melahirkan, membesarkan dan berkorban segalanya untuk kita.
Jadikanlah teladan akan kisah pemuda yang diangkat darjat di akhirat sebagai jiran Nabi Musa a.s di syurga kerana memuliakan kedua ibu bapanya yang ditukarkan rupa menjadi babi oleh Allah akibat dosa besar mereka.
Jadikanlah sempadan akan kisah Al-Qomah, lelaki ahli ibadah yang mengalami kesukaran sakaratul maut kerana menyinggung perasaan seorang ibu dengan melebihkan si isterinya. Beliau akhirnya mampu melafazkan syahadah dan menghembuskan nafas akhirnya setelah mendapat kemaafan dari ibunya.
Nasihatilah ibu dan ayah dengan cara yang terbaik serta penuh hikmah kerana pendekatan dakwah terhadap keduanya pasti jauh berbeza daripada dakwah terhadap orang biasa yang kita hadapi dalam masyarakat. Betulkanlah niat untuk menasihati keduanya kerana rasa cinta pada mereka dan mengharapkan kebaikan untuk mereka, bukan kerana merasa diri lebih berilmu dan lebih betul daripada kedua orang tua.
Kaedah menasihati ibu bapa:
• Mengunakan pendekatan orang tengah yang dipercayai dan dihormati oleh ibu bapa kita. Contohnya Imam, orang alim yang dihormati dan baik akhlaknya. Ini kerana, secara logiknya seseorang pasti lebih mudah menerima nasihat daripada orang yang dihormatinya dan lebih tinggi kedudukan daripadanya.
• Menasihati sendiri dengan cara yang berkias lagi lemah lembut bergantung pada sifat ibu bapa yang kita fahami. Ini boleh dilakukan melalui cara memuji dan memujuk. Ibu bapa pasti gembira menerima pujian daripada seorang anak. Ibu bapa yang mudah tersentuh dengan sifat manja si anak pula, mudah dinasihati dengan cara memujuk.
• Melalui pemberian hadiah yang menunjukkan ingatan si anak pada ibu bapa dan dalam masa yang sama menjadi isyarat bahawa si anak mengharapkan perubahannya. Contohnya menghadiahkan sejadah pada ayah yang meninggalkan solat atau menghadiahkan tudung pada ibu yang tidak menutup aurat.
• Sentiasa mendoakan kedua orang tua dalam setiap doa yang dilafazkan. Berdoa, berdoa dan berdoa tanpa rasa jemu. Tanamkan pada diri bahawa doa anak yang soleh pasti dimakbulkan Allah.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah Luqman: Ayat 14-15)
Taatilah keduanya selagi tidak menyebabkan kita menderhakai Allah. Cintailah keduanya dengan hati yang putih suci. Layanilah keduanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Jangan sakiti hatinya, kerana syurga kita terletak pada nya….
Lakukanlah segalanya penuh rasa cinta demi mengharap cinta Sang Pencipta.
Sunday, March 15, 2009
Saturday, March 14, 2009
Selamat Jalan Nurul...
Dedikasi buat sahabat ku, Nurul Shahida Shahidan, yang telah terbang ke bumi UK hari ini demi menemani perjuangan suami tercinta. Semoga rahmat-Nya melimpahimu walau di mana berada...

Takdir Penentu
Dengar dan tonton di sini
Dikau ...membuat hidupku ceria
Dengan senyummu ku memuja kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa
Bahagia..ku rasa tika bersamamu
Tiada apa yang dapat digambarkan
Membawa sinar baru
Janjimu kepadaku
Sentiasa disisiku selalu
Menempuhi segalanya
Namun kini, kau tiada lagi
Mungkin kita kan bertemu
Takdir penentu
Namun...kan ku teruskan hidup ini
Kan ku buktikan segala cita dan janji
Suatu hari nanti
Sukar untuk kutemui lagi
Insan mulia yang sejati
Suka dan duka bersama kita lalui
Namunku kan terus
Cita kita janji kita
Walau kau tiada di sisiku lagi
Menempuhi segalanya
Kan ku teruskan jua
Mungkin kita kan bertemu takdir penentu
Takdir Penentu
Dengar dan tonton di sini
Dikau ...membuat hidupku ceria
Dengan senyummu ku memuja kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa
Bahagia..ku rasa tika bersamamu
Tiada apa yang dapat digambarkan
Membawa sinar baru
Janjimu kepadaku
Sentiasa disisiku selalu
Menempuhi segalanya
Namun kini, kau tiada lagi
Mungkin kita kan bertemu
Takdir penentu
Namun...kan ku teruskan hidup ini
Kan ku buktikan segala cita dan janji
Suatu hari nanti
Sukar untuk kutemui lagi
Insan mulia yang sejati
Suka dan duka bersama kita lalui
Namunku kan terus
Cita kita janji kita
Walau kau tiada di sisiku lagi
Menempuhi segalanya
Kan ku teruskan jua
Mungkin kita kan bertemu takdir penentu
Tuesday, March 10, 2009
Sabar Jak Lah....
“Sabar Kak, sabar ya sebahagian dari Sabariah...“ kata saya bergurau sambil memujuk teman sekerja yang sedang marah dan geram. Dia ketawa dan geramnya reda dengan kata-kata saya.
Pernah suatu hari, seorang pesakit yang telah diminta untuk menjalani rawatan lanjutan di Hospital Umum Kuching untuk mengenalpasti punca penyakitnya tetapi tidak menghadiri temujanji akhirnya datang dengan komplikasi. Teman saya yang merawat pesakit berkata, “Kamek nak marah juak tek, tapi bila nangga mukanya, pakaian lakinya macam orang susah, kamek pun…..sabar...“ teman saya berkata sambil mengurut dada nya.
Sejak dua tiga minggu kebelakangan ini, ungkapan paling popular di kalangan saya dan rakan-rakan di Jabatan Pesakit Luar ialah “berlapang dada“. Sejak saya mula menyebut ungkapan tersebut, penggunaan nya diaplikasikan dengan baik oleh teman-teman. Bila ada sahaja karenah pesakit atau teman sekerja yang menguji, pasti disambung ungkapan, “Sikhal..berlapang dada jak lah.”
Menurut Kamus Dewan, sabar bermaksud kita betah menahan penderitaan (kesakitan, kesusahan dan lain-lain), tidak lekas marah atau putus asa, tidak terburu-buru serta tenang.
Bait-bait indah dalam lirik lagu Sifat Mahmudah nyanyian Hijjaz ini juga boleh menggambarkan maksud sabar: “ Redha sifat hati yang suci, ujian yang tiba rasa gembira, atau tiada apa terasa, kerana menerima anugerah Tuhannya. Sifat sabar sedikit berbeza, ujian yang menimpa sakit dirasa, tapi dapat ditahan perasaannya, hanya bermain di dalam sahaja, di luar tidak nampak terang nyata.“
Sabar amat mudah dilafaz, namun payah dilaksana. Orang yang marah bisa saja mengucapkan, “Sabar je lah..” atau “Sabar jak lah..“ atau “Aku tengah bersabar lah ni!” tetapi hakikatnya ujian tidak diterima dengan hati yang ikhlas dan lapang.
Dalam Islam terdapat beberapa tahap kesabaran:
Kesabaran dalam melaksanakan suruhan Allah.
Amalan yang diperintahkan Allah sering bertentangan dengan hawa nafsu manusia yang sentiasa mengajak kepada kejahatan. Kerana itulah Allah menjanjikan ganjaran pahala bagi mereka yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah. Sabar dalam ibadah termasuk ikhlas, istiqomah dalam melaksanakan suruhan Allah.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Surah Ar-Ra’d: Ayat 22)

Kesabaran meninggalkan kemaksiatan.
Sabar ini termasuk keteguhan dalam melawan bisikan hawa nafsu serta hasutan syaitan.
“…….. karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Yusuf: Ayat 53)

Kesabaran terhadap perkara yang tidak disukai.
Ini termasuk bersabar dengan musibah dalam bentuk penyakit, bencana alam serta bersabar dengan karenah manusia yang pelbagai.
Apabila saya memerhatikan pesakit-pesakit yang menghidap End-stage Kidney Disease, saya melihat satu contoh kesabaran yang tidak pernah saya miliki. Kagum saya dengan semangat mereka. Mereka perlu menjalani rawatan dialisis tiga kali seminggu untuk meneruskan kehidupan. Terpaksa menelan ubat setiap hari dan berpantang dari segi makanan dan minuman. Ada yang tinggal jauh dari hospital, memakan masa 2 jam perjalanan lantas memilih untuk tinggal di rumah pelawat hospital bagi mengurangkan kos pengangkutan. Bayangkan mereka terpaksa tinggal dalam keadaan serba kekurangan tanpa kelengkapan mencukupi dan berjauhan pula dari keluarga. Ini demi memastikan kelangsungan hidup kerana tertinggal saja satu sesi dialisis, nyawa boleh melayang. Alangkah besarnya kesabaran mereka!
Melihatkan kesusahan dan kesabaran mereka, membuatkan saya bersyukur atas limpahan rahmat Allah. Kadang-kadang terasa malu pula atas nikmat yang begitu banyak tetapi sedikit sekali disyukuri, malahan sering berkeluh kesah serta merungut bila ditimpa musibah.
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya...“ (Surah Al-Ma’arij: Ayat 19-23)
“...(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.“ (Surah Al-Hajj: Ayat 35)
Kesabaran menghadapi perkara yang disukai.
Tidak semua perkara yang kita sukai mendatangkan kebaikan pada kita. Kemewahan, kesihatan, kedudukan yang kita senangi jika kita tidak sabar mengahadapinya, boleh menghumban manusia ke lembah kelalaian dan kekufuran. Teladan dari kesombongan Firaun dan Haman sudah cukup membuktikan bahawa manusia yang tidak sabar dalam menghadapi kesenangan akhirnya terjerumus ke lembah kehinaan.
Hukamak berkata: “Jika kamu tidak bersabar dengan apa yang kamu sukai, bagaimana kamu boleh bersabar dengan apa yang tidak kamu sukai.“
Kesabaran dalam berjuang / berjihad.
Sabar serta keteguhan hati perlu dalam berdakwah, menuntut ilmu dan meninggikan syiar Islam. Dalam perjuangan, pasti kita akan menempuhi pelbagai bentuk ujian untuk mencapai apa yang dicita-citakan kerana jalan berjuang itu pasti penuh dengan segala bentuk mehnah. Tanpa kesabaran, ada yang akan gugur di pertengahan jalan sebelum misi perjuangan tercapai.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dan menghadapi musibat), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka).“ (Surah Ali Imran: Ayat 200).
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (Surah Al-Baqarah: Ayat 155

Renungilah kata-kata Saiyidina Ali Abu Talib k.a.w sebagai motivasi memupuk kesabaran:
“Jika engkau bersabar, takdir itu berlaku juga ke atas dirimu, tetapi engkau dikurniakan ganjaran pahala. Jika engkau tidak sabar pun, takdir tetap berlaku juga ke atas dirimu dan engkau berdosa. “
Bersabarlah, kerana kesabaran itu mendatangkan kemanisan dan membuat hatimu lapang.
Bersabarlah, kerana hanya dengan sabar kau dapat dekat kepada Tuhanmu.
Bersabarlah, kerana hanya dengan kesabaran dapat tercapai citamu dan tertunai hajatmu.
Tuhan, betapa kerap aku melanggar perintah-Mu kerana ketidaksabaranku, tetapi Kau tetap bersabar dengan sebesar-besar Kesabaran-Mu. Ya Allah, janganlah Kau simpan kemurkaan-Mu untuk Kau seksa aku di akhirat kelak, tetapi kurniakanlah ampunan-Mu padaku. Ya Allah berilah hamba kekuatan menyusuri kesabaran kekasih-Mu Muhammad s.a.w agar dapat berdiri kukuh dalam perjuanganku.
Pernah suatu hari, seorang pesakit yang telah diminta untuk menjalani rawatan lanjutan di Hospital Umum Kuching untuk mengenalpasti punca penyakitnya tetapi tidak menghadiri temujanji akhirnya datang dengan komplikasi. Teman saya yang merawat pesakit berkata, “Kamek nak marah juak tek, tapi bila nangga mukanya, pakaian lakinya macam orang susah, kamek pun…..sabar...“ teman saya berkata sambil mengurut dada nya.
Sejak dua tiga minggu kebelakangan ini, ungkapan paling popular di kalangan saya dan rakan-rakan di Jabatan Pesakit Luar ialah “berlapang dada“. Sejak saya mula menyebut ungkapan tersebut, penggunaan nya diaplikasikan dengan baik oleh teman-teman. Bila ada sahaja karenah pesakit atau teman sekerja yang menguji, pasti disambung ungkapan, “Sikhal..berlapang dada jak lah.”
Menurut Kamus Dewan, sabar bermaksud kita betah menahan penderitaan (kesakitan, kesusahan dan lain-lain), tidak lekas marah atau putus asa, tidak terburu-buru serta tenang.
Bait-bait indah dalam lirik lagu Sifat Mahmudah nyanyian Hijjaz ini juga boleh menggambarkan maksud sabar: “ Redha sifat hati yang suci, ujian yang tiba rasa gembira, atau tiada apa terasa, kerana menerima anugerah Tuhannya. Sifat sabar sedikit berbeza, ujian yang menimpa sakit dirasa, tapi dapat ditahan perasaannya, hanya bermain di dalam sahaja, di luar tidak nampak terang nyata.“
Sabar amat mudah dilafaz, namun payah dilaksana. Orang yang marah bisa saja mengucapkan, “Sabar je lah..” atau “Sabar jak lah..“ atau “Aku tengah bersabar lah ni!” tetapi hakikatnya ujian tidak diterima dengan hati yang ikhlas dan lapang.
Dalam Islam terdapat beberapa tahap kesabaran:
Kesabaran dalam melaksanakan suruhan Allah.
Amalan yang diperintahkan Allah sering bertentangan dengan hawa nafsu manusia yang sentiasa mengajak kepada kejahatan. Kerana itulah Allah menjanjikan ganjaran pahala bagi mereka yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah. Sabar dalam ibadah termasuk ikhlas, istiqomah dalam melaksanakan suruhan Allah.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Surah Ar-Ra’d: Ayat 22)

Kesabaran meninggalkan kemaksiatan.
Sabar ini termasuk keteguhan dalam melawan bisikan hawa nafsu serta hasutan syaitan.
“…….. karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Yusuf: Ayat 53)

Kesabaran terhadap perkara yang tidak disukai.
Ini termasuk bersabar dengan musibah dalam bentuk penyakit, bencana alam serta bersabar dengan karenah manusia yang pelbagai.
Apabila saya memerhatikan pesakit-pesakit yang menghidap End-stage Kidney Disease, saya melihat satu contoh kesabaran yang tidak pernah saya miliki. Kagum saya dengan semangat mereka. Mereka perlu menjalani rawatan dialisis tiga kali seminggu untuk meneruskan kehidupan. Terpaksa menelan ubat setiap hari dan berpantang dari segi makanan dan minuman. Ada yang tinggal jauh dari hospital, memakan masa 2 jam perjalanan lantas memilih untuk tinggal di rumah pelawat hospital bagi mengurangkan kos pengangkutan. Bayangkan mereka terpaksa tinggal dalam keadaan serba kekurangan tanpa kelengkapan mencukupi dan berjauhan pula dari keluarga. Ini demi memastikan kelangsungan hidup kerana tertinggal saja satu sesi dialisis, nyawa boleh melayang. Alangkah besarnya kesabaran mereka!
Melihatkan kesusahan dan kesabaran mereka, membuatkan saya bersyukur atas limpahan rahmat Allah. Kadang-kadang terasa malu pula atas nikmat yang begitu banyak tetapi sedikit sekali disyukuri, malahan sering berkeluh kesah serta merungut bila ditimpa musibah.
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya...“ (Surah Al-Ma’arij: Ayat 19-23)
“...(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.“ (Surah Al-Hajj: Ayat 35)
Kesabaran menghadapi perkara yang disukai.
Tidak semua perkara yang kita sukai mendatangkan kebaikan pada kita. Kemewahan, kesihatan, kedudukan yang kita senangi jika kita tidak sabar mengahadapinya, boleh menghumban manusia ke lembah kelalaian dan kekufuran. Teladan dari kesombongan Firaun dan Haman sudah cukup membuktikan bahawa manusia yang tidak sabar dalam menghadapi kesenangan akhirnya terjerumus ke lembah kehinaan.
Hukamak berkata: “Jika kamu tidak bersabar dengan apa yang kamu sukai, bagaimana kamu boleh bersabar dengan apa yang tidak kamu sukai.“
Kesabaran dalam berjuang / berjihad.
Sabar serta keteguhan hati perlu dalam berdakwah, menuntut ilmu dan meninggikan syiar Islam. Dalam perjuangan, pasti kita akan menempuhi pelbagai bentuk ujian untuk mencapai apa yang dicita-citakan kerana jalan berjuang itu pasti penuh dengan segala bentuk mehnah. Tanpa kesabaran, ada yang akan gugur di pertengahan jalan sebelum misi perjuangan tercapai.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dan menghadapi musibat), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka).“ (Surah Ali Imran: Ayat 200).
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (Surah Al-Baqarah: Ayat 155

Renungilah kata-kata Saiyidina Ali Abu Talib k.a.w sebagai motivasi memupuk kesabaran:
“Jika engkau bersabar, takdir itu berlaku juga ke atas dirimu, tetapi engkau dikurniakan ganjaran pahala. Jika engkau tidak sabar pun, takdir tetap berlaku juga ke atas dirimu dan engkau berdosa. “
Bersabarlah, kerana kesabaran itu mendatangkan kemanisan dan membuat hatimu lapang.
Bersabarlah, kerana hanya dengan sabar kau dapat dekat kepada Tuhanmu.
Bersabarlah, kerana hanya dengan kesabaran dapat tercapai citamu dan tertunai hajatmu.
Tuhan, betapa kerap aku melanggar perintah-Mu kerana ketidaksabaranku, tetapi Kau tetap bersabar dengan sebesar-besar Kesabaran-Mu. Ya Allah, janganlah Kau simpan kemurkaan-Mu untuk Kau seksa aku di akhirat kelak, tetapi kurniakanlah ampunan-Mu padaku. Ya Allah berilah hamba kekuatan menyusuri kesabaran kekasih-Mu Muhammad s.a.w agar dapat berdiri kukuh dalam perjuanganku.
Friday, March 06, 2009
Tuesday, March 03, 2009
I WONDER....
A nice poem to share... Allahumma solli ala sayyidina Muhammad...
By: Anonymous

I wonder...
If the Prophet Muhammad visited you,
Just for a day or two;
If he came unexpectedly
I wonder what you'd do.
Oh! I know you'd give your nicest room
To such an honored guest;
And all the food you'd serve to him
Would be the very best;
And you would keep assuring him,
You're glad to have him there;
Your hospitality would be beyond belief
And service beyond compare.
But... when you saw him coming,
Would you meet him at the door
With arms outstretched in welcome
To your honoured visitor?
Or... would you have to change your
Clothes before you let him in?
Or hide some magazines and put
The Quran where they had been?
Would you still watch movies
On your trusty TV set?
Or would you rush to switch it off
Before he gets upset?
Would you turn off the radio
And hope he hadn't heard?
And wish you hadn't uttered
That last loud nasty word?
Would you hide you worldly music
And instead take Islamic books out?
Could you let him walk right in,
Or would you rush about?
And, I wonder... if the Prophet spent
A day or two with you,
Would you go right on doing the things
That you always do?
Would you go right on saying the things
You always used to say?
Would life for you continue
As it does from day to day?
Would your family conversation
Keep its usual pace?
Or would you find it hard each meal
To say a table grace?
Would you keep up each and every
Prayer, forcing back a frown?
And would you always jump up early
For every prayer at dawn?
Would you sing the songs you always do
And read the books you read?
And let him know things on which
Your mind and spirit feed?
Would you take the Prophet with you
Everywhere you normally go?
Or would you , maybe, change your plan
Just for a day or so?
Would you be glad to have him meet
Your very closest friends?
Or would you hope they'd stay away
Until his visit ends?
Would you be glad to have him stay
Forever on and on?
Or would you sigh with great relief
When he at last was gone?
It might be interesting to know
The things you would do
If the Prophet Muhammad, in person,
Came to spend some time with you.
By: Anonymous

I wonder...
If the Prophet Muhammad visited you,
Just for a day or two;
If he came unexpectedly
I wonder what you'd do.
Oh! I know you'd give your nicest room
To such an honored guest;
And all the food you'd serve to him
Would be the very best;
And you would keep assuring him,
You're glad to have him there;
Your hospitality would be beyond belief
And service beyond compare.
But... when you saw him coming,
Would you meet him at the door
With arms outstretched in welcome
To your honoured visitor?
Or... would you have to change your
Clothes before you let him in?
Or hide some magazines and put
The Quran where they had been?
Would you still watch movies
On your trusty TV set?
Or would you rush to switch it off
Before he gets upset?
Would you turn off the radio
And hope he hadn't heard?
And wish you hadn't uttered
That last loud nasty word?
Would you hide you worldly music
And instead take Islamic books out?
Could you let him walk right in,
Or would you rush about?
And, I wonder... if the Prophet spent
A day or two with you,
Would you go right on doing the things
That you always do?
Would you go right on saying the things
You always used to say?
Would life for you continue
As it does from day to day?
Would your family conversation
Keep its usual pace?
Or would you find it hard each meal
To say a table grace?
Would you keep up each and every
Prayer, forcing back a frown?
And would you always jump up early
For every prayer at dawn?
Would you sing the songs you always do
And read the books you read?
And let him know things on which
Your mind and spirit feed?
Would you take the Prophet with you
Everywhere you normally go?
Or would you , maybe, change your plan
Just for a day or so?
Would you be glad to have him meet
Your very closest friends?
Or would you hope they'd stay away
Until his visit ends?
Would you be glad to have him stay
Forever on and on?
Or would you sigh with great relief
When he at last was gone?
It might be interesting to know
The things you would do
If the Prophet Muhammad, in person,
Came to spend some time with you.
Thursday, February 26, 2009
PPSMI: Samad Said Nafi Diperalat Pembangkang
KOTA BAHARU, 25 Feb (Bernama) -- Sasterawan Negara Datuk A. Samad Said menafikan dirinya telah diperalat pembangkang dalam usahanya memperjuang Bahasa Melayu dalam isu Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) yang digunakan sekarang.
Beliau berkata kehadirannya dalam beberapa siri ceramah pembangkang itu tidak seharusnya disalah anggap oleh masyarakat kerana apa yang penting adalah memperjelas kepada umum dalam isu tersebut.
"Bagi saya adalah halal untuk saya bercakap mengenai Bahasa Melayu yang saya perjuangkan tidak kira di pentas politik mana sekali pun.
"Umur saya sudah 76 tahun dan sudah sampai masanya saya memperjuangkan bahasa ibunda saya sebelum hilangnya Bahasa Melayu di muka bumi," katanya kepada pemberita selepas Majlis Sembang Pagi Bersama Sasterawan Negara di Institut Pendidikan Guru Malaysia Kampus Kota Baharu di sini, hari ini.
Kehadiran sasterawan negara itu dalam beberapa siri ceramah pembangkang dalam isu PPSMI sejak kebelakangan ini menjadi perhatian umum yang tidak senang Samad berceramah di pentas politik.
Malam ini Samad dijadual turut berceramah dalam satu majlis anjuran PAS di Padang Perdana di sini bersama-sama Mursyidul Am PAS, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat.
Mengulas isu itu, Samad berkata beliau bukannya telah "dibeli" oleh mana-mana parti politik dan akan turut memperjuang isu itu jika dianjurkan oleh Umno dan kerajaan.
"Kalau dituduh begitu (berceramah anjuran pembangkang), itu bukan maksud saya dan saya hadir di situ untuk memperjuangkan bahasa saya," katanya.
Sementara itu, Samad turut kecewa akhbar arus perdana seperti tidak lagi memberi ruang kepada karyawan baru untuk menyiarkan hasil penulisan mereka.
Ketika berucap, Samad menjelaskan selain hasil penulisannya, beliau juga sedang sibuk melukis yang kini hasil lukisannya telah terjual lebih 20 buah.
"Ramai orang tidak tahu saya juga boleh melukis dan saya gembira hasil karya saya yang disimpan sejak beberapa tahun akhirnya sudah mendapat tempat," katanya.
Beliau berkata karya lukisannya itu akan dipamerkan di satu galeri di Dubai tidak lama lagi dan ketika ini 20 lukisannya sedang dalam perbincangan untuk dijual oleh peminat lukisan rakyat Kanada.
-- BERNAMA
Beliau berkata kehadirannya dalam beberapa siri ceramah pembangkang itu tidak seharusnya disalah anggap oleh masyarakat kerana apa yang penting adalah memperjelas kepada umum dalam isu tersebut.
"Bagi saya adalah halal untuk saya bercakap mengenai Bahasa Melayu yang saya perjuangkan tidak kira di pentas politik mana sekali pun.
"Umur saya sudah 76 tahun dan sudah sampai masanya saya memperjuangkan bahasa ibunda saya sebelum hilangnya Bahasa Melayu di muka bumi," katanya kepada pemberita selepas Majlis Sembang Pagi Bersama Sasterawan Negara di Institut Pendidikan Guru Malaysia Kampus Kota Baharu di sini, hari ini.
Kehadiran sasterawan negara itu dalam beberapa siri ceramah pembangkang dalam isu PPSMI sejak kebelakangan ini menjadi perhatian umum yang tidak senang Samad berceramah di pentas politik.
Malam ini Samad dijadual turut berceramah dalam satu majlis anjuran PAS di Padang Perdana di sini bersama-sama Mursyidul Am PAS, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat.
Mengulas isu itu, Samad berkata beliau bukannya telah "dibeli" oleh mana-mana parti politik dan akan turut memperjuang isu itu jika dianjurkan oleh Umno dan kerajaan.
"Kalau dituduh begitu (berceramah anjuran pembangkang), itu bukan maksud saya dan saya hadir di situ untuk memperjuangkan bahasa saya," katanya.
Sementara itu, Samad turut kecewa akhbar arus perdana seperti tidak lagi memberi ruang kepada karyawan baru untuk menyiarkan hasil penulisan mereka.
Ketika berucap, Samad menjelaskan selain hasil penulisannya, beliau juga sedang sibuk melukis yang kini hasil lukisannya telah terjual lebih 20 buah.
"Ramai orang tidak tahu saya juga boleh melukis dan saya gembira hasil karya saya yang disimpan sejak beberapa tahun akhirnya sudah mendapat tempat," katanya.
Beliau berkata karya lukisannya itu akan dipamerkan di satu galeri di Dubai tidak lama lagi dan ketika ini 20 lukisannya sedang dalam perbincangan untuk dijual oleh peminat lukisan rakyat Kanada.
-- BERNAMA
Tuesday, February 24, 2009
Cerita Benar dan Kaitannya dengan Persekitaran
Cerita benar dan kaitannya dengan Persekitaran(bi-ah)
Oleh: Ustaz Awang Pon
Beberapa buah cerita di bawah ini adalah cerita yang benar-benar belaka, bukan rekaan hasil dari khayalan, bukan cerita fitnah, jauh sekali untuk mengaibkan seseorang kerana kepentingan-kepentingan peribadi. Ia semata-mata untuk dikongsi bersama dengan harapan ada ibrah dan pengajaran darinya yang dapat kita petik untuk suri teladan kita semua
1.Sewaktu saya mula-mula bertugas dalam agensi Kerajaan yang berkaitan dengan penguatkuasaan undang-udang, sekalipun bidang tersebut tidak ada kaitan secara langsung dengan tugas saya tetapi sebanyak sedikit ada kaitannya makanya untuk mendapat sedikit pendedahan, saya hadir dalam perbicaraan di Mahkamah Terbuka; perbicaraan kes Khalwat. Saya terperanjat bila pertuduhan dibaca oleh kakitangan Mahkamah dia dituduh berkahwin tanpa kebenaran di luar Negara. OKT(orang yang kena tuduh) itu adalah pegawai pencegah maksiat. Supaya dia terlepas dari pertuduhan dia pun berkahwin dengan pasangan yang berasal dari Negara jiran, dengan harapan dia akan dapat membuktikan ketika pembelaan nanti dia adalah pasangan suami isteri yang sah. Di ringkaskan cerita dia disabitkan bersalah kerana tarikh semasa dia ditangkap dengan tarikh perkahwinan tidak sama. Tarikh kahwin kemudian dari tarikh tangkapan. OKT rupanya dia dah biasa buat perkara serupa ini, bukan sekali, bukan dua kali dah banyak kali.Dia buat rondaan seorang diri, tanpa ditemani oleh penguatkuasa yang lain.
2. Cerita kedua, seorang hamba Allah ini saya kenal dengan dia, sebab dia pernah datang ke pejabat saya kerana ziarah kenalan dia yang bertugas sepajabat dengan saya. Dia bertugas dalam pasukan anti dadah. Kalau melihat dari segi penampilannya, kita tak sangka dia dari pasukan anti dadah kerana rambutnya dicocang. Kalau ikatan tersebut dilepaskan, pasti rambutnya melepasi paras bahu. Saya tanya kenapa penampilan semacam itu. Jawabnya supaya mudah masuk dalam kumpulan dadah dengan tujuan menyamar. Di pendekkan cerita dia ditangkap kerana terlibat sama dalam ketagihan dadah.Pada hal tujuan asalnya untuk mendapat rahsia kegiatan kumpulan tersebut, kemudian menangkap mereka. Sebaliknya dia pula yang kena tangkap.
3. Cerita ketiga ini pula, cerita orang dakwah. Bahan ini saya terlupa dari mana sumbernya, sama ada dari bahan bacaan saya atau diceritakan orang seorang ulamak dari Indonesia. Sekarang dia dah almarhum. Ceritanya begini; di sebuah perkampungan terdapat sekumpulan orang yang suka berjudi. Perjudian mereka dengan menyabong ayam. Kehadiran orang dakwah ini asalnya baik. Sebelom ayam yang kalah itu masih hidup (mustaqirrah) dia akan menyembelihkannya dengan menyarinkan bacaan BASMALAH supaya dapat didengar oleh orang ramai, dengan dua tujuan. Ayam yang disembelih itu tidak mati meragan dan dagingnya halal dimakan kerana sudah disembelih dan yang kedua dengan tujuan dakwah,sekurang-kurangnya mereka mendengar ucapan basmalah, dengan harapan, berkat perkataan basmalah mereka menyedari perbuatan mereka itu haram.Dipendekkan cerita, dakwah hamba Allah ini akhirnya tidak sampai sebaliknya dia pula dah jadi kaki nyabong ayam.
4. Cerita yang keempat ini cerita orang dakwah juga. Dia mengabongkan kan diri dalam sebuah organisasi yang dipimpin oleh mereka yang tidak serious dalam mendaulatkan Islam. Tujuan orang dakwah ini baik iaitu untuk memperbetulkan organisasi tersebut dari dalam tetapi dukacita tujuannya tidak kesampaian,sebaliknya dia dah ikut rentak dan tari pemimpin-pemimpin tersebut, kerana dia melawan arus dalam keadaan seorang diri dan terpaksa tunduk dan patuh kepada peraturan dan disiplin organisasi tersebut.
Ke empat-empat pelakon dalam cerita yang tersebut di atas semuanya orang-orang yang baik, demikian juga nawaitu mereka pun baik,kerana hendak membuat pembetulan tetapi kerana persekitaran yang mereka dekati itu persekitaran yang negatip sementelah dia menghadapinya dengan seorang diri tanpa bekalan jati diri yang kuat, akhirnya dia larut bersama-sama dalam tindakan negatip mereka. Ini membukktikan persekitaran boleh mempengaruhi pandangan, sikap dan pendirian seseorang. Kalau persekitaran itu baik maka baiklah mereka yang berada di sekitarnya. Kalau sebaliknya maka buruklah padahnya. Lantaran itu Islam telah mengigatkan awal-awal lagi supaya berhati-hati dengan persekitaran yang negatip, seperti dalil-dalil yang tersebut di bawah ini:
1 Firman Allah: “ وأصبر نفسك مع الذين يدعون من ربهم بالغداوة والعشى يريدون وجهه ولا تعد عياك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا.
Ertinya: Dan bersabarlah kamu dengan orang-orang yang meneyeru Tuhannya pagi dan senja dengan mengharap keridhaannya; dan janganlah kedua-dua matamu berpaling dari mereka(kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengigati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah kedaannya itu melewati batas” (S: al-Kahfi:18:28)
2. Sabda Rasulullah saw; “ “مثل الجليس الصالح والجليس السوء كمثل حامل المسك ونافخ الكير” فحامل المسك إما أن يحذيك( أي يعطيك ) أو تشترى منه، أو تجد منه ريحا طيبة. ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك ،أو تجد منه ريحا منتنه”
Ertinya: Perumpamaan teman yang salih dan teman yang jahat iaitu seperti orang yang membawa minyak kasturi dengan tukang tiup alat pembakar besi. Ini ialah kerana orang yang membawa kasturi itu berkemungkinan memberikan kasturi itu kepada anda atau anda akan membelinya darinya atau anda akan dapati bau yang harum darinya, tetapi si tukang tiup alat pembakar besi boleh jadi akan membakar pakaian anda atau anda akan mengalami bau yang busuk darinya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Sabda Rasulullah saw: “ المرء على دين خليله ، فلينظر أحدكم من يخالل
Ertinya: “ Seseorang itu akan mengikut agama teman rapatnya. Oleh itu setiap kamu mestilah memerhatikan siapakah yang akan dijadikan teman rapat”. (H.R. at-Tarmizi)
4 Surah al-Kahfi:18;13 menceritakan tentang kisah sekumpulan pemuda Kahfi yang sanggup mengasingkan diri dari kaum keluarga,sahabat handai dan kampung halaman demi menyelamat akidah dari paksaan dan penindasan pihak berkuasa dengan bersembunyi di sebuah gua. Dengan izin Allah, mereka ditidurkan selama 309 tahun di gua tersebut dan dibangkitkan semula ketika masyarakat dan Raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan Raja yang beriman kepada Allah swt.
5. Nabi Muhammad saw yang masih bayi diserahkan ibunya kepada Halimah binti Abi Dhu’aib(Halimatussa’adiah) dari Bani Sa’ad di sebuah desa dengan maksud agar Nabi Muhammad saw mendapat udara segar,udara desa yang bersih serta pergaulan desa yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Selain daripada itu agar dapat berbicara nanti dengan Bahasa Arab yang fasih kerana bahasa Arab yang digunakan oleh masyarakat desa masih murni.
Bacaan lanjut di muallimawang.wordpress.com
Oleh: Ustaz Awang Pon
Beberapa buah cerita di bawah ini adalah cerita yang benar-benar belaka, bukan rekaan hasil dari khayalan, bukan cerita fitnah, jauh sekali untuk mengaibkan seseorang kerana kepentingan-kepentingan peribadi. Ia semata-mata untuk dikongsi bersama dengan harapan ada ibrah dan pengajaran darinya yang dapat kita petik untuk suri teladan kita semua
1.Sewaktu saya mula-mula bertugas dalam agensi Kerajaan yang berkaitan dengan penguatkuasaan undang-udang, sekalipun bidang tersebut tidak ada kaitan secara langsung dengan tugas saya tetapi sebanyak sedikit ada kaitannya makanya untuk mendapat sedikit pendedahan, saya hadir dalam perbicaraan di Mahkamah Terbuka; perbicaraan kes Khalwat. Saya terperanjat bila pertuduhan dibaca oleh kakitangan Mahkamah dia dituduh berkahwin tanpa kebenaran di luar Negara. OKT(orang yang kena tuduh) itu adalah pegawai pencegah maksiat. Supaya dia terlepas dari pertuduhan dia pun berkahwin dengan pasangan yang berasal dari Negara jiran, dengan harapan dia akan dapat membuktikan ketika pembelaan nanti dia adalah pasangan suami isteri yang sah. Di ringkaskan cerita dia disabitkan bersalah kerana tarikh semasa dia ditangkap dengan tarikh perkahwinan tidak sama. Tarikh kahwin kemudian dari tarikh tangkapan. OKT rupanya dia dah biasa buat perkara serupa ini, bukan sekali, bukan dua kali dah banyak kali.Dia buat rondaan seorang diri, tanpa ditemani oleh penguatkuasa yang lain.
2. Cerita kedua, seorang hamba Allah ini saya kenal dengan dia, sebab dia pernah datang ke pejabat saya kerana ziarah kenalan dia yang bertugas sepajabat dengan saya. Dia bertugas dalam pasukan anti dadah. Kalau melihat dari segi penampilannya, kita tak sangka dia dari pasukan anti dadah kerana rambutnya dicocang. Kalau ikatan tersebut dilepaskan, pasti rambutnya melepasi paras bahu. Saya tanya kenapa penampilan semacam itu. Jawabnya supaya mudah masuk dalam kumpulan dadah dengan tujuan menyamar. Di pendekkan cerita dia ditangkap kerana terlibat sama dalam ketagihan dadah.Pada hal tujuan asalnya untuk mendapat rahsia kegiatan kumpulan tersebut, kemudian menangkap mereka. Sebaliknya dia pula yang kena tangkap.
3. Cerita ketiga ini pula, cerita orang dakwah. Bahan ini saya terlupa dari mana sumbernya, sama ada dari bahan bacaan saya atau diceritakan orang seorang ulamak dari Indonesia. Sekarang dia dah almarhum. Ceritanya begini; di sebuah perkampungan terdapat sekumpulan orang yang suka berjudi. Perjudian mereka dengan menyabong ayam. Kehadiran orang dakwah ini asalnya baik. Sebelom ayam yang kalah itu masih hidup (mustaqirrah) dia akan menyembelihkannya dengan menyarinkan bacaan BASMALAH supaya dapat didengar oleh orang ramai, dengan dua tujuan. Ayam yang disembelih itu tidak mati meragan dan dagingnya halal dimakan kerana sudah disembelih dan yang kedua dengan tujuan dakwah,sekurang-kurangnya mereka mendengar ucapan basmalah, dengan harapan, berkat perkataan basmalah mereka menyedari perbuatan mereka itu haram.Dipendekkan cerita, dakwah hamba Allah ini akhirnya tidak sampai sebaliknya dia pula dah jadi kaki nyabong ayam.
4. Cerita yang keempat ini cerita orang dakwah juga. Dia mengabongkan kan diri dalam sebuah organisasi yang dipimpin oleh mereka yang tidak serious dalam mendaulatkan Islam. Tujuan orang dakwah ini baik iaitu untuk memperbetulkan organisasi tersebut dari dalam tetapi dukacita tujuannya tidak kesampaian,sebaliknya dia dah ikut rentak dan tari pemimpin-pemimpin tersebut, kerana dia melawan arus dalam keadaan seorang diri dan terpaksa tunduk dan patuh kepada peraturan dan disiplin organisasi tersebut.
Ke empat-empat pelakon dalam cerita yang tersebut di atas semuanya orang-orang yang baik, demikian juga nawaitu mereka pun baik,kerana hendak membuat pembetulan tetapi kerana persekitaran yang mereka dekati itu persekitaran yang negatip sementelah dia menghadapinya dengan seorang diri tanpa bekalan jati diri yang kuat, akhirnya dia larut bersama-sama dalam tindakan negatip mereka. Ini membukktikan persekitaran boleh mempengaruhi pandangan, sikap dan pendirian seseorang. Kalau persekitaran itu baik maka baiklah mereka yang berada di sekitarnya. Kalau sebaliknya maka buruklah padahnya. Lantaran itu Islam telah mengigatkan awal-awal lagi supaya berhati-hati dengan persekitaran yang negatip, seperti dalil-dalil yang tersebut di bawah ini:
1 Firman Allah: “ وأصبر نفسك مع الذين يدعون من ربهم بالغداوة والعشى يريدون وجهه ولا تعد عياك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا.
Ertinya: Dan bersabarlah kamu dengan orang-orang yang meneyeru Tuhannya pagi dan senja dengan mengharap keridhaannya; dan janganlah kedua-dua matamu berpaling dari mereka(kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengigati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah kedaannya itu melewati batas” (S: al-Kahfi:18:28)
2. Sabda Rasulullah saw; “ “مثل الجليس الصالح والجليس السوء كمثل حامل المسك ونافخ الكير” فحامل المسك إما أن يحذيك( أي يعطيك ) أو تشترى منه، أو تجد منه ريحا طيبة. ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك ،أو تجد منه ريحا منتنه”
Ertinya: Perumpamaan teman yang salih dan teman yang jahat iaitu seperti orang yang membawa minyak kasturi dengan tukang tiup alat pembakar besi. Ini ialah kerana orang yang membawa kasturi itu berkemungkinan memberikan kasturi itu kepada anda atau anda akan membelinya darinya atau anda akan dapati bau yang harum darinya, tetapi si tukang tiup alat pembakar besi boleh jadi akan membakar pakaian anda atau anda akan mengalami bau yang busuk darinya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Sabda Rasulullah saw: “ المرء على دين خليله ، فلينظر أحدكم من يخالل
Ertinya: “ Seseorang itu akan mengikut agama teman rapatnya. Oleh itu setiap kamu mestilah memerhatikan siapakah yang akan dijadikan teman rapat”. (H.R. at-Tarmizi)
4 Surah al-Kahfi:18;13 menceritakan tentang kisah sekumpulan pemuda Kahfi yang sanggup mengasingkan diri dari kaum keluarga,sahabat handai dan kampung halaman demi menyelamat akidah dari paksaan dan penindasan pihak berkuasa dengan bersembunyi di sebuah gua. Dengan izin Allah, mereka ditidurkan selama 309 tahun di gua tersebut dan dibangkitkan semula ketika masyarakat dan Raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan Raja yang beriman kepada Allah swt.
5. Nabi Muhammad saw yang masih bayi diserahkan ibunya kepada Halimah binti Abi Dhu’aib(Halimatussa’adiah) dari Bani Sa’ad di sebuah desa dengan maksud agar Nabi Muhammad saw mendapat udara segar,udara desa yang bersih serta pergaulan desa yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Selain daripada itu agar dapat berbicara nanti dengan Bahasa Arab yang fasih kerana bahasa Arab yang digunakan oleh masyarakat desa masih murni.
Bacaan lanjut di muallimawang.wordpress.com
Hairan Tapi Lucu
Sejak berada di Medical School, saya dididik oleh pensyarah-pensyarah saya dengan amalan: “Do not simply trust what your patient said even though how innocent they appear in front of you, or how hard they tried to convince you.” Sepanjang bertugas dalam bidang perubatan, ada beberapa perkara yang ‘lucu’ lagi menghairankan yang sering ditemui dalam tugasan harian:
1. Ketika seorang lelaki yang mengalami serangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease ditanya adakah dia merokok, dia menafikan padahal aroma rokok dari mulutnya sudah cukup memenuhi ruang di seluruh bilik rawatan tersebut.

2. Saya bertanya kepada seorang lelaki yang mengalami sawan dan sedikit keliru adakah dia mengambil dadah atau alkohol dan dia menafikan sekeras-kerasnya tetapi ujian dadah menunjukkan keputusan positif.
3. Saya bertanya pada seorang gadis (belum berkahwin) yang datang mendapatkan rawatan untuk penyakitnya, adakah dia pernah melakukan hubungan seksual. Dia menafikan sekeras-kerasnya dan menunjukkan wajah tidak puas hati atas soalan saya, tetapi apabila ujian Urine Pregancy test (UPT) dilakukan ia menunjukkan keputusan positif dan ujian imbasan ultrasound menunjukkan terdapat fetus di dalam rahimnya.

4. Seorang wanita mengandung yang mengalami tekanan darah tinggi yang tidak terkawal menolak apabila dirujuk dari Klinik Kesihatan ke Hospital sehingga sanggup melarikan diri (abscond) dan memadam catatan yang ditulis oleh kakitangan Klinik Kesihatan dan menulis catatan temujanji susulan dengan tulisan tangannya sendiri. Dia akhirnya tertangkap melakukan kesalahan tersebut dan mengaku bersalah setelah disoal siasat oleh kakitangan wad.
Banyak lagi penipuan dan ‘kelicikan’ yang tak tercapai dek akal. Benar, percaya dan simpati amat penting untuk mendiagnosis dan merawati pesakit tetapi dalam perubatan kepercayaan tidak dapat diberikan sepenuhnya tanpa penyelidikan. Saya tidak pasti kenapa mereka menipu, tetapi saya belajar: Do not simply trust your patients!
1. Ketika seorang lelaki yang mengalami serangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease ditanya adakah dia merokok, dia menafikan padahal aroma rokok dari mulutnya sudah cukup memenuhi ruang di seluruh bilik rawatan tersebut.

2. Saya bertanya kepada seorang lelaki yang mengalami sawan dan sedikit keliru adakah dia mengambil dadah atau alkohol dan dia menafikan sekeras-kerasnya tetapi ujian dadah menunjukkan keputusan positif.
3. Saya bertanya pada seorang gadis (belum berkahwin) yang datang mendapatkan rawatan untuk penyakitnya, adakah dia pernah melakukan hubungan seksual. Dia menafikan sekeras-kerasnya dan menunjukkan wajah tidak puas hati atas soalan saya, tetapi apabila ujian Urine Pregancy test (UPT) dilakukan ia menunjukkan keputusan positif dan ujian imbasan ultrasound menunjukkan terdapat fetus di dalam rahimnya.

4. Seorang wanita mengandung yang mengalami tekanan darah tinggi yang tidak terkawal menolak apabila dirujuk dari Klinik Kesihatan ke Hospital sehingga sanggup melarikan diri (abscond) dan memadam catatan yang ditulis oleh kakitangan Klinik Kesihatan dan menulis catatan temujanji susulan dengan tulisan tangannya sendiri. Dia akhirnya tertangkap melakukan kesalahan tersebut dan mengaku bersalah setelah disoal siasat oleh kakitangan wad.
Banyak lagi penipuan dan ‘kelicikan’ yang tak tercapai dek akal. Benar, percaya dan simpati amat penting untuk mendiagnosis dan merawati pesakit tetapi dalam perubatan kepercayaan tidak dapat diberikan sepenuhnya tanpa penyelidikan. Saya tidak pasti kenapa mereka menipu, tetapi saya belajar: Do not simply trust your patients!
Friday, February 20, 2009
WHAT IF?
What if Allah couldn't take the time to bless us today, because we couldn't take the time to thank Him yesterday?
What if Allah decided to stop leading us tomorrow because we didn't follow Him today?
What if we never saw another flower bloom because we grumbled when Allah sent the Rain?
What if Allah took away the Quran tomorrow because we would not read it today?
What if Allah took away his message because we failed to listen to the messenger?
What if the door to the Mosque was closed because we did not open the door to our heart?
What if Allah stopped loving and caring for us because we failed to love and care for others?
What if Allah would not hear us today because we would not listen to Him?
What if Allah answered our prayers the way we answer his calls??????????
What if Allah decided to stop leading us tomorrow because we didn't follow Him today?
What if we never saw another flower bloom because we grumbled when Allah sent the Rain?
What if Allah took away the Quran tomorrow because we would not read it today?
What if Allah took away his message because we failed to listen to the messenger?
What if the door to the Mosque was closed because we did not open the door to our heart?
What if Allah stopped loving and caring for us because we failed to love and care for others?
What if Allah would not hear us today because we would not listen to Him?
What if Allah answered our prayers the way we answer his calls??????????
Saturday, February 14, 2009
Madah Cinta...
As I went through my old note books, I found out lot of short tazkirahs I copied from SMSs sent by my friends. There are few of them that I want to share; regarding love...
Cinta bukan mengajar kita lemah, tapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan kudrat, tapi membangkitkan semangat.
-HAMKA-
Tiada yang indah dalam hati sanubari melainkan cinta kepada Allah, dan takkan bersemi cinta-Nya dalam hati seandainya ada cinta selain dari-Nya.
-Ibnu Taimiyah-
Kebahagiaan ada pada cinta. Selama manusia mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri, bukan untuk bersama orang lain, maka selama itulah ia tidak akan berjumpa dengan kebahagiaan.
-Leo Tolstoy-
Jika bicara cinta itu kabur, jawabnya hatiku kotor, zuhudku punah kerana kuasa, tercincang kerana kibr, mendebu kerana harta, hilang sama sekali kerana suuz zhon.. Tapi tajarrudku (tekad untuk berpaling dari duniawi) menjadikan aku merasa diri disayangi, di mana langkahku makin berani, inilah cinta yang ku perlukan!
-Anonymous-
Tidaklah dua orang saling mencintai kerana Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara kedua-duanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada saudaranya.
-Hadith Riwayatibnu Hibban & Al-Hakim-
Ayuh kita sahut panggilan Cinta. Biar dibakar api Cinta. terubat duka rawan rindu kepada Cinta: Bahawa yang paling seronok , paling mewah, paling lazat ialah kelazatan menunaikan janji abadi: Bahawa Dia itu Satu, tempat bergantungnya segala sesuatu, tumpuan hidup dan mati dan hidup lagi sesudah mati. Dia sumber Cinta, Pencipta segala rasa....
-SMS from Khadijah (credit for Khadijah.. :)
Cinta bukan mengajar kita lemah, tapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan kudrat, tapi membangkitkan semangat.
-HAMKA-
Tiada yang indah dalam hati sanubari melainkan cinta kepada Allah, dan takkan bersemi cinta-Nya dalam hati seandainya ada cinta selain dari-Nya.
-Ibnu Taimiyah-
Kebahagiaan ada pada cinta. Selama manusia mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri, bukan untuk bersama orang lain, maka selama itulah ia tidak akan berjumpa dengan kebahagiaan.
-Leo Tolstoy-
Jika bicara cinta itu kabur, jawabnya hatiku kotor, zuhudku punah kerana kuasa, tercincang kerana kibr, mendebu kerana harta, hilang sama sekali kerana suuz zhon.. Tapi tajarrudku (tekad untuk berpaling dari duniawi) menjadikan aku merasa diri disayangi, di mana langkahku makin berani, inilah cinta yang ku perlukan!
-Anonymous-
Tidaklah dua orang saling mencintai kerana Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara kedua-duanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada saudaranya.
-Hadith Riwayatibnu Hibban & Al-Hakim-
Ayuh kita sahut panggilan Cinta. Biar dibakar api Cinta. terubat duka rawan rindu kepada Cinta: Bahawa yang paling seronok , paling mewah, paling lazat ialah kelazatan menunaikan janji abadi: Bahawa Dia itu Satu, tempat bergantungnya segala sesuatu, tumpuan hidup dan mati dan hidup lagi sesudah mati. Dia sumber Cinta, Pencipta segala rasa....
-SMS from Khadijah (credit for Khadijah.. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Monday, April 20, 2009
Are My Intentions Alright?
Waking up in the morning, gotta make my prayer
Am I really gonna' make it, when there is no one there?
Taking trips to the masjid (mosque), even when it's tough
Am I going for the sake of Allah? Am I showing off?
Gonna' get me the knowledge, gonna study Islam
Am I going just to build my ego? so they call me “the Man”?
Does it matter if the people respect me, when its not for Allah?
When I know anytime He can take me, without one real du'a (prayer)
Does it matter if they say I'm a big shot?
when I get no reward for my deeds
And I'm dragged on the Day of Resurrection
Cause of the folks that I wanted to please
Plus I know that Allah has the power
To raise me up in their eyes if it need be
I should always make my intentions, for my Lord, Allah completely
Are my Intentions alright?
Am I doing for Allah?
When I'm looking deep, deep down inside
Do I have the right niyyah?
Wearing thoubs with a kufi, kufi
Miswaks leather socks like the old days
Am I trying to follow the Prophet? or am I seeking praise?
Giving talks on Islam to people
I'd be quoting Hadith and Qur'an
Am I speaking so they like how I'm speaking? and they say I'm “the Bomb”
Donating to Islamic centers, giving money so the Deen can grow
Am I giving for the sake of Allah? or is it for show?
Many times I have found my intentions
Are not what I want them to be
I know I start on the right direction
But Shaitan starts talking to me
And I forget that without my niyyah, I'm just wasting my time
My intentions cannot bring the reward, when they're out of line
So I pray to Allah to help me, to do everything for Him only
Doesn't matter if the people despise me
Cause with Allah I can never be lonely
Yah Allah, accept this niyyah
Coming from young Muslims striving to be believers
So on the day, our deeds You'll measure. Know we only did this strictly for Your pleasure, Your pleasure
Your mercy, Your ajur (reward), Your Jannah (heaven), forever and ever and ever
And reward us for those who listen
Heeded to the message, changing their condition
And know that everything up until this point I've ever written
I submit as my repentance
And if its blessings You're sending my way
I beg You hold them to the judgement day
so maybe in Jannah you can look back and say...it was a lovely day, a lovely, a lovely day, yes a lovely day
Are my intentions, alright, am I doing for Allah
When I am looking deep deep down inside, do I have the right niyyah (intention)?
Are my Intentions alright?
Am I doing for Allah?
When I'm looking deep, deep down inside
Do I have the right niyyah?
Sunday, April 12, 2009
Senyumlah Dalam Keletihanmu...
Dedikasi buat adikku yang letih...
"Kak, saya rasa letih sangat," adu seorang adik yang keletihan selepas berprogram, ditambah pula tugasan kuliah yang membebankan. Seluruh tubuhnya keletihan dan mula mengalami gejala seperti sakit dada dan rasa lemah hingga hampir-hampir tidak mampu meneruskan tugasannya pada hari tersebut.
"Akak rasa awak stress lah," kata saya membuat 'diagnosis' selepas mendengar simptom-simptom yang diceritakannya.
"Give your body a break. All work and no play makes Jack a dull boy," saya memetik kata pepatah Inggeris.
“Rehatlah, bercuti untuk dirimu sendiri. Antara sebab-sebab futur ialah keletihan yang melampau,” saya menyambung lagi.
“Ya lah, saya rasa hidup saya ni untuk program, kerja dan thesis saja kak…” luahnya lagi, mungkin baru menyedari betapa letihnya hidupnya.
“Selain rehat, cuba ambil supplement kesihatan untuk menambahkan tenaga,” sambung saya lagi. Teringat pengalaman saya yang selalu letih di zaman belajar, dapat saya atasi dengan pengambilan supplement.

“Dan janganlah lupa berdoa. Pagi tadi akak dengar ceramah ustaz kat dalam TV, katanya Rasulullah pernah mengajarkan satu ayat kepada Muadz Bin Jabal bagaimana untuk mengatasi masalah lemah dan berhutang. Ayat ini dengan izin Allah, jika diamalkan, sekiranya kita berhutang sebanyak manapun nescaya Allah mudahkan bagi kita untuk menyelesaikannya,” kata saya.
Ayat tersebut ialah ayat ke 26 Surah Ali Imran yang bermaksud: “Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kepada temanku yang sedih, kecewa, tertekan, ketahuilah jalan perjuangan pastinya penuh kepenatan, kesusahan dan tekanan yang tak terjangkakan. Aku juga tak terkecuali melalui saat keletihan itu hingga kini. Namun, yakinlah kasih-Nya tetap menemani dalam keletihanmu, bantuan-Nya tetap menyusuli selepas kesusahanmu, dan kemanisan pasti akan dirasai selepas rasa tertekanmu. Bukankah Allah telah berjanji bahawa selepas kesusahan akan ada kesenangan.
“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah: Ayat 5-6)
“Ya Allah, aku bermohon perlindungan-Mu dari rasa sedih dan dukacita, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat lemah dan malas, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, dan aku bermohon perlindungan-Mu dari beban hutang dan penindasan manusia. Amin..”
Senyumlah dalam keletihanmu. Semoga langkah kita sentiasa kuat menyusuri jalan yang meletihkan ini. Untuk motivasi, renungilah kata-kata hikmah dari Saidina Umar Al-Khattab:
“Jika kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan, ketahuilah bahawa keletihan itu akan hilang sedang kebaikan itu akan berkekalan.”
"Kak, saya rasa letih sangat," adu seorang adik yang keletihan selepas berprogram, ditambah pula tugasan kuliah yang membebankan. Seluruh tubuhnya keletihan dan mula mengalami gejala seperti sakit dada dan rasa lemah hingga hampir-hampir tidak mampu meneruskan tugasannya pada hari tersebut.
"Akak rasa awak stress lah," kata saya membuat 'diagnosis' selepas mendengar simptom-simptom yang diceritakannya.
"Give your body a break. All work and no play makes Jack a dull boy," saya memetik kata pepatah Inggeris.
“Rehatlah, bercuti untuk dirimu sendiri. Antara sebab-sebab futur ialah keletihan yang melampau,” saya menyambung lagi.
“Ya lah, saya rasa hidup saya ni untuk program, kerja dan thesis saja kak…” luahnya lagi, mungkin baru menyedari betapa letihnya hidupnya.
“Selain rehat, cuba ambil supplement kesihatan untuk menambahkan tenaga,” sambung saya lagi. Teringat pengalaman saya yang selalu letih di zaman belajar, dapat saya atasi dengan pengambilan supplement.

“Dan janganlah lupa berdoa. Pagi tadi akak dengar ceramah ustaz kat dalam TV, katanya Rasulullah pernah mengajarkan satu ayat kepada Muadz Bin Jabal bagaimana untuk mengatasi masalah lemah dan berhutang. Ayat ini dengan izin Allah, jika diamalkan, sekiranya kita berhutang sebanyak manapun nescaya Allah mudahkan bagi kita untuk menyelesaikannya,” kata saya.
Ayat tersebut ialah ayat ke 26 Surah Ali Imran yang bermaksud: “Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kepada temanku yang sedih, kecewa, tertekan, ketahuilah jalan perjuangan pastinya penuh kepenatan, kesusahan dan tekanan yang tak terjangkakan. Aku juga tak terkecuali melalui saat keletihan itu hingga kini. Namun, yakinlah kasih-Nya tetap menemani dalam keletihanmu, bantuan-Nya tetap menyusuli selepas kesusahanmu, dan kemanisan pasti akan dirasai selepas rasa tertekanmu. Bukankah Allah telah berjanji bahawa selepas kesusahan akan ada kesenangan.
“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah: Ayat 5-6)
“Ya Allah, aku bermohon perlindungan-Mu dari rasa sedih dan dukacita, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat lemah dan malas, aku bermohon perlindungan-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, dan aku bermohon perlindungan-Mu dari beban hutang dan penindasan manusia. Amin..”
Senyumlah dalam keletihanmu. Semoga langkah kita sentiasa kuat menyusuri jalan yang meletihkan ini. Untuk motivasi, renungilah kata-kata hikmah dari Saidina Umar Al-Khattab:
“Jika kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan, ketahuilah bahawa keletihan itu akan hilang sedang kebaikan itu akan berkekalan.”
Saturday, April 04, 2009
I'm Calling You
I'm Calling You - OUTLANDISH
I'm callin' U
With all my goals, my very soul
Ain't fallin' through
I'm in need of U
The trust in my faith
My tears and my ways is drowning so
I cannot always show it
But don't doubt my love
I'm callin' U
With all my time and all my fights
In search for the truth
Tryin'a reach U
See the worth of my sweat
My house and my bed
Am lost in sleep
I will not be false in who I am
As long as I breathe
Oh, no, no
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
My One & Only
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
all I need in my life
I'm callin' U
When all my joy
And all my love is feelin' good
Cuz it's due to U
See the time of my life
My days and my nights
so it's alright
Cuz at the end of the day
I still got enough for me and my
I'm callin' U
When all my keys
And all my bizz
Runs all so smooth
I'm thankin' U
See the halves in my life
My patience, my wife
With all that I know
Oh, take no more than I deserve
Still need to learn more
Oh, no, no
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
My One & Only
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
all I need in my life
Our relationship, so complex
Found U while I was headed straight for hell in quest
You have no one to compare to
'Cause when I lie to myself it ain't hidden from U
I guess I'm thankful
Word on the street is U changed me
It shows in my behaviour
Past present future
Lay it all out
Found my call in your house
And let the whole world know what this love is about
Yo te quiero, te extraño, te olvido
Aunque nunca me has faltado, siempre estas conmigo
Por las veces que he fallado y las heridas tan profundas
Mejor tarde que nunca para pedirte mil disculpas
Estoy gritando callado yo te llamo, te escucho, lo intento
De ti yo me alimento
Cuando el aire que respiro es violento y turbulento
Yo te olvido, te llamo, te siento
[Translation:]
I love you, I miss you, I forget you
Even though you never let me down and always are by my side
For all the times I've failed and hurt you deeply
Better later than never to give you a 1000 apologies
I'm shouting silently, callin' you, I'm listening to you, I'm tryin'
You nourish me
When the air that I breathe is violent and turbulent
I'm forgettin' you, I'm callin' you, I'm feelin' you
Oh, no, no
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U
My One & Only
I don't need nobody
& I don't fear nobody
I don't call nobody but U...
oh, no, no
i don't need nobody
& i don't fear nobody
I don't call nobody but you
MY one and only
I don't need nobody
& i don't fear nobody
I don't nobody but you
all i need in my lifee
Wednesday, April 01, 2009
APRIL FOOL
Teringat lagi semasa di sekolah menengah bagaimana adik-adik junior sebilik yang mengenakan teman-teman dengan menconteng muka mereka sewaktu tidur pada tarikh 1 April. Bila saya tanya dan tegur mereka menjawab, "APRIL FOOL!!!"
Saya juga pernah dikenakan dan ditipu sewaktu matrikulasi oleh rakan sebilik yang gemar membuat lawak APRIL FOOL. Aduh, sakitnya hati diperbodohkan begitu. Akibatnya teman yang mengenakan saya mendapat ceramah percuma tentang kebodohan dan kejahilan APRIL FOOL.

"Eh..hari tok APRIL FOOL lah.." kata teman sekerja saya hari ini.
"Only fools celebrate APRIL FOOL!" kata saya selamba.
Teman sekerja saya tersengih sambil berkata, "Mulut...sik ada insurans.." Saya tertawa sahaja..hehehe...
Saya juga pernah dikenakan dan ditipu sewaktu matrikulasi oleh rakan sebilik yang gemar membuat lawak APRIL FOOL. Aduh, sakitnya hati diperbodohkan begitu. Akibatnya teman yang mengenakan saya mendapat ceramah percuma tentang kebodohan dan kejahilan APRIL FOOL.

"Eh..hari tok APRIL FOOL lah.." kata teman sekerja saya hari ini.
"Only fools celebrate APRIL FOOL!" kata saya selamba.
Teman sekerja saya tersengih sambil berkata, "Mulut...sik ada insurans.." Saya tertawa sahaja..hehehe...
Cintai Mereka, Jangan Disakiti Hatinya...
Macam-macam yang dibualkan dengan Mak dalam perjalanan dari Sri Aman ke Kuching sambil memandu kereta kelisa saya yang baru keluar dari bengkel. Entah bagaimana perbualan tiba-tiba sampai pada topik anak-ibu bapa. Kata mak, sedikit rasa terkilan di sudut hati seorang ibu atau bapa pada anaknya, biarpun tidak terzahir dengan kata-kata dan riak muka bisa mendatangkan bala pada si anak.
Mak mula bercerita tentang kisah benar yang berlaku pada saudaranya di kampung:
“Pernah Si Fulan yang sik puas hati ngan bapak nya yang suka molah maksiat. Nya nasihat bapaknya, disuruh bapak nya bertaubat, sembahyang, jangan molah benda jaik. Bapaknya sik jawab apa-apa..sikda melawan balit, nya diam jak. Sik lamak lepas ya hidup Si Fulan yang senang tiba-tiba jadi susah, semua kerja nya sik menjadi. Lepas beberapa tahun, Si Fulan sik tahan hidup susah macam ya, akhirnya nya mintak ampun benar-benar ngan bapaknya. Sik lamak lepas ya, hidupnya jadi senang macam biasa.” Panjang lebar cerita Mak.
Terus sahaja saya teringat cerita seorang kawan semasa di kampus yang pernah meluahkan kekecewaannya tentang ayahnya yang tidak pernah solat. Dia lantas mengambil tindakan menulis surat lalu menyampaikan sendiri ke tangan ayahnya dengan tujuan memberi nasihat agar ayahnya bersolat. Ayahnya diam membisu tanpa sebarang respons. Sangka teman saya itu, pasti dia telah berjaya mengetuk pintu hati ayahnya untuk kembali kepada Allah.
Tidak lama selepas itu, teman saya tersebut mendatangi saya lagi setelah keputusan End of Block Exam diumumkan. Katanya dia gagal dan terpaksa mengulang tahun pengajian. Saya cuba memberi kata perangsang dan semangat. Teman saya menyambung lagi, “Saya dah cakap kat ayah saya tentang kegagalan saya, awak nak tahu apa ayah saya jawab?” Saya terdiam, menanti sambungan ceritanya. “Itulah balasan kau, kerana sakitkan hati ayah.” Terdiam saya mendengarnya.
Saya terfikir, masakan si ayah sanggup mendoakan keburukan untuk anak, pasti tidak mungkin, tetapi sedikit rasa sakit hati nya atas sikap si anak sahaja sudah cukup untuk mengundang kemurkaan Allah hingga hilang barokah dalam hidup seorang anak.
Si anak yang memahami Islam, yang penuh rasa tulus mengharapkan kebahagian kedua orang tuanya kadang-kadang teruji dengan sikap mereka yang tidak taat pada suruhan Allah serta gemar berbuat maksiat. Si anak yang memahami kepentingan da’wah kadang-kadang lancar dan lantang menghulur nasihat tanpa berfikir adab yang terbaik untuk menyampaikannya hingga mendatangkan rasa terkilan di hati orang tua nya. Apakah si anak yakin bahawa kewajipan dakwahnya telah terlaksana dengan cara yang terbaik?
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Surah Al-Isra: Ayat 23)

Jika berkata “ah” sahaja kepada kedua ibu bapa sudah dilarang Allah, masakan menengking ibu bapa dan menyakiti hati mereka dibenarkan-Nya? Semua anak pasti menginginkan yang terbaik untuk ibu bapa, tetapi janganlah merasa megah dengan ilmu dan kelebihan yang ada hingga ada sedetik rasa sombong di hati terhadap keduanya. Rasa sombong ini akhirnya terjelma dari tindakan dan akibatnya menyakiti hati insan yang telah melahirkan, membesarkan dan berkorban segalanya untuk kita.
Jadikanlah teladan akan kisah pemuda yang diangkat darjat di akhirat sebagai jiran Nabi Musa a.s di syurga kerana memuliakan kedua ibu bapanya yang ditukarkan rupa menjadi babi oleh Allah akibat dosa besar mereka.
Jadikanlah sempadan akan kisah Al-Qomah, lelaki ahli ibadah yang mengalami kesukaran sakaratul maut kerana menyinggung perasaan seorang ibu dengan melebihkan si isterinya. Beliau akhirnya mampu melafazkan syahadah dan menghembuskan nafas akhirnya setelah mendapat kemaafan dari ibunya.
Nasihatilah ibu dan ayah dengan cara yang terbaik serta penuh hikmah kerana pendekatan dakwah terhadap keduanya pasti jauh berbeza daripada dakwah terhadap orang biasa yang kita hadapi dalam masyarakat. Betulkanlah niat untuk menasihati keduanya kerana rasa cinta pada mereka dan mengharapkan kebaikan untuk mereka, bukan kerana merasa diri lebih berilmu dan lebih betul daripada kedua orang tua.
Kaedah menasihati ibu bapa:
• Mengunakan pendekatan orang tengah yang dipercayai dan dihormati oleh ibu bapa kita. Contohnya Imam, orang alim yang dihormati dan baik akhlaknya. Ini kerana, secara logiknya seseorang pasti lebih mudah menerima nasihat daripada orang yang dihormatinya dan lebih tinggi kedudukan daripadanya.
• Menasihati sendiri dengan cara yang berkias lagi lemah lembut bergantung pada sifat ibu bapa yang kita fahami. Ini boleh dilakukan melalui cara memuji dan memujuk. Ibu bapa pasti gembira menerima pujian daripada seorang anak. Ibu bapa yang mudah tersentuh dengan sifat manja si anak pula, mudah dinasihati dengan cara memujuk.
• Melalui pemberian hadiah yang menunjukkan ingatan si anak pada ibu bapa dan dalam masa yang sama menjadi isyarat bahawa si anak mengharapkan perubahannya. Contohnya menghadiahkan sejadah pada ayah yang meninggalkan solat atau menghadiahkan tudung pada ibu yang tidak menutup aurat.
• Sentiasa mendoakan kedua orang tua dalam setiap doa yang dilafazkan. Berdoa, berdoa dan berdoa tanpa rasa jemu. Tanamkan pada diri bahawa doa anak yang soleh pasti dimakbulkan Allah.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah Luqman: Ayat 14-15)
Taatilah keduanya selagi tidak menyebabkan kita menderhakai Allah. Cintailah keduanya dengan hati yang putih suci. Layanilah keduanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Jangan sakiti hatinya, kerana syurga kita terletak pada nya….
Lakukanlah segalanya penuh rasa cinta demi mengharap cinta Sang Pencipta.
Mak mula bercerita tentang kisah benar yang berlaku pada saudaranya di kampung:
“Pernah Si Fulan yang sik puas hati ngan bapak nya yang suka molah maksiat. Nya nasihat bapaknya, disuruh bapak nya bertaubat, sembahyang, jangan molah benda jaik. Bapaknya sik jawab apa-apa..sikda melawan balit, nya diam jak. Sik lamak lepas ya hidup Si Fulan yang senang tiba-tiba jadi susah, semua kerja nya sik menjadi. Lepas beberapa tahun, Si Fulan sik tahan hidup susah macam ya, akhirnya nya mintak ampun benar-benar ngan bapaknya. Sik lamak lepas ya, hidupnya jadi senang macam biasa.” Panjang lebar cerita Mak.
Terus sahaja saya teringat cerita seorang kawan semasa di kampus yang pernah meluahkan kekecewaannya tentang ayahnya yang tidak pernah solat. Dia lantas mengambil tindakan menulis surat lalu menyampaikan sendiri ke tangan ayahnya dengan tujuan memberi nasihat agar ayahnya bersolat. Ayahnya diam membisu tanpa sebarang respons. Sangka teman saya itu, pasti dia telah berjaya mengetuk pintu hati ayahnya untuk kembali kepada Allah.
Tidak lama selepas itu, teman saya tersebut mendatangi saya lagi setelah keputusan End of Block Exam diumumkan. Katanya dia gagal dan terpaksa mengulang tahun pengajian. Saya cuba memberi kata perangsang dan semangat. Teman saya menyambung lagi, “Saya dah cakap kat ayah saya tentang kegagalan saya, awak nak tahu apa ayah saya jawab?” Saya terdiam, menanti sambungan ceritanya. “Itulah balasan kau, kerana sakitkan hati ayah.” Terdiam saya mendengarnya.
Saya terfikir, masakan si ayah sanggup mendoakan keburukan untuk anak, pasti tidak mungkin, tetapi sedikit rasa sakit hati nya atas sikap si anak sahaja sudah cukup untuk mengundang kemurkaan Allah hingga hilang barokah dalam hidup seorang anak.
Si anak yang memahami Islam, yang penuh rasa tulus mengharapkan kebahagian kedua orang tuanya kadang-kadang teruji dengan sikap mereka yang tidak taat pada suruhan Allah serta gemar berbuat maksiat. Si anak yang memahami kepentingan da’wah kadang-kadang lancar dan lantang menghulur nasihat tanpa berfikir adab yang terbaik untuk menyampaikannya hingga mendatangkan rasa terkilan di hati orang tua nya. Apakah si anak yakin bahawa kewajipan dakwahnya telah terlaksana dengan cara yang terbaik?
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Surah Al-Isra: Ayat 23)

Jika berkata “ah” sahaja kepada kedua ibu bapa sudah dilarang Allah, masakan menengking ibu bapa dan menyakiti hati mereka dibenarkan-Nya? Semua anak pasti menginginkan yang terbaik untuk ibu bapa, tetapi janganlah merasa megah dengan ilmu dan kelebihan yang ada hingga ada sedetik rasa sombong di hati terhadap keduanya. Rasa sombong ini akhirnya terjelma dari tindakan dan akibatnya menyakiti hati insan yang telah melahirkan, membesarkan dan berkorban segalanya untuk kita.
Jadikanlah teladan akan kisah pemuda yang diangkat darjat di akhirat sebagai jiran Nabi Musa a.s di syurga kerana memuliakan kedua ibu bapanya yang ditukarkan rupa menjadi babi oleh Allah akibat dosa besar mereka.
Jadikanlah sempadan akan kisah Al-Qomah, lelaki ahli ibadah yang mengalami kesukaran sakaratul maut kerana menyinggung perasaan seorang ibu dengan melebihkan si isterinya. Beliau akhirnya mampu melafazkan syahadah dan menghembuskan nafas akhirnya setelah mendapat kemaafan dari ibunya.
Nasihatilah ibu dan ayah dengan cara yang terbaik serta penuh hikmah kerana pendekatan dakwah terhadap keduanya pasti jauh berbeza daripada dakwah terhadap orang biasa yang kita hadapi dalam masyarakat. Betulkanlah niat untuk menasihati keduanya kerana rasa cinta pada mereka dan mengharapkan kebaikan untuk mereka, bukan kerana merasa diri lebih berilmu dan lebih betul daripada kedua orang tua.
Kaedah menasihati ibu bapa:
• Mengunakan pendekatan orang tengah yang dipercayai dan dihormati oleh ibu bapa kita. Contohnya Imam, orang alim yang dihormati dan baik akhlaknya. Ini kerana, secara logiknya seseorang pasti lebih mudah menerima nasihat daripada orang yang dihormatinya dan lebih tinggi kedudukan daripadanya.
• Menasihati sendiri dengan cara yang berkias lagi lemah lembut bergantung pada sifat ibu bapa yang kita fahami. Ini boleh dilakukan melalui cara memuji dan memujuk. Ibu bapa pasti gembira menerima pujian daripada seorang anak. Ibu bapa yang mudah tersentuh dengan sifat manja si anak pula, mudah dinasihati dengan cara memujuk.
• Melalui pemberian hadiah yang menunjukkan ingatan si anak pada ibu bapa dan dalam masa yang sama menjadi isyarat bahawa si anak mengharapkan perubahannya. Contohnya menghadiahkan sejadah pada ayah yang meninggalkan solat atau menghadiahkan tudung pada ibu yang tidak menutup aurat.
• Sentiasa mendoakan kedua orang tua dalam setiap doa yang dilafazkan. Berdoa, berdoa dan berdoa tanpa rasa jemu. Tanamkan pada diri bahawa doa anak yang soleh pasti dimakbulkan Allah.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah Luqman: Ayat 14-15)
Taatilah keduanya selagi tidak menyebabkan kita menderhakai Allah. Cintailah keduanya dengan hati yang putih suci. Layanilah keduanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Jangan sakiti hatinya, kerana syurga kita terletak pada nya….
Lakukanlah segalanya penuh rasa cinta demi mengharap cinta Sang Pencipta.
Sunday, March 15, 2009
Saturday, March 14, 2009
Selamat Jalan Nurul...
Dedikasi buat sahabat ku, Nurul Shahida Shahidan, yang telah terbang ke bumi UK hari ini demi menemani perjuangan suami tercinta. Semoga rahmat-Nya melimpahimu walau di mana berada...

Takdir Penentu
Dengar dan tonton di sini
Dikau ...membuat hidupku ceria
Dengan senyummu ku memuja kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa
Bahagia..ku rasa tika bersamamu
Tiada apa yang dapat digambarkan
Membawa sinar baru
Janjimu kepadaku
Sentiasa disisiku selalu
Menempuhi segalanya
Namun kini, kau tiada lagi
Mungkin kita kan bertemu
Takdir penentu
Namun...kan ku teruskan hidup ini
Kan ku buktikan segala cita dan janji
Suatu hari nanti
Sukar untuk kutemui lagi
Insan mulia yang sejati
Suka dan duka bersama kita lalui
Namunku kan terus
Cita kita janji kita
Walau kau tiada di sisiku lagi
Menempuhi segalanya
Kan ku teruskan jua
Mungkin kita kan bertemu takdir penentu
Takdir Penentu
Dengar dan tonton di sini
Dikau ...membuat hidupku ceria
Dengan senyummu ku memuja kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa
Bahagia..ku rasa tika bersamamu
Tiada apa yang dapat digambarkan
Membawa sinar baru
Janjimu kepadaku
Sentiasa disisiku selalu
Menempuhi segalanya
Namun kini, kau tiada lagi
Mungkin kita kan bertemu
Takdir penentu
Namun...kan ku teruskan hidup ini
Kan ku buktikan segala cita dan janji
Suatu hari nanti
Sukar untuk kutemui lagi
Insan mulia yang sejati
Suka dan duka bersama kita lalui
Namunku kan terus
Cita kita janji kita
Walau kau tiada di sisiku lagi
Menempuhi segalanya
Kan ku teruskan jua
Mungkin kita kan bertemu takdir penentu
Tuesday, March 10, 2009
Sabar Jak Lah....
“Sabar Kak, sabar ya sebahagian dari Sabariah...“ kata saya bergurau sambil memujuk teman sekerja yang sedang marah dan geram. Dia ketawa dan geramnya reda dengan kata-kata saya.
Pernah suatu hari, seorang pesakit yang telah diminta untuk menjalani rawatan lanjutan di Hospital Umum Kuching untuk mengenalpasti punca penyakitnya tetapi tidak menghadiri temujanji akhirnya datang dengan komplikasi. Teman saya yang merawat pesakit berkata, “Kamek nak marah juak tek, tapi bila nangga mukanya, pakaian lakinya macam orang susah, kamek pun…..sabar...“ teman saya berkata sambil mengurut dada nya.
Sejak dua tiga minggu kebelakangan ini, ungkapan paling popular di kalangan saya dan rakan-rakan di Jabatan Pesakit Luar ialah “berlapang dada“. Sejak saya mula menyebut ungkapan tersebut, penggunaan nya diaplikasikan dengan baik oleh teman-teman. Bila ada sahaja karenah pesakit atau teman sekerja yang menguji, pasti disambung ungkapan, “Sikhal..berlapang dada jak lah.”
Menurut Kamus Dewan, sabar bermaksud kita betah menahan penderitaan (kesakitan, kesusahan dan lain-lain), tidak lekas marah atau putus asa, tidak terburu-buru serta tenang.
Bait-bait indah dalam lirik lagu Sifat Mahmudah nyanyian Hijjaz ini juga boleh menggambarkan maksud sabar: “ Redha sifat hati yang suci, ujian yang tiba rasa gembira, atau tiada apa terasa, kerana menerima anugerah Tuhannya. Sifat sabar sedikit berbeza, ujian yang menimpa sakit dirasa, tapi dapat ditahan perasaannya, hanya bermain di dalam sahaja, di luar tidak nampak terang nyata.“
Sabar amat mudah dilafaz, namun payah dilaksana. Orang yang marah bisa saja mengucapkan, “Sabar je lah..” atau “Sabar jak lah..“ atau “Aku tengah bersabar lah ni!” tetapi hakikatnya ujian tidak diterima dengan hati yang ikhlas dan lapang.
Dalam Islam terdapat beberapa tahap kesabaran:
Kesabaran dalam melaksanakan suruhan Allah.
Amalan yang diperintahkan Allah sering bertentangan dengan hawa nafsu manusia yang sentiasa mengajak kepada kejahatan. Kerana itulah Allah menjanjikan ganjaran pahala bagi mereka yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah. Sabar dalam ibadah termasuk ikhlas, istiqomah dalam melaksanakan suruhan Allah.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Surah Ar-Ra’d: Ayat 22)

Kesabaran meninggalkan kemaksiatan.
Sabar ini termasuk keteguhan dalam melawan bisikan hawa nafsu serta hasutan syaitan.
“…….. karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Yusuf: Ayat 53)

Kesabaran terhadap perkara yang tidak disukai.
Ini termasuk bersabar dengan musibah dalam bentuk penyakit, bencana alam serta bersabar dengan karenah manusia yang pelbagai.
Apabila saya memerhatikan pesakit-pesakit yang menghidap End-stage Kidney Disease, saya melihat satu contoh kesabaran yang tidak pernah saya miliki. Kagum saya dengan semangat mereka. Mereka perlu menjalani rawatan dialisis tiga kali seminggu untuk meneruskan kehidupan. Terpaksa menelan ubat setiap hari dan berpantang dari segi makanan dan minuman. Ada yang tinggal jauh dari hospital, memakan masa 2 jam perjalanan lantas memilih untuk tinggal di rumah pelawat hospital bagi mengurangkan kos pengangkutan. Bayangkan mereka terpaksa tinggal dalam keadaan serba kekurangan tanpa kelengkapan mencukupi dan berjauhan pula dari keluarga. Ini demi memastikan kelangsungan hidup kerana tertinggal saja satu sesi dialisis, nyawa boleh melayang. Alangkah besarnya kesabaran mereka!
Melihatkan kesusahan dan kesabaran mereka, membuatkan saya bersyukur atas limpahan rahmat Allah. Kadang-kadang terasa malu pula atas nikmat yang begitu banyak tetapi sedikit sekali disyukuri, malahan sering berkeluh kesah serta merungut bila ditimpa musibah.
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya...“ (Surah Al-Ma’arij: Ayat 19-23)
“...(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.“ (Surah Al-Hajj: Ayat 35)
Kesabaran menghadapi perkara yang disukai.
Tidak semua perkara yang kita sukai mendatangkan kebaikan pada kita. Kemewahan, kesihatan, kedudukan yang kita senangi jika kita tidak sabar mengahadapinya, boleh menghumban manusia ke lembah kelalaian dan kekufuran. Teladan dari kesombongan Firaun dan Haman sudah cukup membuktikan bahawa manusia yang tidak sabar dalam menghadapi kesenangan akhirnya terjerumus ke lembah kehinaan.
Hukamak berkata: “Jika kamu tidak bersabar dengan apa yang kamu sukai, bagaimana kamu boleh bersabar dengan apa yang tidak kamu sukai.“
Kesabaran dalam berjuang / berjihad.
Sabar serta keteguhan hati perlu dalam berdakwah, menuntut ilmu dan meninggikan syiar Islam. Dalam perjuangan, pasti kita akan menempuhi pelbagai bentuk ujian untuk mencapai apa yang dicita-citakan kerana jalan berjuang itu pasti penuh dengan segala bentuk mehnah. Tanpa kesabaran, ada yang akan gugur di pertengahan jalan sebelum misi perjuangan tercapai.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dan menghadapi musibat), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka).“ (Surah Ali Imran: Ayat 200).
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (Surah Al-Baqarah: Ayat 155

Renungilah kata-kata Saiyidina Ali Abu Talib k.a.w sebagai motivasi memupuk kesabaran:
“Jika engkau bersabar, takdir itu berlaku juga ke atas dirimu, tetapi engkau dikurniakan ganjaran pahala. Jika engkau tidak sabar pun, takdir tetap berlaku juga ke atas dirimu dan engkau berdosa. “
Bersabarlah, kerana kesabaran itu mendatangkan kemanisan dan membuat hatimu lapang.
Bersabarlah, kerana hanya dengan sabar kau dapat dekat kepada Tuhanmu.
Bersabarlah, kerana hanya dengan kesabaran dapat tercapai citamu dan tertunai hajatmu.
Tuhan, betapa kerap aku melanggar perintah-Mu kerana ketidaksabaranku, tetapi Kau tetap bersabar dengan sebesar-besar Kesabaran-Mu. Ya Allah, janganlah Kau simpan kemurkaan-Mu untuk Kau seksa aku di akhirat kelak, tetapi kurniakanlah ampunan-Mu padaku. Ya Allah berilah hamba kekuatan menyusuri kesabaran kekasih-Mu Muhammad s.a.w agar dapat berdiri kukuh dalam perjuanganku.
Pernah suatu hari, seorang pesakit yang telah diminta untuk menjalani rawatan lanjutan di Hospital Umum Kuching untuk mengenalpasti punca penyakitnya tetapi tidak menghadiri temujanji akhirnya datang dengan komplikasi. Teman saya yang merawat pesakit berkata, “Kamek nak marah juak tek, tapi bila nangga mukanya, pakaian lakinya macam orang susah, kamek pun…..sabar...“ teman saya berkata sambil mengurut dada nya.
Sejak dua tiga minggu kebelakangan ini, ungkapan paling popular di kalangan saya dan rakan-rakan di Jabatan Pesakit Luar ialah “berlapang dada“. Sejak saya mula menyebut ungkapan tersebut, penggunaan nya diaplikasikan dengan baik oleh teman-teman. Bila ada sahaja karenah pesakit atau teman sekerja yang menguji, pasti disambung ungkapan, “Sikhal..berlapang dada jak lah.”
Menurut Kamus Dewan, sabar bermaksud kita betah menahan penderitaan (kesakitan, kesusahan dan lain-lain), tidak lekas marah atau putus asa, tidak terburu-buru serta tenang.
Bait-bait indah dalam lirik lagu Sifat Mahmudah nyanyian Hijjaz ini juga boleh menggambarkan maksud sabar: “ Redha sifat hati yang suci, ujian yang tiba rasa gembira, atau tiada apa terasa, kerana menerima anugerah Tuhannya. Sifat sabar sedikit berbeza, ujian yang menimpa sakit dirasa, tapi dapat ditahan perasaannya, hanya bermain di dalam sahaja, di luar tidak nampak terang nyata.“
Sabar amat mudah dilafaz, namun payah dilaksana. Orang yang marah bisa saja mengucapkan, “Sabar je lah..” atau “Sabar jak lah..“ atau “Aku tengah bersabar lah ni!” tetapi hakikatnya ujian tidak diterima dengan hati yang ikhlas dan lapang.
Dalam Islam terdapat beberapa tahap kesabaran:
Kesabaran dalam melaksanakan suruhan Allah.
Amalan yang diperintahkan Allah sering bertentangan dengan hawa nafsu manusia yang sentiasa mengajak kepada kejahatan. Kerana itulah Allah menjanjikan ganjaran pahala bagi mereka yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah. Sabar dalam ibadah termasuk ikhlas, istiqomah dalam melaksanakan suruhan Allah.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Surah Ar-Ra’d: Ayat 22)

Kesabaran meninggalkan kemaksiatan.
Sabar ini termasuk keteguhan dalam melawan bisikan hawa nafsu serta hasutan syaitan.
“…….. karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Yusuf: Ayat 53)

Kesabaran terhadap perkara yang tidak disukai.
Ini termasuk bersabar dengan musibah dalam bentuk penyakit, bencana alam serta bersabar dengan karenah manusia yang pelbagai.
Apabila saya memerhatikan pesakit-pesakit yang menghidap End-stage Kidney Disease, saya melihat satu contoh kesabaran yang tidak pernah saya miliki. Kagum saya dengan semangat mereka. Mereka perlu menjalani rawatan dialisis tiga kali seminggu untuk meneruskan kehidupan. Terpaksa menelan ubat setiap hari dan berpantang dari segi makanan dan minuman. Ada yang tinggal jauh dari hospital, memakan masa 2 jam perjalanan lantas memilih untuk tinggal di rumah pelawat hospital bagi mengurangkan kos pengangkutan. Bayangkan mereka terpaksa tinggal dalam keadaan serba kekurangan tanpa kelengkapan mencukupi dan berjauhan pula dari keluarga. Ini demi memastikan kelangsungan hidup kerana tertinggal saja satu sesi dialisis, nyawa boleh melayang. Alangkah besarnya kesabaran mereka!
Melihatkan kesusahan dan kesabaran mereka, membuatkan saya bersyukur atas limpahan rahmat Allah. Kadang-kadang terasa malu pula atas nikmat yang begitu banyak tetapi sedikit sekali disyukuri, malahan sering berkeluh kesah serta merungut bila ditimpa musibah.
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya...“ (Surah Al-Ma’arij: Ayat 19-23)
“...(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.“ (Surah Al-Hajj: Ayat 35)
Kesabaran menghadapi perkara yang disukai.
Tidak semua perkara yang kita sukai mendatangkan kebaikan pada kita. Kemewahan, kesihatan, kedudukan yang kita senangi jika kita tidak sabar mengahadapinya, boleh menghumban manusia ke lembah kelalaian dan kekufuran. Teladan dari kesombongan Firaun dan Haman sudah cukup membuktikan bahawa manusia yang tidak sabar dalam menghadapi kesenangan akhirnya terjerumus ke lembah kehinaan.
Hukamak berkata: “Jika kamu tidak bersabar dengan apa yang kamu sukai, bagaimana kamu boleh bersabar dengan apa yang tidak kamu sukai.“
Kesabaran dalam berjuang / berjihad.
Sabar serta keteguhan hati perlu dalam berdakwah, menuntut ilmu dan meninggikan syiar Islam. Dalam perjuangan, pasti kita akan menempuhi pelbagai bentuk ujian untuk mencapai apa yang dicita-citakan kerana jalan berjuang itu pasti penuh dengan segala bentuk mehnah. Tanpa kesabaran, ada yang akan gugur di pertengahan jalan sebelum misi perjuangan tercapai.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dan menghadapi musibat), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka).“ (Surah Ali Imran: Ayat 200).
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (Surah Al-Baqarah: Ayat 155

Renungilah kata-kata Saiyidina Ali Abu Talib k.a.w sebagai motivasi memupuk kesabaran:
“Jika engkau bersabar, takdir itu berlaku juga ke atas dirimu, tetapi engkau dikurniakan ganjaran pahala. Jika engkau tidak sabar pun, takdir tetap berlaku juga ke atas dirimu dan engkau berdosa. “
Bersabarlah, kerana kesabaran itu mendatangkan kemanisan dan membuat hatimu lapang.
Bersabarlah, kerana hanya dengan sabar kau dapat dekat kepada Tuhanmu.
Bersabarlah, kerana hanya dengan kesabaran dapat tercapai citamu dan tertunai hajatmu.
Tuhan, betapa kerap aku melanggar perintah-Mu kerana ketidaksabaranku, tetapi Kau tetap bersabar dengan sebesar-besar Kesabaran-Mu. Ya Allah, janganlah Kau simpan kemurkaan-Mu untuk Kau seksa aku di akhirat kelak, tetapi kurniakanlah ampunan-Mu padaku. Ya Allah berilah hamba kekuatan menyusuri kesabaran kekasih-Mu Muhammad s.a.w agar dapat berdiri kukuh dalam perjuanganku.
Friday, March 06, 2009
Tuesday, March 03, 2009
I WONDER....
A nice poem to share... Allahumma solli ala sayyidina Muhammad...
By: Anonymous

I wonder...
If the Prophet Muhammad visited you,
Just for a day or two;
If he came unexpectedly
I wonder what you'd do.
Oh! I know you'd give your nicest room
To such an honored guest;
And all the food you'd serve to him
Would be the very best;
And you would keep assuring him,
You're glad to have him there;
Your hospitality would be beyond belief
And service beyond compare.
But... when you saw him coming,
Would you meet him at the door
With arms outstretched in welcome
To your honoured visitor?
Or... would you have to change your
Clothes before you let him in?
Or hide some magazines and put
The Quran where they had been?
Would you still watch movies
On your trusty TV set?
Or would you rush to switch it off
Before he gets upset?
Would you turn off the radio
And hope he hadn't heard?
And wish you hadn't uttered
That last loud nasty word?
Would you hide you worldly music
And instead take Islamic books out?
Could you let him walk right in,
Or would you rush about?
And, I wonder... if the Prophet spent
A day or two with you,
Would you go right on doing the things
That you always do?
Would you go right on saying the things
You always used to say?
Would life for you continue
As it does from day to day?
Would your family conversation
Keep its usual pace?
Or would you find it hard each meal
To say a table grace?
Would you keep up each and every
Prayer, forcing back a frown?
And would you always jump up early
For every prayer at dawn?
Would you sing the songs you always do
And read the books you read?
And let him know things on which
Your mind and spirit feed?
Would you take the Prophet with you
Everywhere you normally go?
Or would you , maybe, change your plan
Just for a day or so?
Would you be glad to have him meet
Your very closest friends?
Or would you hope they'd stay away
Until his visit ends?
Would you be glad to have him stay
Forever on and on?
Or would you sigh with great relief
When he at last was gone?
It might be interesting to know
The things you would do
If the Prophet Muhammad, in person,
Came to spend some time with you.
By: Anonymous

I wonder...
If the Prophet Muhammad visited you,
Just for a day or two;
If he came unexpectedly
I wonder what you'd do.
Oh! I know you'd give your nicest room
To such an honored guest;
And all the food you'd serve to him
Would be the very best;
And you would keep assuring him,
You're glad to have him there;
Your hospitality would be beyond belief
And service beyond compare.
But... when you saw him coming,
Would you meet him at the door
With arms outstretched in welcome
To your honoured visitor?
Or... would you have to change your
Clothes before you let him in?
Or hide some magazines and put
The Quran where they had been?
Would you still watch movies
On your trusty TV set?
Or would you rush to switch it off
Before he gets upset?
Would you turn off the radio
And hope he hadn't heard?
And wish you hadn't uttered
That last loud nasty word?
Would you hide you worldly music
And instead take Islamic books out?
Could you let him walk right in,
Or would you rush about?
And, I wonder... if the Prophet spent
A day or two with you,
Would you go right on doing the things
That you always do?
Would you go right on saying the things
You always used to say?
Would life for you continue
As it does from day to day?
Would your family conversation
Keep its usual pace?
Or would you find it hard each meal
To say a table grace?
Would you keep up each and every
Prayer, forcing back a frown?
And would you always jump up early
For every prayer at dawn?
Would you sing the songs you always do
And read the books you read?
And let him know things on which
Your mind and spirit feed?
Would you take the Prophet with you
Everywhere you normally go?
Or would you , maybe, change your plan
Just for a day or so?
Would you be glad to have him meet
Your very closest friends?
Or would you hope they'd stay away
Until his visit ends?
Would you be glad to have him stay
Forever on and on?
Or would you sigh with great relief
When he at last was gone?
It might be interesting to know
The things you would do
If the Prophet Muhammad, in person,
Came to spend some time with you.
Thursday, February 26, 2009
PPSMI: Samad Said Nafi Diperalat Pembangkang
KOTA BAHARU, 25 Feb (Bernama) -- Sasterawan Negara Datuk A. Samad Said menafikan dirinya telah diperalat pembangkang dalam usahanya memperjuang Bahasa Melayu dalam isu Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) yang digunakan sekarang.
Beliau berkata kehadirannya dalam beberapa siri ceramah pembangkang itu tidak seharusnya disalah anggap oleh masyarakat kerana apa yang penting adalah memperjelas kepada umum dalam isu tersebut.
"Bagi saya adalah halal untuk saya bercakap mengenai Bahasa Melayu yang saya perjuangkan tidak kira di pentas politik mana sekali pun.
"Umur saya sudah 76 tahun dan sudah sampai masanya saya memperjuangkan bahasa ibunda saya sebelum hilangnya Bahasa Melayu di muka bumi," katanya kepada pemberita selepas Majlis Sembang Pagi Bersama Sasterawan Negara di Institut Pendidikan Guru Malaysia Kampus Kota Baharu di sini, hari ini.
Kehadiran sasterawan negara itu dalam beberapa siri ceramah pembangkang dalam isu PPSMI sejak kebelakangan ini menjadi perhatian umum yang tidak senang Samad berceramah di pentas politik.
Malam ini Samad dijadual turut berceramah dalam satu majlis anjuran PAS di Padang Perdana di sini bersama-sama Mursyidul Am PAS, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat.
Mengulas isu itu, Samad berkata beliau bukannya telah "dibeli" oleh mana-mana parti politik dan akan turut memperjuang isu itu jika dianjurkan oleh Umno dan kerajaan.
"Kalau dituduh begitu (berceramah anjuran pembangkang), itu bukan maksud saya dan saya hadir di situ untuk memperjuangkan bahasa saya," katanya.
Sementara itu, Samad turut kecewa akhbar arus perdana seperti tidak lagi memberi ruang kepada karyawan baru untuk menyiarkan hasil penulisan mereka.
Ketika berucap, Samad menjelaskan selain hasil penulisannya, beliau juga sedang sibuk melukis yang kini hasil lukisannya telah terjual lebih 20 buah.
"Ramai orang tidak tahu saya juga boleh melukis dan saya gembira hasil karya saya yang disimpan sejak beberapa tahun akhirnya sudah mendapat tempat," katanya.
Beliau berkata karya lukisannya itu akan dipamerkan di satu galeri di Dubai tidak lama lagi dan ketika ini 20 lukisannya sedang dalam perbincangan untuk dijual oleh peminat lukisan rakyat Kanada.
-- BERNAMA
Beliau berkata kehadirannya dalam beberapa siri ceramah pembangkang itu tidak seharusnya disalah anggap oleh masyarakat kerana apa yang penting adalah memperjelas kepada umum dalam isu tersebut.
"Bagi saya adalah halal untuk saya bercakap mengenai Bahasa Melayu yang saya perjuangkan tidak kira di pentas politik mana sekali pun.
"Umur saya sudah 76 tahun dan sudah sampai masanya saya memperjuangkan bahasa ibunda saya sebelum hilangnya Bahasa Melayu di muka bumi," katanya kepada pemberita selepas Majlis Sembang Pagi Bersama Sasterawan Negara di Institut Pendidikan Guru Malaysia Kampus Kota Baharu di sini, hari ini.
Kehadiran sasterawan negara itu dalam beberapa siri ceramah pembangkang dalam isu PPSMI sejak kebelakangan ini menjadi perhatian umum yang tidak senang Samad berceramah di pentas politik.
Malam ini Samad dijadual turut berceramah dalam satu majlis anjuran PAS di Padang Perdana di sini bersama-sama Mursyidul Am PAS, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat.
Mengulas isu itu, Samad berkata beliau bukannya telah "dibeli" oleh mana-mana parti politik dan akan turut memperjuang isu itu jika dianjurkan oleh Umno dan kerajaan.
"Kalau dituduh begitu (berceramah anjuran pembangkang), itu bukan maksud saya dan saya hadir di situ untuk memperjuangkan bahasa saya," katanya.
Sementara itu, Samad turut kecewa akhbar arus perdana seperti tidak lagi memberi ruang kepada karyawan baru untuk menyiarkan hasil penulisan mereka.
Ketika berucap, Samad menjelaskan selain hasil penulisannya, beliau juga sedang sibuk melukis yang kini hasil lukisannya telah terjual lebih 20 buah.
"Ramai orang tidak tahu saya juga boleh melukis dan saya gembira hasil karya saya yang disimpan sejak beberapa tahun akhirnya sudah mendapat tempat," katanya.
Beliau berkata karya lukisannya itu akan dipamerkan di satu galeri di Dubai tidak lama lagi dan ketika ini 20 lukisannya sedang dalam perbincangan untuk dijual oleh peminat lukisan rakyat Kanada.
-- BERNAMA
Tuesday, February 24, 2009
Cerita Benar dan Kaitannya dengan Persekitaran
Cerita benar dan kaitannya dengan Persekitaran(bi-ah)
Oleh: Ustaz Awang Pon
Beberapa buah cerita di bawah ini adalah cerita yang benar-benar belaka, bukan rekaan hasil dari khayalan, bukan cerita fitnah, jauh sekali untuk mengaibkan seseorang kerana kepentingan-kepentingan peribadi. Ia semata-mata untuk dikongsi bersama dengan harapan ada ibrah dan pengajaran darinya yang dapat kita petik untuk suri teladan kita semua
1.Sewaktu saya mula-mula bertugas dalam agensi Kerajaan yang berkaitan dengan penguatkuasaan undang-udang, sekalipun bidang tersebut tidak ada kaitan secara langsung dengan tugas saya tetapi sebanyak sedikit ada kaitannya makanya untuk mendapat sedikit pendedahan, saya hadir dalam perbicaraan di Mahkamah Terbuka; perbicaraan kes Khalwat. Saya terperanjat bila pertuduhan dibaca oleh kakitangan Mahkamah dia dituduh berkahwin tanpa kebenaran di luar Negara. OKT(orang yang kena tuduh) itu adalah pegawai pencegah maksiat. Supaya dia terlepas dari pertuduhan dia pun berkahwin dengan pasangan yang berasal dari Negara jiran, dengan harapan dia akan dapat membuktikan ketika pembelaan nanti dia adalah pasangan suami isteri yang sah. Di ringkaskan cerita dia disabitkan bersalah kerana tarikh semasa dia ditangkap dengan tarikh perkahwinan tidak sama. Tarikh kahwin kemudian dari tarikh tangkapan. OKT rupanya dia dah biasa buat perkara serupa ini, bukan sekali, bukan dua kali dah banyak kali.Dia buat rondaan seorang diri, tanpa ditemani oleh penguatkuasa yang lain.
2. Cerita kedua, seorang hamba Allah ini saya kenal dengan dia, sebab dia pernah datang ke pejabat saya kerana ziarah kenalan dia yang bertugas sepajabat dengan saya. Dia bertugas dalam pasukan anti dadah. Kalau melihat dari segi penampilannya, kita tak sangka dia dari pasukan anti dadah kerana rambutnya dicocang. Kalau ikatan tersebut dilepaskan, pasti rambutnya melepasi paras bahu. Saya tanya kenapa penampilan semacam itu. Jawabnya supaya mudah masuk dalam kumpulan dadah dengan tujuan menyamar. Di pendekkan cerita dia ditangkap kerana terlibat sama dalam ketagihan dadah.Pada hal tujuan asalnya untuk mendapat rahsia kegiatan kumpulan tersebut, kemudian menangkap mereka. Sebaliknya dia pula yang kena tangkap.
3. Cerita ketiga ini pula, cerita orang dakwah. Bahan ini saya terlupa dari mana sumbernya, sama ada dari bahan bacaan saya atau diceritakan orang seorang ulamak dari Indonesia. Sekarang dia dah almarhum. Ceritanya begini; di sebuah perkampungan terdapat sekumpulan orang yang suka berjudi. Perjudian mereka dengan menyabong ayam. Kehadiran orang dakwah ini asalnya baik. Sebelom ayam yang kalah itu masih hidup (mustaqirrah) dia akan menyembelihkannya dengan menyarinkan bacaan BASMALAH supaya dapat didengar oleh orang ramai, dengan dua tujuan. Ayam yang disembelih itu tidak mati meragan dan dagingnya halal dimakan kerana sudah disembelih dan yang kedua dengan tujuan dakwah,sekurang-kurangnya mereka mendengar ucapan basmalah, dengan harapan, berkat perkataan basmalah mereka menyedari perbuatan mereka itu haram.Dipendekkan cerita, dakwah hamba Allah ini akhirnya tidak sampai sebaliknya dia pula dah jadi kaki nyabong ayam.
4. Cerita yang keempat ini cerita orang dakwah juga. Dia mengabongkan kan diri dalam sebuah organisasi yang dipimpin oleh mereka yang tidak serious dalam mendaulatkan Islam. Tujuan orang dakwah ini baik iaitu untuk memperbetulkan organisasi tersebut dari dalam tetapi dukacita tujuannya tidak kesampaian,sebaliknya dia dah ikut rentak dan tari pemimpin-pemimpin tersebut, kerana dia melawan arus dalam keadaan seorang diri dan terpaksa tunduk dan patuh kepada peraturan dan disiplin organisasi tersebut.
Ke empat-empat pelakon dalam cerita yang tersebut di atas semuanya orang-orang yang baik, demikian juga nawaitu mereka pun baik,kerana hendak membuat pembetulan tetapi kerana persekitaran yang mereka dekati itu persekitaran yang negatip sementelah dia menghadapinya dengan seorang diri tanpa bekalan jati diri yang kuat, akhirnya dia larut bersama-sama dalam tindakan negatip mereka. Ini membukktikan persekitaran boleh mempengaruhi pandangan, sikap dan pendirian seseorang. Kalau persekitaran itu baik maka baiklah mereka yang berada di sekitarnya. Kalau sebaliknya maka buruklah padahnya. Lantaran itu Islam telah mengigatkan awal-awal lagi supaya berhati-hati dengan persekitaran yang negatip, seperti dalil-dalil yang tersebut di bawah ini:
1 Firman Allah: “ وأصبر نفسك مع الذين يدعون من ربهم بالغداوة والعشى يريدون وجهه ولا تعد عياك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا.
Ertinya: Dan bersabarlah kamu dengan orang-orang yang meneyeru Tuhannya pagi dan senja dengan mengharap keridhaannya; dan janganlah kedua-dua matamu berpaling dari mereka(kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengigati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah kedaannya itu melewati batas” (S: al-Kahfi:18:28)
2. Sabda Rasulullah saw; “ “مثل الجليس الصالح والجليس السوء كمثل حامل المسك ونافخ الكير” فحامل المسك إما أن يحذيك( أي يعطيك ) أو تشترى منه، أو تجد منه ريحا طيبة. ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك ،أو تجد منه ريحا منتنه”
Ertinya: Perumpamaan teman yang salih dan teman yang jahat iaitu seperti orang yang membawa minyak kasturi dengan tukang tiup alat pembakar besi. Ini ialah kerana orang yang membawa kasturi itu berkemungkinan memberikan kasturi itu kepada anda atau anda akan membelinya darinya atau anda akan dapati bau yang harum darinya, tetapi si tukang tiup alat pembakar besi boleh jadi akan membakar pakaian anda atau anda akan mengalami bau yang busuk darinya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Sabda Rasulullah saw: “ المرء على دين خليله ، فلينظر أحدكم من يخالل
Ertinya: “ Seseorang itu akan mengikut agama teman rapatnya. Oleh itu setiap kamu mestilah memerhatikan siapakah yang akan dijadikan teman rapat”. (H.R. at-Tarmizi)
4 Surah al-Kahfi:18;13 menceritakan tentang kisah sekumpulan pemuda Kahfi yang sanggup mengasingkan diri dari kaum keluarga,sahabat handai dan kampung halaman demi menyelamat akidah dari paksaan dan penindasan pihak berkuasa dengan bersembunyi di sebuah gua. Dengan izin Allah, mereka ditidurkan selama 309 tahun di gua tersebut dan dibangkitkan semula ketika masyarakat dan Raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan Raja yang beriman kepada Allah swt.
5. Nabi Muhammad saw yang masih bayi diserahkan ibunya kepada Halimah binti Abi Dhu’aib(Halimatussa’adiah) dari Bani Sa’ad di sebuah desa dengan maksud agar Nabi Muhammad saw mendapat udara segar,udara desa yang bersih serta pergaulan desa yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Selain daripada itu agar dapat berbicara nanti dengan Bahasa Arab yang fasih kerana bahasa Arab yang digunakan oleh masyarakat desa masih murni.
Bacaan lanjut di muallimawang.wordpress.com
Oleh: Ustaz Awang Pon
Beberapa buah cerita di bawah ini adalah cerita yang benar-benar belaka, bukan rekaan hasil dari khayalan, bukan cerita fitnah, jauh sekali untuk mengaibkan seseorang kerana kepentingan-kepentingan peribadi. Ia semata-mata untuk dikongsi bersama dengan harapan ada ibrah dan pengajaran darinya yang dapat kita petik untuk suri teladan kita semua
1.Sewaktu saya mula-mula bertugas dalam agensi Kerajaan yang berkaitan dengan penguatkuasaan undang-udang, sekalipun bidang tersebut tidak ada kaitan secara langsung dengan tugas saya tetapi sebanyak sedikit ada kaitannya makanya untuk mendapat sedikit pendedahan, saya hadir dalam perbicaraan di Mahkamah Terbuka; perbicaraan kes Khalwat. Saya terperanjat bila pertuduhan dibaca oleh kakitangan Mahkamah dia dituduh berkahwin tanpa kebenaran di luar Negara. OKT(orang yang kena tuduh) itu adalah pegawai pencegah maksiat. Supaya dia terlepas dari pertuduhan dia pun berkahwin dengan pasangan yang berasal dari Negara jiran, dengan harapan dia akan dapat membuktikan ketika pembelaan nanti dia adalah pasangan suami isteri yang sah. Di ringkaskan cerita dia disabitkan bersalah kerana tarikh semasa dia ditangkap dengan tarikh perkahwinan tidak sama. Tarikh kahwin kemudian dari tarikh tangkapan. OKT rupanya dia dah biasa buat perkara serupa ini, bukan sekali, bukan dua kali dah banyak kali.Dia buat rondaan seorang diri, tanpa ditemani oleh penguatkuasa yang lain.
2. Cerita kedua, seorang hamba Allah ini saya kenal dengan dia, sebab dia pernah datang ke pejabat saya kerana ziarah kenalan dia yang bertugas sepajabat dengan saya. Dia bertugas dalam pasukan anti dadah. Kalau melihat dari segi penampilannya, kita tak sangka dia dari pasukan anti dadah kerana rambutnya dicocang. Kalau ikatan tersebut dilepaskan, pasti rambutnya melepasi paras bahu. Saya tanya kenapa penampilan semacam itu. Jawabnya supaya mudah masuk dalam kumpulan dadah dengan tujuan menyamar. Di pendekkan cerita dia ditangkap kerana terlibat sama dalam ketagihan dadah.Pada hal tujuan asalnya untuk mendapat rahsia kegiatan kumpulan tersebut, kemudian menangkap mereka. Sebaliknya dia pula yang kena tangkap.
3. Cerita ketiga ini pula, cerita orang dakwah. Bahan ini saya terlupa dari mana sumbernya, sama ada dari bahan bacaan saya atau diceritakan orang seorang ulamak dari Indonesia. Sekarang dia dah almarhum. Ceritanya begini; di sebuah perkampungan terdapat sekumpulan orang yang suka berjudi. Perjudian mereka dengan menyabong ayam. Kehadiran orang dakwah ini asalnya baik. Sebelom ayam yang kalah itu masih hidup (mustaqirrah) dia akan menyembelihkannya dengan menyarinkan bacaan BASMALAH supaya dapat didengar oleh orang ramai, dengan dua tujuan. Ayam yang disembelih itu tidak mati meragan dan dagingnya halal dimakan kerana sudah disembelih dan yang kedua dengan tujuan dakwah,sekurang-kurangnya mereka mendengar ucapan basmalah, dengan harapan, berkat perkataan basmalah mereka menyedari perbuatan mereka itu haram.Dipendekkan cerita, dakwah hamba Allah ini akhirnya tidak sampai sebaliknya dia pula dah jadi kaki nyabong ayam.
4. Cerita yang keempat ini cerita orang dakwah juga. Dia mengabongkan kan diri dalam sebuah organisasi yang dipimpin oleh mereka yang tidak serious dalam mendaulatkan Islam. Tujuan orang dakwah ini baik iaitu untuk memperbetulkan organisasi tersebut dari dalam tetapi dukacita tujuannya tidak kesampaian,sebaliknya dia dah ikut rentak dan tari pemimpin-pemimpin tersebut, kerana dia melawan arus dalam keadaan seorang diri dan terpaksa tunduk dan patuh kepada peraturan dan disiplin organisasi tersebut.
Ke empat-empat pelakon dalam cerita yang tersebut di atas semuanya orang-orang yang baik, demikian juga nawaitu mereka pun baik,kerana hendak membuat pembetulan tetapi kerana persekitaran yang mereka dekati itu persekitaran yang negatip sementelah dia menghadapinya dengan seorang diri tanpa bekalan jati diri yang kuat, akhirnya dia larut bersama-sama dalam tindakan negatip mereka. Ini membukktikan persekitaran boleh mempengaruhi pandangan, sikap dan pendirian seseorang. Kalau persekitaran itu baik maka baiklah mereka yang berada di sekitarnya. Kalau sebaliknya maka buruklah padahnya. Lantaran itu Islam telah mengigatkan awal-awal lagi supaya berhati-hati dengan persekitaran yang negatip, seperti dalil-dalil yang tersebut di bawah ini:
1 Firman Allah: “ وأصبر نفسك مع الذين يدعون من ربهم بالغداوة والعشى يريدون وجهه ولا تعد عياك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا.
Ertinya: Dan bersabarlah kamu dengan orang-orang yang meneyeru Tuhannya pagi dan senja dengan mengharap keridhaannya; dan janganlah kedua-dua matamu berpaling dari mereka(kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengigati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah kedaannya itu melewati batas” (S: al-Kahfi:18:28)
2. Sabda Rasulullah saw; “ “مثل الجليس الصالح والجليس السوء كمثل حامل المسك ونافخ الكير” فحامل المسك إما أن يحذيك( أي يعطيك ) أو تشترى منه، أو تجد منه ريحا طيبة. ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك ،أو تجد منه ريحا منتنه”
Ertinya: Perumpamaan teman yang salih dan teman yang jahat iaitu seperti orang yang membawa minyak kasturi dengan tukang tiup alat pembakar besi. Ini ialah kerana orang yang membawa kasturi itu berkemungkinan memberikan kasturi itu kepada anda atau anda akan membelinya darinya atau anda akan dapati bau yang harum darinya, tetapi si tukang tiup alat pembakar besi boleh jadi akan membakar pakaian anda atau anda akan mengalami bau yang busuk darinya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Sabda Rasulullah saw: “ المرء على دين خليله ، فلينظر أحدكم من يخالل
Ertinya: “ Seseorang itu akan mengikut agama teman rapatnya. Oleh itu setiap kamu mestilah memerhatikan siapakah yang akan dijadikan teman rapat”. (H.R. at-Tarmizi)
4 Surah al-Kahfi:18;13 menceritakan tentang kisah sekumpulan pemuda Kahfi yang sanggup mengasingkan diri dari kaum keluarga,sahabat handai dan kampung halaman demi menyelamat akidah dari paksaan dan penindasan pihak berkuasa dengan bersembunyi di sebuah gua. Dengan izin Allah, mereka ditidurkan selama 309 tahun di gua tersebut dan dibangkitkan semula ketika masyarakat dan Raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan Raja yang beriman kepada Allah swt.
5. Nabi Muhammad saw yang masih bayi diserahkan ibunya kepada Halimah binti Abi Dhu’aib(Halimatussa’adiah) dari Bani Sa’ad di sebuah desa dengan maksud agar Nabi Muhammad saw mendapat udara segar,udara desa yang bersih serta pergaulan desa yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Selain daripada itu agar dapat berbicara nanti dengan Bahasa Arab yang fasih kerana bahasa Arab yang digunakan oleh masyarakat desa masih murni.
Bacaan lanjut di muallimawang.wordpress.com
Hairan Tapi Lucu
Sejak berada di Medical School, saya dididik oleh pensyarah-pensyarah saya dengan amalan: “Do not simply trust what your patient said even though how innocent they appear in front of you, or how hard they tried to convince you.” Sepanjang bertugas dalam bidang perubatan, ada beberapa perkara yang ‘lucu’ lagi menghairankan yang sering ditemui dalam tugasan harian:
1. Ketika seorang lelaki yang mengalami serangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease ditanya adakah dia merokok, dia menafikan padahal aroma rokok dari mulutnya sudah cukup memenuhi ruang di seluruh bilik rawatan tersebut.

2. Saya bertanya kepada seorang lelaki yang mengalami sawan dan sedikit keliru adakah dia mengambil dadah atau alkohol dan dia menafikan sekeras-kerasnya tetapi ujian dadah menunjukkan keputusan positif.
3. Saya bertanya pada seorang gadis (belum berkahwin) yang datang mendapatkan rawatan untuk penyakitnya, adakah dia pernah melakukan hubungan seksual. Dia menafikan sekeras-kerasnya dan menunjukkan wajah tidak puas hati atas soalan saya, tetapi apabila ujian Urine Pregancy test (UPT) dilakukan ia menunjukkan keputusan positif dan ujian imbasan ultrasound menunjukkan terdapat fetus di dalam rahimnya.

4. Seorang wanita mengandung yang mengalami tekanan darah tinggi yang tidak terkawal menolak apabila dirujuk dari Klinik Kesihatan ke Hospital sehingga sanggup melarikan diri (abscond) dan memadam catatan yang ditulis oleh kakitangan Klinik Kesihatan dan menulis catatan temujanji susulan dengan tulisan tangannya sendiri. Dia akhirnya tertangkap melakukan kesalahan tersebut dan mengaku bersalah setelah disoal siasat oleh kakitangan wad.
Banyak lagi penipuan dan ‘kelicikan’ yang tak tercapai dek akal. Benar, percaya dan simpati amat penting untuk mendiagnosis dan merawati pesakit tetapi dalam perubatan kepercayaan tidak dapat diberikan sepenuhnya tanpa penyelidikan. Saya tidak pasti kenapa mereka menipu, tetapi saya belajar: Do not simply trust your patients!
1. Ketika seorang lelaki yang mengalami serangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease ditanya adakah dia merokok, dia menafikan padahal aroma rokok dari mulutnya sudah cukup memenuhi ruang di seluruh bilik rawatan tersebut.

2. Saya bertanya kepada seorang lelaki yang mengalami sawan dan sedikit keliru adakah dia mengambil dadah atau alkohol dan dia menafikan sekeras-kerasnya tetapi ujian dadah menunjukkan keputusan positif.
3. Saya bertanya pada seorang gadis (belum berkahwin) yang datang mendapatkan rawatan untuk penyakitnya, adakah dia pernah melakukan hubungan seksual. Dia menafikan sekeras-kerasnya dan menunjukkan wajah tidak puas hati atas soalan saya, tetapi apabila ujian Urine Pregancy test (UPT) dilakukan ia menunjukkan keputusan positif dan ujian imbasan ultrasound menunjukkan terdapat fetus di dalam rahimnya.

4. Seorang wanita mengandung yang mengalami tekanan darah tinggi yang tidak terkawal menolak apabila dirujuk dari Klinik Kesihatan ke Hospital sehingga sanggup melarikan diri (abscond) dan memadam catatan yang ditulis oleh kakitangan Klinik Kesihatan dan menulis catatan temujanji susulan dengan tulisan tangannya sendiri. Dia akhirnya tertangkap melakukan kesalahan tersebut dan mengaku bersalah setelah disoal siasat oleh kakitangan wad.
Banyak lagi penipuan dan ‘kelicikan’ yang tak tercapai dek akal. Benar, percaya dan simpati amat penting untuk mendiagnosis dan merawati pesakit tetapi dalam perubatan kepercayaan tidak dapat diberikan sepenuhnya tanpa penyelidikan. Saya tidak pasti kenapa mereka menipu, tetapi saya belajar: Do not simply trust your patients!
Friday, February 20, 2009
WHAT IF?
What if Allah couldn't take the time to bless us today, because we couldn't take the time to thank Him yesterday?
What if Allah decided to stop leading us tomorrow because we didn't follow Him today?
What if we never saw another flower bloom because we grumbled when Allah sent the Rain?
What if Allah took away the Quran tomorrow because we would not read it today?
What if Allah took away his message because we failed to listen to the messenger?
What if the door to the Mosque was closed because we did not open the door to our heart?
What if Allah stopped loving and caring for us because we failed to love and care for others?
What if Allah would not hear us today because we would not listen to Him?
What if Allah answered our prayers the way we answer his calls??????????
What if Allah decided to stop leading us tomorrow because we didn't follow Him today?
What if we never saw another flower bloom because we grumbled when Allah sent the Rain?
What if Allah took away the Quran tomorrow because we would not read it today?
What if Allah took away his message because we failed to listen to the messenger?
What if the door to the Mosque was closed because we did not open the door to our heart?
What if Allah stopped loving and caring for us because we failed to love and care for others?
What if Allah would not hear us today because we would not listen to Him?
What if Allah answered our prayers the way we answer his calls??????????
Saturday, February 14, 2009
Madah Cinta...
As I went through my old note books, I found out lot of short tazkirahs I copied from SMSs sent by my friends. There are few of them that I want to share; regarding love...
Cinta bukan mengajar kita lemah, tapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan kudrat, tapi membangkitkan semangat.
-HAMKA-
Tiada yang indah dalam hati sanubari melainkan cinta kepada Allah, dan takkan bersemi cinta-Nya dalam hati seandainya ada cinta selain dari-Nya.
-Ibnu Taimiyah-
Kebahagiaan ada pada cinta. Selama manusia mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri, bukan untuk bersama orang lain, maka selama itulah ia tidak akan berjumpa dengan kebahagiaan.
-Leo Tolstoy-
Jika bicara cinta itu kabur, jawabnya hatiku kotor, zuhudku punah kerana kuasa, tercincang kerana kibr, mendebu kerana harta, hilang sama sekali kerana suuz zhon.. Tapi tajarrudku (tekad untuk berpaling dari duniawi) menjadikan aku merasa diri disayangi, di mana langkahku makin berani, inilah cinta yang ku perlukan!
-Anonymous-
Tidaklah dua orang saling mencintai kerana Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara kedua-duanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada saudaranya.
-Hadith Riwayatibnu Hibban & Al-Hakim-
Ayuh kita sahut panggilan Cinta. Biar dibakar api Cinta. terubat duka rawan rindu kepada Cinta: Bahawa yang paling seronok , paling mewah, paling lazat ialah kelazatan menunaikan janji abadi: Bahawa Dia itu Satu, tempat bergantungnya segala sesuatu, tumpuan hidup dan mati dan hidup lagi sesudah mati. Dia sumber Cinta, Pencipta segala rasa....
-SMS from Khadijah (credit for Khadijah.. :)
Cinta bukan mengajar kita lemah, tapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan kudrat, tapi membangkitkan semangat.
-HAMKA-
Tiada yang indah dalam hati sanubari melainkan cinta kepada Allah, dan takkan bersemi cinta-Nya dalam hati seandainya ada cinta selain dari-Nya.
-Ibnu Taimiyah-
Kebahagiaan ada pada cinta. Selama manusia mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri, bukan untuk bersama orang lain, maka selama itulah ia tidak akan berjumpa dengan kebahagiaan.
-Leo Tolstoy-
Jika bicara cinta itu kabur, jawabnya hatiku kotor, zuhudku punah kerana kuasa, tercincang kerana kibr, mendebu kerana harta, hilang sama sekali kerana suuz zhon.. Tapi tajarrudku (tekad untuk berpaling dari duniawi) menjadikan aku merasa diri disayangi, di mana langkahku makin berani, inilah cinta yang ku perlukan!
-Anonymous-
Tidaklah dua orang saling mencintai kerana Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara kedua-duanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada saudaranya.
-Hadith Riwayatibnu Hibban & Al-Hakim-
Ayuh kita sahut panggilan Cinta. Biar dibakar api Cinta. terubat duka rawan rindu kepada Cinta: Bahawa yang paling seronok , paling mewah, paling lazat ialah kelazatan menunaikan janji abadi: Bahawa Dia itu Satu, tempat bergantungnya segala sesuatu, tumpuan hidup dan mati dan hidup lagi sesudah mati. Dia sumber Cinta, Pencipta segala rasa....
-SMS from Khadijah (credit for Khadijah.. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)


