Mabuk Cinta Halal

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Saturday, August 02, 2008

Rindu

Rindu itu adalah
Anugerah dari Allah
Insan yang berhati nurani
Punyai rasa rindu

Rindu pada kedamaian
Rindu pada ketenangan
Rindukan kesejahteraan
Dan juga kebahagiaan

Orang-orang yang bertaqwa
Rindu akan kebenaran
Kejujuran dan keikhlasan
Keredhaan Tuhannya

Orang mukmin merindukan
Anak-anak yang soleh
Isteri-isteri solehah
Keluarga bahagia

Para pencinta kebenaran
Rindukan suasana
Masyarakat yang terjalin
Aman dan sejahtera

Merindukan tertegaknya
Kalimah Allah di muka bumi
Dan dalam merindukannya
Keampunan Tuhannya

Dan seluruh umat itu
Merindukan cahaya
Yang menyinari kehidupan
Rindu pada Tuhan

Terasa rindu yang amat sangat pada Shazni dan Nurul Shahida...

Wednesday, July 30, 2008

Student arrested for dumping newborn baby

Apa kata kita?

Student arrested for dumping newborn baby

By SYLVIA LOOI

IPOH: An 18-year-old student was detained for allegedly dumping her newborn baby.

State CID chief Senior Asst Comm (II) Ismail Yatim said a cleaning lady found the baby boy’s body in a hostel room of the institution of higher learning near here Wednesday.

“A roll call was then called by the hostel warden at noon to determine the baby’s mother,” he said.

The student gave herself away when the policemen, who were sent to the scene to investigate, noticed her pale face, said SAC (II) Ismail,

The student admitted to being the mother of the baby when the police questioned her, he said.

The baby’s remains were sent to Changkat Melintang Hospital for post-mortem, he added.

The girl has been released on police bail

Friday, July 25, 2008

Jodoh Memang Di Tangan Tuhan

Forwarded article from PPIM-NET.

Jodoh Memang di Tangan Tuhan
Kirim teman
Oleh Astri Kuntadi

Siang itu saya didatangi dua orang sahabat, mantan teman sekerja di Jogjakarta. Kami melepas rindu saling bercerita silih berganti dengan antusiasme tinggi mengenai keadaan kita masing masing saat ini. Maklum 2 th lebih kita dipisahkan oleh cita masing masing. Segelas es syrup dan segenggam kacang goreng yang setia menemani perbincangan kita, menambah harmonis nya suasana siang yang terik itu.

Lambat laun perbincangan mengarah juga ke masalah jodoh. Kebetulan salah seorang sahabat tersebut masih single meskipun usianya sudah lebih dari 35 th, usia ‘rawan’ untuk wanita menurut sebagian orang bila belum juga menikah. Seribu tanya mulai terlontar dalam benakku, bukankah Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan berpasang pasangan? Bukankah jodoh itu memang telah digariskan Tuhan, lantas mengapa ada hambanya yang setidaknya kasat mata telah memenuhi syarat untuk menikah belum juga dipertemukan dengan jodohnya? Bahkan ada yang sampai meninggalkan kefanaan dunia tanpa pendamping semasa hidupnya. Apakah ada manusia yang memang ditakdirkan untuk tidak menikah?

“Hei, kok melamun!”, teguran sahabatku itu menyadarkanku. ”Eh enggak ini kacang gorengnya renyah banget ya..., ” jawabku asal saat itu, tidak enak hati karena dia lah yang sedang aku lamunkan. Berhubung pertanyaan seputar jodoh masih saja berkecamuk di kepala, akhirnya dengan hati-hati kutanyakan juga pada sahabatku itu. ”Iya nih, belum ketemu jodoh, ”jawabnya enteng saat kutanyakan mengapa masih juga sendiri. ”Tolong carikan dong....yang sholeh, yang ganteng, yang pinter dan kaya ya, ”rajuknya menambahkan.
Waduh! Pikirku, apakah ini ya yang membuat sebagian orang sulit jalannya menemukan jodoh? Mereka mematok kriteria yang cukup tinggi dalam menentukan pasangan hidupnya. Meskipun sah sah saja dan memang harus begitu ya. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik. Tapi kembali lagi pada kenyataan, apakah benar ada manusia yang sesempurna itu?

Melihatku terpaku dengan pikiranku sendiri, kembali sahabatku tidak membiarkanku melamun berlama lama. ”Aku sudah berusaha, sudah banyak cara aku tempuh dalam usaha mencari pendamping hidupku ini, siapa sih yang ingin hidup sendiri, sementara teman teman yang lain banyak yang sudah menimang anak, bahkan dua seperti kamu ini ”ujarnya dengan mimik serius. ”Manusia itu kan tugasnya hanya ikhtiar dan berdoa, tawakal, kemudian sisanya terserah Allah yang memutuskan. Allah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan pastilah tidak sebatas hanya di dunia saja, kalau jodoh itu belum didapat di dunia ini, mungkin saja sudah dipersiapkan jodoh di akhirat nanti. Allah lebih tahu hikmah dari sebuah peristiwa, ”tambahnya dengan senyum penuh arti.

Saya salut akan jalan pikirannya yang amat positif menerima ketentuan Allah. ”Tapi apakah bisa dibilang hidupmu belum sukses karena belum berkeluarga? ”tanyaku ingin menggali lebih dalam sejauh mana kepiawaiannya memaknai kesabaran. ”Kesuksesan dalam hidup ini menurutku bukan tergantung seseorang mempunyai jodoh atau tidak di dunia ini, atau pangkat yang tinggi atau uang yang banyak, tetapi siapa yang nantinya dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka mereka itulah orang-orang yang sukses, yang menang, ”jawabnya. ”Janganlah kita hidup di dunia ini untuk menderita di akhirat nanti, sayang sekali kan, ”tambahnya. Saya hanya bisa mengangguk-angguk kagum.

Kuteguk es syrup yang tinggal setengah gelas, sejuknya menyelimuti kerongkongan, segarnya melenyapkan dahaga. Entah mengapa perbincangan siang itu membawa nuansa lain untukku dalam menyikapi kehidupan. Ada manusia yang belum juga menikah meski berusia lanjut dan terlihat menderita sekali hidupnya, kesepian dan tak jarang berperangai kurang menyenangkan bagi sekelilingnya.

Ada juga yang ridho menerima ketetapan Illahi, senantiasa positif thinking. Dalam surah Al-Baqarah/2: ayat 216 yang artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;” ada Allah. Sebetulnya manakah yang harus dipilih? Sejenak bila kita renungkan baik baik Pastilah insya Allah kita akan ringan menjalani setiap ketetapan dari Allah sang Maha Penyayang. Juga mengenai perihal perjodohan, yakinlah bahwa itu menang di tangan Tuhan.

Tuesday, July 22, 2008

Free - By Sami Yusuf




What goes through your mind?
As you sit there looking at me
Well I can tell from your looks
That you think I’m so oppressed
But I don’t need for you to liberate me

My head is not bare
And you can’t see my covered hair
So you sit there and you stare
And you judge me with your glare
You’re sure I’m in despair
But are you not aware
Under this scarf that I wear
I have feelings, and I do care

CHORUS:
So don’t you see?
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity...

My modesty
My integrity
So don’t judge me
Open your eyes and see...
“Why can’t you just accept me?” she says
“Why can’t I just be me?” she says
Time and time again
You speak of democracy
Yet you rob me of my liberty
And all I want is equality
Why can’t you just let me be free?



For you I sing this song
My sister, may you always be strong
From you I’ve learnt so much
How you suffer so much
Yet you forgive those who laugh at you
You walk with no fear
Through the insults you hear
Your wish so sincere
That they’d understand you
But before you walk away
This time you turn and say:

But don’t you see?
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity
My modesty
My integrity
So let me be
She says with a smile
I’m the one who’s free

Saturday, July 19, 2008

TAK NAK ROKOK!


“Banyak benar penyakit makcik ni doktor. Seluruh badan makcik rasa sakit-sakit, tak sedap badan entah kenapa. Makcik pun tak tahu. Makan ubat semakin bertambah sakit makcik. Sebab tu makcik tak ambil ubat,” makcik berusia 60 tahun itu mengadu sebaik duduk di kerusi pesakit di bilik rawatan di klinik pesakit luar.

“Makcik ada hisap rokok?” celahku setelah memberi ruang padanya mengemukakan aduannya. “Ada…” jawabnya. “Dah 30 tahun makcik merokok, sejak mengandung anak pertama makcik mengidam nak hisap rokok, sampai sekarang tak boleh berhenti,” jujur sahaja dia mengucapkan. Saya tersenyum memandangnya lantas membuat pemeriksaan fizikal.


MEROKOK DALAM ISLAM

Terdapat pendapat yang berbeza tentang hukum merokok. Ada yang mengatakan harus, makruh, makruh tahrim (mendekati haram) dan haram. Sebahagian besar ulama’ menyatakan bahawa merokok hukumnya haram. Ini berdasarkan dalil dari ayat-ayat Al-Quran:

“….dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk….” (Al-A’raf:157)

• Rokok boleh membawa kepada penyakit dan kematian:
Firman Allah yang bermaksud; “ Dan belanjakanlah (apa yang ada pada kamu) kerana menegakkan agama Allah dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan; dan baikilah (dengan sebaik-baiknya segala usaha) perbuatan kamu, kerana sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.” (Al-Baqarah:195).
Dari segi perubatan, tabiat merokok terbukti boleh meningkatkan faktor risiko untuk penyakit-penyakit yang merbahaya, antaranya;

1. Chronic Obstructive Pulmonary Disease, COPD (penyakit penyumbatan salur paru-paru kronik) – merupakan satu penyakit yang tidak berbalik dan menyebabkan kerosakan kekal pada salur pernafasan.
2. Kanser paru-paru (lung cancer) – menurut kajian, sebahagian besar kanser paru-paru (87%) berkait rapat dengan tabiat merokok. Ini kerana rokok mengandungi bahan kimia yang dikategorikan sebagai carcinogen (bahan kimia yang terbukti boleh menyebabkan kanser).
3. Merokok merupakan faktor risiko untuk sebahagian besar kanser lain termasuk kanser pundi kencing, kanser payudara, kanser perut, kanser larinks, kanser serviks dan buah pinggang.
4. Penyakit koronari jantung (coronary artery disease) – merokok juga meningkatkan risiko untuk mendapat serangan jantung dan berhenti merokok mengurangkan risiko serangan jantung sejajar dengan tempoh berhenti merokok itu sendiri.
5. Stroke (angina ahmar) – merokok seiring dengan penyakit tekanan darah tinggi dan diabetis mellitus meningkatkan risiko mendapat serangan strok.
6. Merokok dan ibu mengandung – merokok di kalangan ibu mengandung menambahkan risiko kematian bayi mengejut, kematian bayi di dalam kandungan dan kekurangan berat bayi ketika lahir.
7. Perokok pasif atau secondhand smoker (orang yang terdedah kepada asap rokok perokok) juga terdedah kepada bahaya penyakit paru-paru seperti kanser paru-paru dan boleh menyebabkan serangan penyakit asma juga jangkitan salur pernafasan di kalangan kanak-kanak.

• Rokok menyebabkan pembaziran dan tidak mendatangkan manfaat:
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud; “….dan janganlah kamu membelanjakan hartamu dengan boros yang melampau. Sesungguhnya orang yang boros itu adalah saudara-saudara syaitan, sedang syaitan itu adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya.”

• Merokok menghasilkan bau yang busuk dan mengganggu keselesaan persekitaran: - Merokok mendatangkan bau yang tidak menyenangkan malah menyakitkan kepada orang-orang yang tidak merokok.
Sabda Nabi SAW yang bermaksud; “Dosa itu adalah sesuatu yang menggelisahkan hati anda dan anda pula benci orang ramai melihatnya.”



“Makcik, boleh tolong berhenti merokok?” rendah suara saya menasihatinya. “Merokok boleh membahayakan kesihatan dan nyawa makcik; boleh merosakkan paru-paru, menyebabkan barah, penyakit jantung dan strok.” Makcik terangguk-angguk dengan wajah yang terkejut, seolah-olah baru tahu bahaya merokok. “Betul ke?” soalnya spontan. Saya mengangguk lantas menyambung, “Kajian telah membuktikannya makcik. Lagipun Islam juga melarang umatnya melakukan perkara yang mendatangkan mudharat serta menyebabkan pembaziran. Makcik masih muda dan makcik bertanggungjawab menjaga kesihatan makcik.” Mulut makcik itu sedikit terlopong, lantas dia mengangguk-angguk perlahan. “Terima kasih doktor,” ucapnya sebelum berlalu.

“Semoga terbuka hati makcik untuk menjaga dirinya sebaiknya dengan berhenti merokok,” doa saya di dalam hati.





Saturday, July 05, 2008

Pemergiannya....

Bagaimanapun kita merancang, ketentuan-Nya jua yang mengatasi. Biar tersusun agenda yang diharapkan, namun kudrat-Nya jua yang membatasi. Walau indah perjalanan hidup diimpikan, namun suka duka pasti bersilih ganti.

Percaturan Allah menjadikan saya insaf akan terlalu kerdilnya diri dan juga bahawa kehidupan dan kematian berada dalam gengaman-Nya.

Sedar tak sedar sudah 100 hari pemergian bapak ke alam baqa’ meninggalkan kami sekeluarga serta sahabat handai. Pemergian bapak, meski telah kami redhai, namun tetap terkesan di jiwa kami. Ingatan terhadapnya menghiasi hari-hari yang kami lalui, malah wajahnya kerapkali muncul dalam mimpi. Hanya doa dan sedikit amal (jika ada yang dinilai di sisi-Nya) kami hadiahkan untuknya.

Teringat saya saat-saat mendepani bapak dalam keadaan sakit. Minggu pertama menghadapi keadaan bapak yang menanggung kesakitan benar-benar menyedihkan bertambah apabila ayah didiagnos menghidap “Advanced Hepatacellular Carcinoma” – kanser hatinya merebak ke tulang belakang dan paru-paru. Bapak tak mampu berjalan dan mengawal usus dan pundi kencing kerana saraf tunjangnya diserang oleh barah.

Pengalaman berdepan dengan pelbagai jenis penyakit dalam pekerjaan saya menjadikan ia lebih menyakitkan kerana saya begitu memahami prognosis (outcome) penyakit bapak. Saya menangis sepanjang minggu. Solat, makan, bicara, mengaji, mandi ditemani air mata. Saya hanya berkongsi rasa dengan mak yang menyembunyikan deritanya demi menghiburkan hati kami adik-beradik.

Seminggu berlalu saya dan keluarga saling menguatkan. Sokongan dari Shazni, Nurul, Hamas, Khadijah, Gee, Azreen, Zuria dan sahabat-sahabat lain menguatkan. Tafakur saya dalam saat kesedihan itu melembutkan hati saya menginsafi bahawa ujian Allah datang dalam pelbagai bentuk dan saya perlu mencari hikmahnya. Saya mensyukuri bahawa apa yang saya alami bukanlah apa-apa dibandingkan dengan ujian para rasul dan sahabat. Saya malu kerana lebih ramai orang yang lebih menderita dari saya. Saya menyedari bahawa bagi orang yang mempercayai-Nya, tiada erti putus asa dan kecewa.

Oh Tuhan, betapa besar kasih-Mu, dalam mehnah-Mu ada rahsia petanda kebesaran jua kasih sayang-Mu.

Dua bulan saya dan adik beradik melayani bapak, memenuhi segala keperluannya dengan penuh kasih sayang, menghiburkannya bahawa kesakitan itu tanda kasih sayang Allah padanya. Bapak menghadapi kesakitannya dengan kesabaran walau kadangkala air mata nya tumpah mengenangkan nasibnya. Kerap juga bapak memberi nasihat pada saya, Along dan Angah agar tidak mengabaikan adik-adik. Dalam tempoh itu, tiga kali bapak dimasukkan ke hospital.

Saya dan keluarga tak putus berdoa, dengan keyakinan bahawa yang apa yang berlaku dalam genggaman-Nya dan Dia Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.
Tanggal 28 Mac bapak dimasukkan ke hospital kerana sesak nafas. Bapak terlalu lemah hingga tidak mampu minum dan bercakap. Tanggal 29 Mac 2008 jam 7.45 pagi, bapak menghembuskan nafas terakhir di hadapan saya setelah kalimah syahadah saya bisikkan lembut ke telinganya. Air mata saya tumpah lagi mengiringi pemergiannya. Sebesar mana kasih sayang saya pada bapak, besar lagi jasa, pengorbanan dan cintanya pada saya. Pasti besar lagi rahmat Allah buatnya. Semoga kesakitan dan derita yang ditanggunggnya itu menjadi kaffarah dosa-dosanya.

Semoga Allah mengampunkannya, memudahkan hisabnya dan mempertemukan kami dalam redha-Nya.

p/s: Bagi yang masih mempunyai ayah/bapa/bapak, kasihilah mereka dan tunjukkan kasih sayang anda...

Wani Oh Wani


p/s: Entri ini telah lama saya siapkan, cuma baru berkesempatan memasukkan di blog saya..khusus untuk Wani...



24 Mei 2008

Union Book Centre, Boulevard, Miri City

Saya berlegar-legar di dalam kedai buku itu, membelek buku-buku dan memilih beberapa buah buku yang saya ingini. Tiba-tiba mata saya bertembung dengan wajah yang rasanya saya kenali. “Wani….” bisik hati saya. Saya senyum pada gadis itu, wajahnya pada mulanya menunjukkan rasa agak terkejut, kemudian perlahan membalas senyuman saya ringkas dengan wajah ragu. “Mungkin salah orang, “ bisik hati saya. Mungkin pelanduk dua serupa, saya cuba melupakan.


Kuarters Hospital Miri

SMS dari Wani petang itu setelah sekian lama menyepi mengujakan saya. Apa benar dia yang saya temui di Boulevard tadi?
“Kitak kat sine?” saya bertanya penuh rasa ingin tahu.
“Kamek kat Miri, tengah cuti. Kitak sine?” balas Wani.
Sah…memang Wani yang saya lihat tadi. Saya tersenyum sendiri sambil menggeleng kepala.
“Kamek kat Miri, datang sekejap ngambik barang ngan kereta mek. Kitak ada berjalan di Boulevard tek kah? Macam nangga kitak jak..” Tanya saya memancing.
“Ya Allah…benalah kitak yang kamek tangga ya. Ya Allah…” balas Wani

Saya ketawa sendiri, lucu sungguh bercampur rasa malu yang amat sangat dengan kecuaian saya mengingati ikhwah seperjuangan. Kesal pun ada kerana kegagalan saya menghulurkan salam pada pertemuan tadi. Kami pernah bersua muka dua kali dalam pertemuan singkat, namun kecuaian saya tidak dapat saya maafkan.


Rumah Wani, Lorong Pujut 9

Peristiwa itu berhikmah dengan pertemuan kami di kediaman Wani di Pujut bertemankan Hasma. Kami bertemu muka dan bersalaman dalam tawa yang belum usai. Rasa malu dan lucu terus mengusik sambil bercerita semula pengalaman tadi.

Sejam bertandang di rumah Wani sambil kami bertiga berbual-bual perkembangan masing-masing dan isu semasa. Sesekali diselitkan gurauan tentang peristiwa lucu itu. Yang lebih menarik, rupa-rupanya saya dan Wani membeli buku yang sama pada masa yang hampir sama dan di tempat yang sama - Novel terbaru Fatimah Syarha Mohd Noordin; Syabab Musafir Kasih. Air milo buatan Wani yang sedap saya habiskan secawan. Pertemuan singkat itu kami akhiri dengan sesi bergambar.

Pastinya saya akan mengingati Wani sampai bila-bila kerana kenangan antara kami tidak mungkin dilupakan.

Thursday, January 24, 2008

Mehnah...

Tuhan…
Benar-benar mehnah-Mu menyeksa batinku
Memahitkan rasa bila cuba ku telan
Memeritkan jiwa bila cuba ku tahan

Tuhan…
Kesedihan lantaran mehnah ini
Menjadikan hatiku tunduk pada-Mu
Membuatkan perasaanku lembut dan sayu
Menggerakkan jiwaku merintih pada-Mu
Setelah kian lama alpa dan tersasar

Tuhan…
Kalau mehnah itu untuk menduga imanku
Berilah aku hati yang redha menerimanya
Kerana redha-Mu lebih berharga dari kesenangan dunia ini

Tuhan…
Andai mehnah-Mu untuk menegurku
Berilah aku hati yang sedar
Kerana kadang-kadang hatiku buta menafsir maksud-Mu

Tuhan…
Jika mehnah-Mu itu untuk kaffarah dosaku
Berilah aku hati yang sabar
Kerana ampunan-Mu lebih ku damba dari segalanya

Saturday, January 19, 2008

Small Deeds - Native Deen

Best jugak nasyeed rap ni..:)

Ever been on a drive? Inside in your ride

And your looking through the glass, see a car on the side

The engine's broken and the car is smoking

And the dude is shaking cause the heat is baking

Or this cat's (guy) gotta flat, and the spare's all whack

No jack in the back, and no clue where he's at

There ain't no real rush, but you roll right by

Not even asking the guy if he needs a supply

He might be alright, and to pass ain't a sin

But within you feel bad the state that he's in

How hard would it been, just to ask

That might be the deed that you need to succeed

That might be the deed that will so please Allah

That your forgiven the sinning you did when you was living

It's a small little thing, that can cling and just ring

And will bring the blessing from Allah Who's the King

We pass on the deeds cause they seem all small

But it might be the deed that's the best of them all

Mad when see all the passes I took

On these small little deeds I just overlook

[Chorous]

I just can't believeSmall little deeds that I overlook, can you see?

Little deeds that I overlook, and you read

I read about it in my holy book, it says

Small deeds never overlook

Picking up trash on the path in a flash

Taking glass from the grass, as you pass to your class

A smile goes a mile and is sure worthwhile

When a brother's hostile, and has been for awhile

Put a dollar every day in the sadaqah (charity)

It may be small but you do it for the baraka (blessing)

I know you're saving for the Polo and the Nautica

A poor student but you do it just to please Allah

Things like praying for an ailing brother, under the weather

Obeying yo your lovely mother, it's for the better

Stay and help your baby brother, put on a sweater

Even saying good to one another when you're together

Advice to another sister about a mister

Your wife always go and kiss her, tell her you miss her

At night do quiet dikhr (mentioning God), and pray the witr

Invite a guy who wants to bicker, to share a snicker

Grand plans expand in our small little hands

But we overlook demands that just seem like strands

We get jammed on exams, cause we skip the small things

Small baby deeds come, bring the blessings!

[Chorous]

I just can't believe

Small little deeds that I overlook, can you see?

Little deeds that I overlook, and you read

I read about it in my holy book, it says

Small deeds never overlook

Saturday, January 05, 2008

Tahniah


Tanggal 29 Disember 2007, saya menghadiri walimah saudara Muhtar Haji Suhaili yang merupakan Presiden Yayasan Amal dan aktif dalam program keagamaan dan kemasyarakatan setempat. Walimahnya bertempat di Kampung Muhibbah, Miri. Tahniah diucapkan buat beliau dan isterinya, Wan Lydia. Didoakan semoga dapat membina rumahtangga yang barakah dan bahagia hingga ke akhirat. Saya mendapat pengalaman baru yang belum pernah saya alami sebelumnya, melihat budaya masyarakat Bugis di Miri yang agak berbeza dengan budaya masyarakat Melayu Sarawak.

Poligami

Banyak perkara yang saya bincangkan dengan teman saya, gadis Kristian yang manis itu dalam perjalanan ke kedai makan tempoh hari. Kami bercerita perihal tugasan di hospital dan juga persiapannya dalam menghadapi majlis perkahwinannya tahun hadapan. Kagum saya dengan buah fikirannya tentang kepentingan memilih pasangan hidup yang seiring dan sefahaman dari segi pengamalan agama. “If you are a Godly type of person, you need to choose a Godly person, ” komennya. “Ya, accepting a person just because he loves you are not good enough. You need to choose a person who thinks in the same way as you,” saya menyambung.

“Aishah, I just want to ask you one question about Islam, about why Islam allowed a man to marry more than a woman in the same time. I really can’t accept it, “ saya terkedu sesaat dengan soalannya. Terus terang, saya belum pernah bersedia untuk menjawab soalan sedemikian.

Saya menarik nafas, diam sebentar sambil merenung wajahnya. Subhanallah.. “You mean that you don’t agree with polygamy is it?” saya menarik nafas lagi lalu menyambung, “Hm..in Al-Quran there’s a verse mentioning about polygamy: ‘Married the woman you like whether two, three or four. But if you are afraid that you can’t be fair to them, (marrying) one is enough.’ So before a man decide to marry a second wife, they need to think deeply whether they can treat the wives fairly or not. Most of people can’t be fair and I admit that there’s a lot of man practice polygamy just for the sake of ‘nafsu’. But I know several people who manage to build a harmony family with polygamy.” Teman saya mengangguk-angguk tanda faham.

“Probably you’ve heard about our Prophet Muhammad who married more than 4 women. At that time it was the early phase of Islam spread. Many people claimed that he married lot of woman because of sexual purpose. But if we know the history, almost all the women that he married were old and widowers and he married them to strengthen their faith towards Islam. Our prophet is a special case because he’s a perfect person and all the actions were guided by Allah and has its own purposes. At that time the syariat regarding polygamy also has not yet being established. He married those ladies not because of sex, but to help in strengthen his da’wah mission.”

Teman saya mengangguk-angguk lagi.

“I have a sweet history regarding how fair Prophet Muhammad was. One day, all the wives gathered in front of him and ask him who among the wives that he loves the most? Prophet Muhammad smiled and asked them to go back and will tell the person personally that she is the one who he loves the most. When all the wives went back, he bought few rings and brought them to the houses of each wives. He met every one of them personally and gave a ring to each of them and said that he loves her the most and advised everyone not to tell the others to avoid jealousy. That is the story about how fair Prophet Muhammad is and how good is his akhlaq towards his wives.” Teman saya tersenyum mendengar cerita tersebut. “It’s funny and cute,” komennya sambil tersenyum.

“I understood that almost all women can’t accept polygamy. I myself also if possible want to avoid polygamy. But I accept the fact that polygamy is one of the things that is allowed in Islam and has its own hikmah or goodness and if anybody denied it, it’s a sin.” Saya menyambung lagi.

Perbualan kami kemudianya beralih ke topik lain. Hati saya masih ditinggalkan dengan persoalan apakah saya telah menjawab soalan itu sebaiknya dan dalam masa yang sama menjaga nama baik Islam dan menyampaikan pada teman saya tentang keindahan Islam. Saya insaf betapa perlunya saya sentiasa bersedia dengan ilmu dan hujah dalam apa pun keadaan!

Sunday, December 23, 2007

Life Goes On

Alhamdulillah..it's already 2 months since I've been transferred to Miri Hospital and left my hectic housemanship time. I haven't update my blog for quite a long period.
I met a new environment, new workplace, new society, new friends, new variety of patients and mad'u. Day by day goes, I felt happy, cheerful, sad, angry, irritated and bored. I smiled, laughed, cried or kept quiet. My life goes on...
Lot of things happenned within this 2 months: My dear kak long had started a new life with my brother-in-law, Abg Zul after their aqad on 10/10/07. Many of my old friends and usrah friends also get married, get pregnant and get babies... Shazni fractured her malleolus and was operated. I'm now working in orthopaedic department, 'playing' with bones. Lot of things coloured my days but I didn't have enough time and energy to share it here. All things happened and Allah's love and rahmat never stop on me.
My life goes on, times passed by...and I'm just too afraid that I remember Him too little despite His too plenty of nikmat.
O Allah..please guide me to Your love in my happy or sad time. O Allah..please shower me with Your blessings in my free or busy time. O Allah..please don't leave me as I need You more than everything...

Monday, October 08, 2007

Cherish Moment

The most cherish and happiest moment in labour ward is when I conduct a delivery, touching a cute little baby, hearing a sweet cry, then congratulating a relieved and happy woman for the birth of her baby. It really makes me relieved, reduced half of my stress and makes my day filled with cheerfulness.


Sunday, October 07, 2007

Happy Selalu..

"Doktor, boleh saya tanya sikit kah?" sapa wanita berbangsa Cina (anak pesakit saya) ketika saya sibuk melakukan prosedur "venepuncture" terhadap ibunya. "Ya?" balas saya seraya menoleh sekilas ke wajahnya. "Doktor, saya mahu tanya, kalau mak saya selalu tak 'happy' boleh jadi sebab sakit kanser kah?" Saya tersenyum, lalu mengangkat kepala usai melakukan prosedur. "Hm...cik...apa-apapun sakit memang senang datang kalau kamu tidak 'happy'. Kalau selalu susah hati, semua sakit pun senang datang," balas saya.
"Doktor, saya mahu tanya lagi. Kalau macam saya doktor cakap tidak boleh beranak, ada risiko kah mahu dapat kanser?" tanya wanita itu lagi penuh minat. Saya tersenyum lagi, membalas perlahan, "Hm...kalau ikut kajian perempuan yang tidak melahirkan anak lebih tinggi risikonya untuk dapat kanser payudara. Tapi, faktor yang lebih penting ialah macam mana kamu punya 'lifestyle'." Dia mengangguk-angguk. "Lifesyle yang tidak sihat contohnya 'smoking' meningkatkan risiko untuk mendapat semua jenis kanser lebih-lebih lagi kanser payudara. Cik ada hisap rokok kah?" tanya saya. Dia tersengih-sengih, "Adalah..sikit-sikit." "Kamu kena stop smoking kalau mahu sihat. 'Smoking' tidak bagus, boleh bawa macam-macam penyakit," sambung saya lagi. Dia terangguk-angguk lagi.
"Doktor, macam mana saya mahu tolong emak saya sembuh cepat? Dia kena ini kanser dia lagi banyak susah hati lo." tanya nya lagi. Saya menarik nafas pendek lalu menyambung, "Kalau nak sembuh, kita kena usaha, kena carik ubat, jumpa doktor. Dalam masa yang sama, kena kuat semangat, kena lawan dengan penyakit. Tidak boleh sedih-sedih sangat." "Ha..betul cakap doktor.." balasnya penuh semangat lantas bersungguh-sungguh menerangkan sesuatu kepada ibunya dalam dialek mereka (saya kira dia menerangkan kembali apa yang telah saya terangkan). Ibunya mengangguk-angguk tanda faham.
Saya menyambung lagi, "Kena selalu ingat, sakit itu datang dari Tuhan. Tuhan itu baik. Dia bagi sakit, susah pada orang yang Dia tahu kuat dan boleh lawan. Jadi tidak boleh sedih-sedih kerana apa pun Tuhan bagi sebab Dia tahu kita boleh lawan. "
"Ha...betul cakap doktor, saya setuju," dia mengiyakan lagi dan bercakap-cakap kembali dengan ibunya dalam dialek mereka, lagaknya seperti mengulangi kembali apa yang saya katakan. Ibunya mengangguk-angguk lantas tersenyum.
Wanita itu mengulangi kembali apa yang saya katakan seolah-olah membuat kesimpulan. Giliran saya pula mengangguk-angguk sambil tersenyum. Sebelum beredar dari katil ibunya saya sempat berkata, "Lepas ni kamu jangan 'smoking' lagi ok?" Dia tergelak kecil, "Kalau saya punya mak sembuh, nanti saya 'stop smoking' lah." Dia tersengih-sengih lagi. "Thank you very much doctor!" balasnya lagi dengan senyuman.

Saturday, August 02, 2008

Rindu

Rindu itu adalah
Anugerah dari Allah
Insan yang berhati nurani
Punyai rasa rindu

Rindu pada kedamaian
Rindu pada ketenangan
Rindukan kesejahteraan
Dan juga kebahagiaan

Orang-orang yang bertaqwa
Rindu akan kebenaran
Kejujuran dan keikhlasan
Keredhaan Tuhannya

Orang mukmin merindukan
Anak-anak yang soleh
Isteri-isteri solehah
Keluarga bahagia

Para pencinta kebenaran
Rindukan suasana
Masyarakat yang terjalin
Aman dan sejahtera

Merindukan tertegaknya
Kalimah Allah di muka bumi
Dan dalam merindukannya
Keampunan Tuhannya

Dan seluruh umat itu
Merindukan cahaya
Yang menyinari kehidupan
Rindu pada Tuhan

Terasa rindu yang amat sangat pada Shazni dan Nurul Shahida...

Wednesday, July 30, 2008

Student arrested for dumping newborn baby

Apa kata kita?

Student arrested for dumping newborn baby

By SYLVIA LOOI

IPOH: An 18-year-old student was detained for allegedly dumping her newborn baby.

State CID chief Senior Asst Comm (II) Ismail Yatim said a cleaning lady found the baby boy’s body in a hostel room of the institution of higher learning near here Wednesday.

“A roll call was then called by the hostel warden at noon to determine the baby’s mother,” he said.

The student gave herself away when the policemen, who were sent to the scene to investigate, noticed her pale face, said SAC (II) Ismail,

The student admitted to being the mother of the baby when the police questioned her, he said.

The baby’s remains were sent to Changkat Melintang Hospital for post-mortem, he added.

The girl has been released on police bail

Friday, July 25, 2008

Jodoh Memang Di Tangan Tuhan

Forwarded article from PPIM-NET.

Jodoh Memang di Tangan Tuhan
Kirim teman
Oleh Astri Kuntadi

Siang itu saya didatangi dua orang sahabat, mantan teman sekerja di Jogjakarta. Kami melepas rindu saling bercerita silih berganti dengan antusiasme tinggi mengenai keadaan kita masing masing saat ini. Maklum 2 th lebih kita dipisahkan oleh cita masing masing. Segelas es syrup dan segenggam kacang goreng yang setia menemani perbincangan kita, menambah harmonis nya suasana siang yang terik itu.

Lambat laun perbincangan mengarah juga ke masalah jodoh. Kebetulan salah seorang sahabat tersebut masih single meskipun usianya sudah lebih dari 35 th, usia ‘rawan’ untuk wanita menurut sebagian orang bila belum juga menikah. Seribu tanya mulai terlontar dalam benakku, bukankah Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan berpasang pasangan? Bukankah jodoh itu memang telah digariskan Tuhan, lantas mengapa ada hambanya yang setidaknya kasat mata telah memenuhi syarat untuk menikah belum juga dipertemukan dengan jodohnya? Bahkan ada yang sampai meninggalkan kefanaan dunia tanpa pendamping semasa hidupnya. Apakah ada manusia yang memang ditakdirkan untuk tidak menikah?

“Hei, kok melamun!”, teguran sahabatku itu menyadarkanku. ”Eh enggak ini kacang gorengnya renyah banget ya..., ” jawabku asal saat itu, tidak enak hati karena dia lah yang sedang aku lamunkan. Berhubung pertanyaan seputar jodoh masih saja berkecamuk di kepala, akhirnya dengan hati-hati kutanyakan juga pada sahabatku itu. ”Iya nih, belum ketemu jodoh, ”jawabnya enteng saat kutanyakan mengapa masih juga sendiri. ”Tolong carikan dong....yang sholeh, yang ganteng, yang pinter dan kaya ya, ”rajuknya menambahkan.
Waduh! Pikirku, apakah ini ya yang membuat sebagian orang sulit jalannya menemukan jodoh? Mereka mematok kriteria yang cukup tinggi dalam menentukan pasangan hidupnya. Meskipun sah sah saja dan memang harus begitu ya. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik. Tapi kembali lagi pada kenyataan, apakah benar ada manusia yang sesempurna itu?

Melihatku terpaku dengan pikiranku sendiri, kembali sahabatku tidak membiarkanku melamun berlama lama. ”Aku sudah berusaha, sudah banyak cara aku tempuh dalam usaha mencari pendamping hidupku ini, siapa sih yang ingin hidup sendiri, sementara teman teman yang lain banyak yang sudah menimang anak, bahkan dua seperti kamu ini ”ujarnya dengan mimik serius. ”Manusia itu kan tugasnya hanya ikhtiar dan berdoa, tawakal, kemudian sisanya terserah Allah yang memutuskan. Allah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan pastilah tidak sebatas hanya di dunia saja, kalau jodoh itu belum didapat di dunia ini, mungkin saja sudah dipersiapkan jodoh di akhirat nanti. Allah lebih tahu hikmah dari sebuah peristiwa, ”tambahnya dengan senyum penuh arti.

Saya salut akan jalan pikirannya yang amat positif menerima ketentuan Allah. ”Tapi apakah bisa dibilang hidupmu belum sukses karena belum berkeluarga? ”tanyaku ingin menggali lebih dalam sejauh mana kepiawaiannya memaknai kesabaran. ”Kesuksesan dalam hidup ini menurutku bukan tergantung seseorang mempunyai jodoh atau tidak di dunia ini, atau pangkat yang tinggi atau uang yang banyak, tetapi siapa yang nantinya dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka mereka itulah orang-orang yang sukses, yang menang, ”jawabnya. ”Janganlah kita hidup di dunia ini untuk menderita di akhirat nanti, sayang sekali kan, ”tambahnya. Saya hanya bisa mengangguk-angguk kagum.

Kuteguk es syrup yang tinggal setengah gelas, sejuknya menyelimuti kerongkongan, segarnya melenyapkan dahaga. Entah mengapa perbincangan siang itu membawa nuansa lain untukku dalam menyikapi kehidupan. Ada manusia yang belum juga menikah meski berusia lanjut dan terlihat menderita sekali hidupnya, kesepian dan tak jarang berperangai kurang menyenangkan bagi sekelilingnya.

Ada juga yang ridho menerima ketetapan Illahi, senantiasa positif thinking. Dalam surah Al-Baqarah/2: ayat 216 yang artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;” ada Allah. Sebetulnya manakah yang harus dipilih? Sejenak bila kita renungkan baik baik Pastilah insya Allah kita akan ringan menjalani setiap ketetapan dari Allah sang Maha Penyayang. Juga mengenai perihal perjodohan, yakinlah bahwa itu menang di tangan Tuhan.

Tuesday, July 22, 2008

Free - By Sami Yusuf




What goes through your mind?
As you sit there looking at me
Well I can tell from your looks
That you think I’m so oppressed
But I don’t need for you to liberate me

My head is not bare
And you can’t see my covered hair
So you sit there and you stare
And you judge me with your glare
You’re sure I’m in despair
But are you not aware
Under this scarf that I wear
I have feelings, and I do care

CHORUS:
So don’t you see?
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity...

My modesty
My integrity
So don’t judge me
Open your eyes and see...
“Why can’t you just accept me?” she says
“Why can’t I just be me?” she says
Time and time again
You speak of democracy
Yet you rob me of my liberty
And all I want is equality
Why can’t you just let me be free?



For you I sing this song
My sister, may you always be strong
From you I’ve learnt so much
How you suffer so much
Yet you forgive those who laugh at you
You walk with no fear
Through the insults you hear
Your wish so sincere
That they’d understand you
But before you walk away
This time you turn and say:

But don’t you see?
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity
My modesty
My integrity
So let me be
She says with a smile
I’m the one who’s free

Saturday, July 19, 2008

TAK NAK ROKOK!


“Banyak benar penyakit makcik ni doktor. Seluruh badan makcik rasa sakit-sakit, tak sedap badan entah kenapa. Makcik pun tak tahu. Makan ubat semakin bertambah sakit makcik. Sebab tu makcik tak ambil ubat,” makcik berusia 60 tahun itu mengadu sebaik duduk di kerusi pesakit di bilik rawatan di klinik pesakit luar.

“Makcik ada hisap rokok?” celahku setelah memberi ruang padanya mengemukakan aduannya. “Ada…” jawabnya. “Dah 30 tahun makcik merokok, sejak mengandung anak pertama makcik mengidam nak hisap rokok, sampai sekarang tak boleh berhenti,” jujur sahaja dia mengucapkan. Saya tersenyum memandangnya lantas membuat pemeriksaan fizikal.


MEROKOK DALAM ISLAM

Terdapat pendapat yang berbeza tentang hukum merokok. Ada yang mengatakan harus, makruh, makruh tahrim (mendekati haram) dan haram. Sebahagian besar ulama’ menyatakan bahawa merokok hukumnya haram. Ini berdasarkan dalil dari ayat-ayat Al-Quran:

“….dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk….” (Al-A’raf:157)

• Rokok boleh membawa kepada penyakit dan kematian:
Firman Allah yang bermaksud; “ Dan belanjakanlah (apa yang ada pada kamu) kerana menegakkan agama Allah dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan; dan baikilah (dengan sebaik-baiknya segala usaha) perbuatan kamu, kerana sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.” (Al-Baqarah:195).
Dari segi perubatan, tabiat merokok terbukti boleh meningkatkan faktor risiko untuk penyakit-penyakit yang merbahaya, antaranya;

1. Chronic Obstructive Pulmonary Disease, COPD (penyakit penyumbatan salur paru-paru kronik) – merupakan satu penyakit yang tidak berbalik dan menyebabkan kerosakan kekal pada salur pernafasan.
2. Kanser paru-paru (lung cancer) – menurut kajian, sebahagian besar kanser paru-paru (87%) berkait rapat dengan tabiat merokok. Ini kerana rokok mengandungi bahan kimia yang dikategorikan sebagai carcinogen (bahan kimia yang terbukti boleh menyebabkan kanser).
3. Merokok merupakan faktor risiko untuk sebahagian besar kanser lain termasuk kanser pundi kencing, kanser payudara, kanser perut, kanser larinks, kanser serviks dan buah pinggang.
4. Penyakit koronari jantung (coronary artery disease) – merokok juga meningkatkan risiko untuk mendapat serangan jantung dan berhenti merokok mengurangkan risiko serangan jantung sejajar dengan tempoh berhenti merokok itu sendiri.
5. Stroke (angina ahmar) – merokok seiring dengan penyakit tekanan darah tinggi dan diabetis mellitus meningkatkan risiko mendapat serangan strok.
6. Merokok dan ibu mengandung – merokok di kalangan ibu mengandung menambahkan risiko kematian bayi mengejut, kematian bayi di dalam kandungan dan kekurangan berat bayi ketika lahir.
7. Perokok pasif atau secondhand smoker (orang yang terdedah kepada asap rokok perokok) juga terdedah kepada bahaya penyakit paru-paru seperti kanser paru-paru dan boleh menyebabkan serangan penyakit asma juga jangkitan salur pernafasan di kalangan kanak-kanak.

• Rokok menyebabkan pembaziran dan tidak mendatangkan manfaat:
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud; “….dan janganlah kamu membelanjakan hartamu dengan boros yang melampau. Sesungguhnya orang yang boros itu adalah saudara-saudara syaitan, sedang syaitan itu adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya.”

• Merokok menghasilkan bau yang busuk dan mengganggu keselesaan persekitaran: - Merokok mendatangkan bau yang tidak menyenangkan malah menyakitkan kepada orang-orang yang tidak merokok.
Sabda Nabi SAW yang bermaksud; “Dosa itu adalah sesuatu yang menggelisahkan hati anda dan anda pula benci orang ramai melihatnya.”



“Makcik, boleh tolong berhenti merokok?” rendah suara saya menasihatinya. “Merokok boleh membahayakan kesihatan dan nyawa makcik; boleh merosakkan paru-paru, menyebabkan barah, penyakit jantung dan strok.” Makcik terangguk-angguk dengan wajah yang terkejut, seolah-olah baru tahu bahaya merokok. “Betul ke?” soalnya spontan. Saya mengangguk lantas menyambung, “Kajian telah membuktikannya makcik. Lagipun Islam juga melarang umatnya melakukan perkara yang mendatangkan mudharat serta menyebabkan pembaziran. Makcik masih muda dan makcik bertanggungjawab menjaga kesihatan makcik.” Mulut makcik itu sedikit terlopong, lantas dia mengangguk-angguk perlahan. “Terima kasih doktor,” ucapnya sebelum berlalu.

“Semoga terbuka hati makcik untuk menjaga dirinya sebaiknya dengan berhenti merokok,” doa saya di dalam hati.





Saturday, July 05, 2008

Pemergiannya....

Bagaimanapun kita merancang, ketentuan-Nya jua yang mengatasi. Biar tersusun agenda yang diharapkan, namun kudrat-Nya jua yang membatasi. Walau indah perjalanan hidup diimpikan, namun suka duka pasti bersilih ganti.

Percaturan Allah menjadikan saya insaf akan terlalu kerdilnya diri dan juga bahawa kehidupan dan kematian berada dalam gengaman-Nya.

Sedar tak sedar sudah 100 hari pemergian bapak ke alam baqa’ meninggalkan kami sekeluarga serta sahabat handai. Pemergian bapak, meski telah kami redhai, namun tetap terkesan di jiwa kami. Ingatan terhadapnya menghiasi hari-hari yang kami lalui, malah wajahnya kerapkali muncul dalam mimpi. Hanya doa dan sedikit amal (jika ada yang dinilai di sisi-Nya) kami hadiahkan untuknya.

Teringat saya saat-saat mendepani bapak dalam keadaan sakit. Minggu pertama menghadapi keadaan bapak yang menanggung kesakitan benar-benar menyedihkan bertambah apabila ayah didiagnos menghidap “Advanced Hepatacellular Carcinoma” – kanser hatinya merebak ke tulang belakang dan paru-paru. Bapak tak mampu berjalan dan mengawal usus dan pundi kencing kerana saraf tunjangnya diserang oleh barah.

Pengalaman berdepan dengan pelbagai jenis penyakit dalam pekerjaan saya menjadikan ia lebih menyakitkan kerana saya begitu memahami prognosis (outcome) penyakit bapak. Saya menangis sepanjang minggu. Solat, makan, bicara, mengaji, mandi ditemani air mata. Saya hanya berkongsi rasa dengan mak yang menyembunyikan deritanya demi menghiburkan hati kami adik-beradik.

Seminggu berlalu saya dan keluarga saling menguatkan. Sokongan dari Shazni, Nurul, Hamas, Khadijah, Gee, Azreen, Zuria dan sahabat-sahabat lain menguatkan. Tafakur saya dalam saat kesedihan itu melembutkan hati saya menginsafi bahawa ujian Allah datang dalam pelbagai bentuk dan saya perlu mencari hikmahnya. Saya mensyukuri bahawa apa yang saya alami bukanlah apa-apa dibandingkan dengan ujian para rasul dan sahabat. Saya malu kerana lebih ramai orang yang lebih menderita dari saya. Saya menyedari bahawa bagi orang yang mempercayai-Nya, tiada erti putus asa dan kecewa.

Oh Tuhan, betapa besar kasih-Mu, dalam mehnah-Mu ada rahsia petanda kebesaran jua kasih sayang-Mu.

Dua bulan saya dan adik beradik melayani bapak, memenuhi segala keperluannya dengan penuh kasih sayang, menghiburkannya bahawa kesakitan itu tanda kasih sayang Allah padanya. Bapak menghadapi kesakitannya dengan kesabaran walau kadangkala air mata nya tumpah mengenangkan nasibnya. Kerap juga bapak memberi nasihat pada saya, Along dan Angah agar tidak mengabaikan adik-adik. Dalam tempoh itu, tiga kali bapak dimasukkan ke hospital.

Saya dan keluarga tak putus berdoa, dengan keyakinan bahawa yang apa yang berlaku dalam genggaman-Nya dan Dia Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.
Tanggal 28 Mac bapak dimasukkan ke hospital kerana sesak nafas. Bapak terlalu lemah hingga tidak mampu minum dan bercakap. Tanggal 29 Mac 2008 jam 7.45 pagi, bapak menghembuskan nafas terakhir di hadapan saya setelah kalimah syahadah saya bisikkan lembut ke telinganya. Air mata saya tumpah lagi mengiringi pemergiannya. Sebesar mana kasih sayang saya pada bapak, besar lagi jasa, pengorbanan dan cintanya pada saya. Pasti besar lagi rahmat Allah buatnya. Semoga kesakitan dan derita yang ditanggunggnya itu menjadi kaffarah dosa-dosanya.

Semoga Allah mengampunkannya, memudahkan hisabnya dan mempertemukan kami dalam redha-Nya.

p/s: Bagi yang masih mempunyai ayah/bapa/bapak, kasihilah mereka dan tunjukkan kasih sayang anda...

Wani Oh Wani


p/s: Entri ini telah lama saya siapkan, cuma baru berkesempatan memasukkan di blog saya..khusus untuk Wani...



24 Mei 2008

Union Book Centre, Boulevard, Miri City

Saya berlegar-legar di dalam kedai buku itu, membelek buku-buku dan memilih beberapa buah buku yang saya ingini. Tiba-tiba mata saya bertembung dengan wajah yang rasanya saya kenali. “Wani….” bisik hati saya. Saya senyum pada gadis itu, wajahnya pada mulanya menunjukkan rasa agak terkejut, kemudian perlahan membalas senyuman saya ringkas dengan wajah ragu. “Mungkin salah orang, “ bisik hati saya. Mungkin pelanduk dua serupa, saya cuba melupakan.


Kuarters Hospital Miri

SMS dari Wani petang itu setelah sekian lama menyepi mengujakan saya. Apa benar dia yang saya temui di Boulevard tadi?
“Kitak kat sine?” saya bertanya penuh rasa ingin tahu.
“Kamek kat Miri, tengah cuti. Kitak sine?” balas Wani.
Sah…memang Wani yang saya lihat tadi. Saya tersenyum sendiri sambil menggeleng kepala.
“Kamek kat Miri, datang sekejap ngambik barang ngan kereta mek. Kitak ada berjalan di Boulevard tek kah? Macam nangga kitak jak..” Tanya saya memancing.
“Ya Allah…benalah kitak yang kamek tangga ya. Ya Allah…” balas Wani

Saya ketawa sendiri, lucu sungguh bercampur rasa malu yang amat sangat dengan kecuaian saya mengingati ikhwah seperjuangan. Kesal pun ada kerana kegagalan saya menghulurkan salam pada pertemuan tadi. Kami pernah bersua muka dua kali dalam pertemuan singkat, namun kecuaian saya tidak dapat saya maafkan.


Rumah Wani, Lorong Pujut 9

Peristiwa itu berhikmah dengan pertemuan kami di kediaman Wani di Pujut bertemankan Hasma. Kami bertemu muka dan bersalaman dalam tawa yang belum usai. Rasa malu dan lucu terus mengusik sambil bercerita semula pengalaman tadi.

Sejam bertandang di rumah Wani sambil kami bertiga berbual-bual perkembangan masing-masing dan isu semasa. Sesekali diselitkan gurauan tentang peristiwa lucu itu. Yang lebih menarik, rupa-rupanya saya dan Wani membeli buku yang sama pada masa yang hampir sama dan di tempat yang sama - Novel terbaru Fatimah Syarha Mohd Noordin; Syabab Musafir Kasih. Air milo buatan Wani yang sedap saya habiskan secawan. Pertemuan singkat itu kami akhiri dengan sesi bergambar.

Pastinya saya akan mengingati Wani sampai bila-bila kerana kenangan antara kami tidak mungkin dilupakan.

Thursday, January 24, 2008

Mehnah...

Tuhan…
Benar-benar mehnah-Mu menyeksa batinku
Memahitkan rasa bila cuba ku telan
Memeritkan jiwa bila cuba ku tahan

Tuhan…
Kesedihan lantaran mehnah ini
Menjadikan hatiku tunduk pada-Mu
Membuatkan perasaanku lembut dan sayu
Menggerakkan jiwaku merintih pada-Mu
Setelah kian lama alpa dan tersasar

Tuhan…
Kalau mehnah itu untuk menduga imanku
Berilah aku hati yang redha menerimanya
Kerana redha-Mu lebih berharga dari kesenangan dunia ini

Tuhan…
Andai mehnah-Mu untuk menegurku
Berilah aku hati yang sedar
Kerana kadang-kadang hatiku buta menafsir maksud-Mu

Tuhan…
Jika mehnah-Mu itu untuk kaffarah dosaku
Berilah aku hati yang sabar
Kerana ampunan-Mu lebih ku damba dari segalanya

Saturday, January 19, 2008

Small Deeds - Native Deen

Best jugak nasyeed rap ni..:)

Ever been on a drive? Inside in your ride

And your looking through the glass, see a car on the side

The engine's broken and the car is smoking

And the dude is shaking cause the heat is baking

Or this cat's (guy) gotta flat, and the spare's all whack

No jack in the back, and no clue where he's at

There ain't no real rush, but you roll right by

Not even asking the guy if he needs a supply

He might be alright, and to pass ain't a sin

But within you feel bad the state that he's in

How hard would it been, just to ask

That might be the deed that you need to succeed

That might be the deed that will so please Allah

That your forgiven the sinning you did when you was living

It's a small little thing, that can cling and just ring

And will bring the blessing from Allah Who's the King

We pass on the deeds cause they seem all small

But it might be the deed that's the best of them all

Mad when see all the passes I took

On these small little deeds I just overlook

[Chorous]

I just can't believeSmall little deeds that I overlook, can you see?

Little deeds that I overlook, and you read

I read about it in my holy book, it says

Small deeds never overlook

Picking up trash on the path in a flash

Taking glass from the grass, as you pass to your class

A smile goes a mile and is sure worthwhile

When a brother's hostile, and has been for awhile

Put a dollar every day in the sadaqah (charity)

It may be small but you do it for the baraka (blessing)

I know you're saving for the Polo and the Nautica

A poor student but you do it just to please Allah

Things like praying for an ailing brother, under the weather

Obeying yo your lovely mother, it's for the better

Stay and help your baby brother, put on a sweater

Even saying good to one another when you're together

Advice to another sister about a mister

Your wife always go and kiss her, tell her you miss her

At night do quiet dikhr (mentioning God), and pray the witr

Invite a guy who wants to bicker, to share a snicker

Grand plans expand in our small little hands

But we overlook demands that just seem like strands

We get jammed on exams, cause we skip the small things

Small baby deeds come, bring the blessings!

[Chorous]

I just can't believe

Small little deeds that I overlook, can you see?

Little deeds that I overlook, and you read

I read about it in my holy book, it says

Small deeds never overlook

Saturday, January 05, 2008

Tahniah


Tanggal 29 Disember 2007, saya menghadiri walimah saudara Muhtar Haji Suhaili yang merupakan Presiden Yayasan Amal dan aktif dalam program keagamaan dan kemasyarakatan setempat. Walimahnya bertempat di Kampung Muhibbah, Miri. Tahniah diucapkan buat beliau dan isterinya, Wan Lydia. Didoakan semoga dapat membina rumahtangga yang barakah dan bahagia hingga ke akhirat. Saya mendapat pengalaman baru yang belum pernah saya alami sebelumnya, melihat budaya masyarakat Bugis di Miri yang agak berbeza dengan budaya masyarakat Melayu Sarawak.

Poligami

Banyak perkara yang saya bincangkan dengan teman saya, gadis Kristian yang manis itu dalam perjalanan ke kedai makan tempoh hari. Kami bercerita perihal tugasan di hospital dan juga persiapannya dalam menghadapi majlis perkahwinannya tahun hadapan. Kagum saya dengan buah fikirannya tentang kepentingan memilih pasangan hidup yang seiring dan sefahaman dari segi pengamalan agama. “If you are a Godly type of person, you need to choose a Godly person, ” komennya. “Ya, accepting a person just because he loves you are not good enough. You need to choose a person who thinks in the same way as you,” saya menyambung.

“Aishah, I just want to ask you one question about Islam, about why Islam allowed a man to marry more than a woman in the same time. I really can’t accept it, “ saya terkedu sesaat dengan soalannya. Terus terang, saya belum pernah bersedia untuk menjawab soalan sedemikian.

Saya menarik nafas, diam sebentar sambil merenung wajahnya. Subhanallah.. “You mean that you don’t agree with polygamy is it?” saya menarik nafas lagi lalu menyambung, “Hm..in Al-Quran there’s a verse mentioning about polygamy: ‘Married the woman you like whether two, three or four. But if you are afraid that you can’t be fair to them, (marrying) one is enough.’ So before a man decide to marry a second wife, they need to think deeply whether they can treat the wives fairly or not. Most of people can’t be fair and I admit that there’s a lot of man practice polygamy just for the sake of ‘nafsu’. But I know several people who manage to build a harmony family with polygamy.” Teman saya mengangguk-angguk tanda faham.

“Probably you’ve heard about our Prophet Muhammad who married more than 4 women. At that time it was the early phase of Islam spread. Many people claimed that he married lot of woman because of sexual purpose. But if we know the history, almost all the women that he married were old and widowers and he married them to strengthen their faith towards Islam. Our prophet is a special case because he’s a perfect person and all the actions were guided by Allah and has its own purposes. At that time the syariat regarding polygamy also has not yet being established. He married those ladies not because of sex, but to help in strengthen his da’wah mission.”

Teman saya mengangguk-angguk lagi.

“I have a sweet history regarding how fair Prophet Muhammad was. One day, all the wives gathered in front of him and ask him who among the wives that he loves the most? Prophet Muhammad smiled and asked them to go back and will tell the person personally that she is the one who he loves the most. When all the wives went back, he bought few rings and brought them to the houses of each wives. He met every one of them personally and gave a ring to each of them and said that he loves her the most and advised everyone not to tell the others to avoid jealousy. That is the story about how fair Prophet Muhammad is and how good is his akhlaq towards his wives.” Teman saya tersenyum mendengar cerita tersebut. “It’s funny and cute,” komennya sambil tersenyum.

“I understood that almost all women can’t accept polygamy. I myself also if possible want to avoid polygamy. But I accept the fact that polygamy is one of the things that is allowed in Islam and has its own hikmah or goodness and if anybody denied it, it’s a sin.” Saya menyambung lagi.

Perbualan kami kemudianya beralih ke topik lain. Hati saya masih ditinggalkan dengan persoalan apakah saya telah menjawab soalan itu sebaiknya dan dalam masa yang sama menjaga nama baik Islam dan menyampaikan pada teman saya tentang keindahan Islam. Saya insaf betapa perlunya saya sentiasa bersedia dengan ilmu dan hujah dalam apa pun keadaan!

Sunday, December 23, 2007

Life Goes On

Alhamdulillah..it's already 2 months since I've been transferred to Miri Hospital and left my hectic housemanship time. I haven't update my blog for quite a long period.
I met a new environment, new workplace, new society, new friends, new variety of patients and mad'u. Day by day goes, I felt happy, cheerful, sad, angry, irritated and bored. I smiled, laughed, cried or kept quiet. My life goes on...
Lot of things happenned within this 2 months: My dear kak long had started a new life with my brother-in-law, Abg Zul after their aqad on 10/10/07. Many of my old friends and usrah friends also get married, get pregnant and get babies... Shazni fractured her malleolus and was operated. I'm now working in orthopaedic department, 'playing' with bones. Lot of things coloured my days but I didn't have enough time and energy to share it here. All things happened and Allah's love and rahmat never stop on me.
My life goes on, times passed by...and I'm just too afraid that I remember Him too little despite His too plenty of nikmat.
O Allah..please guide me to Your love in my happy or sad time. O Allah..please shower me with Your blessings in my free or busy time. O Allah..please don't leave me as I need You more than everything...

Monday, October 08, 2007

Cherish Moment

The most cherish and happiest moment in labour ward is when I conduct a delivery, touching a cute little baby, hearing a sweet cry, then congratulating a relieved and happy woman for the birth of her baby. It really makes me relieved, reduced half of my stress and makes my day filled with cheerfulness.


Sunday, October 07, 2007

Happy Selalu..

"Doktor, boleh saya tanya sikit kah?" sapa wanita berbangsa Cina (anak pesakit saya) ketika saya sibuk melakukan prosedur "venepuncture" terhadap ibunya. "Ya?" balas saya seraya menoleh sekilas ke wajahnya. "Doktor, saya mahu tanya, kalau mak saya selalu tak 'happy' boleh jadi sebab sakit kanser kah?" Saya tersenyum, lalu mengangkat kepala usai melakukan prosedur. "Hm...cik...apa-apapun sakit memang senang datang kalau kamu tidak 'happy'. Kalau selalu susah hati, semua sakit pun senang datang," balas saya.
"Doktor, saya mahu tanya lagi. Kalau macam saya doktor cakap tidak boleh beranak, ada risiko kah mahu dapat kanser?" tanya wanita itu lagi penuh minat. Saya tersenyum lagi, membalas perlahan, "Hm...kalau ikut kajian perempuan yang tidak melahirkan anak lebih tinggi risikonya untuk dapat kanser payudara. Tapi, faktor yang lebih penting ialah macam mana kamu punya 'lifestyle'." Dia mengangguk-angguk. "Lifesyle yang tidak sihat contohnya 'smoking' meningkatkan risiko untuk mendapat semua jenis kanser lebih-lebih lagi kanser payudara. Cik ada hisap rokok kah?" tanya saya. Dia tersengih-sengih, "Adalah..sikit-sikit." "Kamu kena stop smoking kalau mahu sihat. 'Smoking' tidak bagus, boleh bawa macam-macam penyakit," sambung saya lagi. Dia terangguk-angguk lagi.
"Doktor, macam mana saya mahu tolong emak saya sembuh cepat? Dia kena ini kanser dia lagi banyak susah hati lo." tanya nya lagi. Saya menarik nafas pendek lalu menyambung, "Kalau nak sembuh, kita kena usaha, kena carik ubat, jumpa doktor. Dalam masa yang sama, kena kuat semangat, kena lawan dengan penyakit. Tidak boleh sedih-sedih sangat." "Ha..betul cakap doktor.." balasnya penuh semangat lantas bersungguh-sungguh menerangkan sesuatu kepada ibunya dalam dialek mereka (saya kira dia menerangkan kembali apa yang telah saya terangkan). Ibunya mengangguk-angguk tanda faham.
Saya menyambung lagi, "Kena selalu ingat, sakit itu datang dari Tuhan. Tuhan itu baik. Dia bagi sakit, susah pada orang yang Dia tahu kuat dan boleh lawan. Jadi tidak boleh sedih-sedih kerana apa pun Tuhan bagi sebab Dia tahu kita boleh lawan. "
"Ha...betul cakap doktor, saya setuju," dia mengiyakan lagi dan bercakap-cakap kembali dengan ibunya dalam dialek mereka, lagaknya seperti mengulangi kembali apa yang saya katakan. Ibunya mengangguk-angguk lantas tersenyum.
Wanita itu mengulangi kembali apa yang saya katakan seolah-olah membuat kesimpulan. Giliran saya pula mengangguk-angguk sambil tersenyum. Sebelum beredar dari katil ibunya saya sempat berkata, "Lepas ni kamu jangan 'smoking' lagi ok?" Dia tergelak kecil, "Kalau saya punya mak sembuh, nanti saya 'stop smoking' lah." Dia tersengih-sengih lagi. "Thank you very much doctor!" balasnya lagi dengan senyuman.